Ratusan Juta Telanjur Keluar, Pengelola SPPG Baru Tahu Yayasan Tak Tercatat di BGN - KOMPAS
Ratusan Juta Telanjur Keluar, Pengelola SPPG Baru Tahu Yayasan Tak Tercatat di BGN
BANDUNG, KOMPAS.com - Status Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipertanyakan setelah puluhan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah membangun dapur hingga kini belum juga mendapatkan kepastian operasional.
Ketidakjelasan tersebut membuat para pengelola SPPG mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (26/5/2026).
Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Sumedang.
Baca juga: Usai Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Eri Cahyadi Ancam Sanksi SPPG Bermasalah
Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai status yayasan yang selama ini menaungi mereka, termasuk apakah yayasan tersebut benar-benar telah terverifikasi di BGN atau tidak.
Akui Stres, Purbaya Sebut "Nggak" Masuk Akal Rupiah Anjlok Rp 17.800 Per Dollar AS
Koordinator pengelola, Oesep Sarwat, mengatakan ketidakjelasan tersebut sudah berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan pengelola dapur.
"Sesuai data yang dipegang pengelola, ada lebih dari 100 dapur yang tergabung di YSBB," ucap Oesep, dikutip dari TribunJabar, Selasa (26/5/2026).
"Kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya sewa tempat, renovasi bangunan dan dana koordinasi," tambahnya.
Baca juga: Kasus Penjualan Titik SPPG Bodong, Polda Jabar Tangkap Otak Pelaku
Pengelola SPPG Keluarkan Banyak Uang
Menurut dia, para pengelola telah mengeluarkan dana besar untuk menyiapkan fasilitas dapur dengan harapan segera beroperasi dalam program pemerintah tersebut.
"Rata-rata per dapur, pengelola sudah keluar uang di kisaran Rp 300 sampai 400 juta," ucapnya.
Oesep menyebut para pengelola telah menunggu sejak 2025 untuk memperoleh Surat Perintah Kerja (SPK) yang sebelumnya dijanjikan. Namun, hingga kini dokumen tersebut belum kunjung diterbitkan.
Baca juga: Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Bekasi Disebut karena Miskomunikasi
Ia menilai pihak YSBB berulang kali menunda kepastian dengan alasan masih menunggu peluncuran program secara nasional dan persetujuan Presiden Prabowo.
"Bukan hanya materi yang sudah terbebani, para pengelola dapur dan investor pun kini mengalami beban mental," katanya.
"Karena, puluhan orang relawan yang direkrut tak henti mempertanyakan kepastian bekerja," tambah Oesep.
Baca juga: Dinkes Surabaya Sebut SPPG Tembok Dukuh Tak Higienis
Relawan Tuntut Kepastian
Selain persoalan investasi yang telah dikeluarkan, para pengelola juga menghadapi tekanan dari relawan yang sebelumnya sudah direkrut untuk mendukung operasional dapur.
Oesep menambahkan, relawan yang akan bertugas bahkan telah mengikuti pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Jawa Barat.
Karena itu, pihaknya berharap BGN dapat memberikan solusi agar dapur-dapur yang sudah dibangun dengan biaya besar tidak terbengkalai dan dapat dimanfaatkan.
"Kami datang ke BGN memohon ada kebijakan agar dapur yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan. Kami murni ingin menyukseskan dan membantu pemerintah dengan menjadi mitra BGN," ungkap Oesep.
Sebelum mendatangi BGN, kelompok pengelola tersebut mengaku telah melaporkan persoalan yang mereka hadapi ke Polda Jawa Barat. Mereka juga menyebut kepolisian pernah datang ke Kantor BGN.
Baca juga: Diduga Abaikan Edaran BGN dan Buat 25 Anak di Jember Keracunan, SPPG Kaliwates 3 Terancam Ditutup
Yayasan Tidak Tercatat sebagai Mitra BGN
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai MBG dapat datang langsung ke kantor BGN untuk memperoleh penjelasan resmi.
Sony menegaskan bahwa nama YSBB tidak tercatat sebagai mitra BGN.
Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya kerja sama antara YSBB dan Kementerian Pertahanan sebagaimana yang selama ini disebutkan kepada para pengelola.
"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai maraknya penipuan berkedok jual-beli titik lokasi SPPG. Masyarakat jangan sungkan bertanya agar mendapat keterangan yang jelas," ujarnya.
Baca juga: BPOM Soroti SOP dan Distribusi Makanan SPPG Kaliwates 3 yang Sebabkan 22 Murid TK Keracunan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Momen Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Ditemani Didiet dan Teddy