Tolak Makanan Israel, Jurnalis Republika Mogok Makan Selama Diculik IDF - Republika
Tolak Makanan Israel, Jurnalis Republika Mogok Makan Selama Diculik IDF
Sedikitnya 90 peserta Global Sumud Flotilla 2.0 mogok makan di penjara Israel.
Edwin Putranto/Republika Pewarta Foto Republika Thoudy Badai Rifan Billah dan jurnalis Republika Bambang Noroyono saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Ahad (24/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sedikitnya 90 peserta Global Sumud Flotilla 2.0 menjalankan aksi mogok selam diculik Israel. Dua jurnalis Republika yang ikut diculik turut mengikuti aksi protes tersebut.
Selama dalam penahanan, pasukan penjajah Israel (IDF) dilaporkan hanya menyediakan roti hambar dan sedikit minuman. Roti-roti itu tak disentuh para aktivis yang menjalankan mogok makan.
Sponsored
“Pokoknya kami tidak mau makan saja,” ujar Bambang Noroyono yang diculik dari kapal BoraLize setiba di Jakarta, hari ini. Selama empat hari, ia hanya mengonsumsi sedikit air, hal yang kemudian membuat air seninya memerah.
Abeng, sapaan akrabnya, mengatakan ia masuk dalam rombongan pertama yang diculik dan ditempatkan di kapal penjara Israel pada Senin (18/5/2026) lalu. Di kapal itu, para peserta Global Sumud Flotilla ditempatkan di dalam kontainer.
Menurut Abeng, sebagian peserta yang diculik memang memutuskan melaksanakan mogok makan sebagai bentuk protes. Cara protes itu seperti yang dilakukan beberapa warga Palestina di tahanan Israel untuk menuntut keadilan.
Mogok makan di kapal penjara itu kemudian mereka lanjutkan saat dibawa ke Pelabuhan Ashdod di wilayah Palestina yang diduduki. Demikian juga selama ia ditahan di Penjara Ketziot di Gurun Negev tak jauh dari perbatasan Gaza.
Pada Kamis (22/5/2026), pihak Israel akhirnya membebaskan 430-an aktivis yang mereka culik dari laut internasional, di dekat perairan Siprus, 250 mil laut dari Gaza. Para aktivis dibawa ke bandara di Eliat untuk kemudian diterbangkan ke Turki.
“Saya akhirnya kembali merasakan makanan saat dalam penerbangan di pesawat menuju Istanbul,” kata Abeng.
Kisah Thoudy...
Halaman 2 / 2
Sedangkan Thoudy Badai, jurnalis foto Republika melakukan mogok makan selama dua hari. Ia tak kuasa melanjutkan mogok makan karena perlakuan brutal aparat Israel yang ia terima.
Selepas diculik dari Kapal Ozgurluk pada hari yang sama dengan Abeng, ia dibawa ke penjara kapal terpisah. Perlakuan di penjara kapal yang dihuni Thoudy, lebih brutal ketimbang di penjara kapal yang dihuni rekannya.
“Kadang-kadang roti dipakai jadi perban karena ada yang ditendang sampai retak rusuknya,” kata Thoudy.
Menurut Thoudy, aparat Israel di kapalnya selalu melakukan intimidasi sebelum memberikan makanan. Awalnya, mereka akan datang kemudian melepaskan tembakan peluru karet untuk memaksa para sandera ke sudut kontainer. Setelah itu para aktivis digebuki berulang kali. Tak ada yang luput kena pukulan dan tendangan di kapal penjara Thoudy.
Selain itu, para peserta yang diculik juga sempat dipaksa berlutut dengan posisi kepala menempel ke tanah selama sekitar tiga jam di tengah penjara kapal.
Pada hari kedua mogok makan, Thoudy mendapat giliran ke gebukan tentara Zionis. Salah satu tendangan mendarat ke ulu hatinya, membuat dia tak bisa bernapas. Ia kemudian dibawa ke salah satu bagian untuk merawat mereka-mereka yang terluka dan akhirnya mengakhiri mogok makannya.
“Rotinya keras dan nggak ada rasanya,” kata Thoudy. Menurutnya, sebagian relawan dari Indonesia juga ada yang melakukan mogok makan.
Baik Abeng dan Thoudy menekankan, yang mereka alami hanya gambaran kecil dari nelangsa ribuan warga Palestina yang sejauh ini masih ditahan Israel.
Berita Terkait
Foreign Minister: Israel's Detention of Gaza Volunteers Violates International Law
Internal Affair - 56 menit yang lalu
Malaysia Bakal Seret Israel ke Mahkamah Internasional Soal Penyiksaan Aktivis Sumud Flotilla
Internasional - 4 jam yang lalu
Relawan GSF Rahendro Heru Bowo Masih Jalani Observasi Intensif Setiba di Tanah Air
Nasional News - 4 jam yang lalu
WNI yang Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik, Korban: Kami Diperlakukan Keji
Nasional News - 8 jam yang lalu
Sugiono: Penahanan Relawan Gaza oleh Israel Langgar Hukum Internasional
Internasional - 21 jam yang lalu