4 Prioritas Nanik sebagai Kepala BGN: Refocusing Penerima MBG hingga Moratorium SPPG - Kompas
4 Prioritas Nanik sebagai Kepala BGN: Refocusing Penerima MBG hingga Moratorium SPPG
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengungkap empat langkah prioritasnya setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana.
Langkah pertamanya adalah melakukan refocusing atau penataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, BGN akan fokus memperbaiki kualitas dan tidak mengejar jumlah penerima manfaat MBG.
"Jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (5/6/2026).
Sengkarut Proyek MBG, Korupsi Terungkap Bikin Prabowo Sedih
Baca juga: Alasan Prabowo Tunjuk Nanik Jadi Kepala BGN: Disiplin Menjaga Kualitas MBG
BGN akan menaruh perhatian lebih besar terhadap kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga siswa sekolah dasar (SD).
"Intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," ujar Nanik.
Moratorium Pembangunan SPPG
Langkah kedua yang akan Nanik lakukan adalah moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Kebijakan tersebut diambil untuk menata penyebaran SPPG atau dapur MBG yang belum erata di sejumlah daerah.
Langkah ketiga, BGN akan membenahi dapur-dapur yang sudah beroperasi agar memenuhi standar penyediaan makanan bergizi.
Baca juga: Tiga Pimpinan BGN Jadi Tersangka: Bongkar Korupsi MBG
BGN juga akan fokus memperbaiki fasilitas dan pelatihan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend," ujar Nanik.
Langkah terakhir, BGN juga akan mencari skema alternatif untuk menjalankan program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Skema alternatif tersebut akan disusun agar pelaksanaannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Nah, itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan. Jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran," ujar Nanik.
Baca juga: BGN Bantah Ada Perintah Hentikan Operasional Dapur MBG

Lihat Foto
Alasan Prabowo Tunjuk Nanik
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN.
Prabowo, kata Prasetyo, menilai Nanik sebagai sosok yang memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjaga kualitas menu MBG.
"Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari siaran Youtube Kompas TV, Kamis (5/6/2026).
Ia juga menyampaikan, Prabowo menilai Nanik sebagai sosok yang dapat memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Baca juga: Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG
Menurutnya, ketegasan itu diperlukan untuk memperkuat tata kelola BGN yang memegang peran strategis dalam program pemenuhan gizi nasional.
Dengan pengalaman dan karakter kepemimpinan Nanik, pemerintah berharap pimpinan baru BGN dapat segera melakukan pembenahan internal dan memperkuat kualitas pelaksanaan program MBG.
"Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujar Prasetyo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Skandal Korupsi MBG: Kronologi dan "Dosa" Dadan dalam Program Mewah Prabowo