0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Kasus KSP Spesial

    3 Pimpinan BGN Dicopot, KSP: Presiden Tak Ingin Ada Korupsi dan Penyimpangan - Viva

    6 min read

     

    3 Pimpinan BGN Dicopot, KSP: Presiden Tak Ingin Ada Korupsi dan Penyimpangan

    Presiden Prabowo Subianto

    Jakarta, VIVA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto tak ingin adanya korupsi di program prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

    Baca Juga

    Maka itu, ia menegaskan Presiden Prabowo menginginkan seluruh anggaran yang digunakan dalam program prioritas nasional benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, tanpa adanya praktik korupsi maupun penyimpangan.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Presiden inginnya sempurna, bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun yang menyimpang dari program beliau. Tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan. Tetapi betul-betul Bapak Presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat,” jelas Dudung kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

    Baca Juga

    Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Photo :

    • ANTARA FOTO/Maulana Surya

    Di sisi lain, eks Kepala Staf Angkatan Darat itu mengatakan perombakan jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang tepat. Menurutnya perombakan itu sebagai upaya untuk melakukan perbaikan agar BGN kedepannya lebih transparan.

    Baca Juga

    "Saya punya keyakinan bahwa bapak presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisa, mengevaluasi berbagai sumber yang masuk ke beliau. Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan bapak presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal," kata Dudung.

    Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, Presiden memberikan perhatian besar terhadap pelaksanaan program tersebut.

    “Bapak Presiden ingin sumber daya manusia ke depan ini unggul. Dengan bergizi, anak-anak akan lebih sehat, lebih pintar, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai kepala Badan Gizi Nasional terhitung sejak Selasa, 2 Juni 2026.

    Pencopotan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026 malam.

    Ilustrasi dapur MBG atau SPPG

    Photo :

    • Dok BGN

    “Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dadan digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat wakil kepala BGN.

    Bersamaan dengan itu, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari sebagai wakil kepala BGN yang baru menggantikan Lodewijk Pusung serta Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai wakil kepala menggantikan Sony Sonjaya.

    Dadan Hindayana, Sonny Sanjaya, serta Lodewyk Pusung jadi tersangka korupsi tata Kelola MBG di BGN tahun 2025-2026.

    Deretan Fakta Dugaan Korupsi yang Menyeret Dadan Hindayana Cs, Ada Mark Up Pengadaan Motor

    Kejagung RI menetapkan mantan kepala BGN, Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodwyk Pusung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi MBG

    img_title

    VIVA.co.id

    4 Juni 2026

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS