0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Garut Makan Bergizi Gratis Spesial

    Anggaran BGN Belum Cair, 6 Dapur MBG di Garut Pilih Hentikan Operasi - Beritasatu

    3 min read

     

    Anggaran BGN Belum Cair, 6 Dapur MBG di Garut Pilih Hentikan Operasi

    Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpantau menghentikan operasional sementara, Senin 8 Juni 2026. (Beritasatu.com/Hendrick Prima)

    Garut, Beritasatu.com – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghentikan operasional sementara akibat belum tersalurkannya anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi ini berdampak pada pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang melayani ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di salah satu SPPG yang dikelola Yayasan Pendidikan Junudurrahman di Desa Karangmulya, Kecamatan Kadungora, aktivitas pengolahan dan distribusi makanan berhenti total. Tidak terlihat kegiatan pelayanan seperti yang biasanya berlangsung setiap hari sekolah.

    Akibat penghentian operasional tersebut, siswa di SDN 4 Mandalasari dan sejumlah sekolah lainnya untuk sementara tidak menerima makanan bergizi gratis yang selama ini disalurkan melalui program MBG.

    ADVERTISEMENT

    Camat Kadungora, Muhamad Badar Hamid, membenarkan bahwa sejumlah dapur SPPG tidak dapat beroperasi karena terkendala pencairan anggaran dari BGN.

    "Memang betul saat ini ada beberapa SPPG yang tidak bisa beroperasional karena terkendala permasalahan anggaran yang belum tersalurkan dari pihak BGN. Kurang lebih ada enam SPPG yang mengalami kendala seperti itu, sementara ada dua yang masih beroperasi," ujarnya, Senin (8/6/2026).

    Menurut Badar, pemerintah kecamatan berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    "Tentu kami sangat berharap ini segera terselesaikan oleh pihak BGN sehingga anggaran bisa segera dicairkan dan pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan," katanya.

    Badar menegaskan penghentian operasional sejumlah dapur SPPG bukan merupakan bentuk protes terhadap pemerintah ataupun Badan Gizi Nasional. Menurutnya, kondisi tersebut murni disebabkan oleh belum cairnya anggaran yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku dan memenuhi kebutuhan operasional harian.

    "Bukan bentuk protes. Dari pihak SPPG tentu tidak mengharapkan kondisi ini. Masalahnya karena anggaran belum cair sehingga mereka tidak bisa menyediakan bahan baku dan kebutuhan operasional lainnya," ucapnya.

    Ia juga meminta masyarakat dan para penerima manfaat untuk bersabar sambil menunggu penyelesaian masalah tersebut.

    "Kami berharap masyarakat bersabar. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kendala ini bisa segera terselesaikan dan SPPG yang bermasalah dapat kembali memberikan pelayanan," ucapnya.

    Terkait penerima manfaat yang terdampak, Badar mengatakan hingga kini belum ada rencana untuk mengalihkan layanan ke dapur SPPG lain yang masih beroperasi. Menurutnya, pengalihan penerima manfaat memerlukan pengaturan distribusi dan perencanaan yang cukup kompleks, sementara belum ada kepastian kapan anggaran akan dicairkan.

    Simak berita dan artikel lainnya di Google News

    Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS