Belum Resmi Jadi Dokter, Danial Habri Arsyi Kantongi 4 LoA Kampus Top Dunia dan Lolos LPDP - Jawa Pos
Belum Resmi Jadi Dokter, Danial Habri Arsyi Kantongi 4 LoA Kampus Top Dunia dan Lolos LPDP
JawaPos.com - Prestasi membanggakan ditorehkan Danial Habri Arsyi, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).
Sebelum resmi menyandang gelar dokter, ia telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) dari empat kampus kesehatan masyarakat terbaik dunia sekaligus lolos beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pencapaian tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Sejak masa preklinik, Danial aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa, mulai dari Komisariat Tingkat, Assalam, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), hingga CIMSA. Aktivitas itu berjalan beriringan dengan kesibukan akademiknya di kampus.
Ketertarikan Danial pada dunia riset mulai tumbuh saat pandemi Covid-19. Pada semester dua, ia bergabung dalam penelitian yang dibimbing Prof. Viskasari Pintoko Kalanjati.
Awalnya hanya membantu pekerjaan administratif, tetapi kemudian berkembang hingga terlibat dalam analisis data dan penulisan ilmiah.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika Danial berhasil menjadi penulis utama (first author) dalam jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1 saat masih duduk di semester lima. Pengalaman itu sekaligus memperkuat minatnya pada bidang penelitian dan kesehatan masyarakat.
Menurut Danial, ketertarikan terhadap kesehatan masyarakat semakin besar setelah mengikuti berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di Surabaya, Madura, dan Bondowoso. Dari pengalaman itu, ia melihat langsung tantangan akses layanan kesehatan yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Keinginannya untuk memperluas wawasan juga diwujudkan melalui berbagai program internasional. Danial pernah mengikuti riset laboratorium di Osaka University, Jepang, serta belajar bedah jantung di Seoul National University Hospital, Korea Selatan.
“Pengalaman internasional tersebut membuka perspektif baru dan membuat saya semakin yakin untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” ujarnya.
Meski menjalani pendidikan dokter dengan jadwal yang padat, Danial tetap menyisihkan waktu untuk riset, membaca literatur ilmiah, dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Disiplin itu membuatnya mampu mempertahankan prestasi akademik, termasuk meraih IPK 4,0 pada tahun kedua masa pendidikan dokter.
Persiapan melanjutkan studi ke luar negeri dimulainya secara serius pada Oktober 2025. Di tengah kesibukan koas, ia menyiapkan berbagai dokumen aplikasi, personal statement, dan rencana studi yang berfokus pada epidemiologi penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskular.
Upaya tersebut berbuah manis. Sebelum kelulusan dokter berlangsung, Danial diterima di empat institusi kesehatan masyarakat bergengsi dunia, yakni Johns Hopkins University Bloomberg School of Public Health, Columbia University Mailman School of Public Health, London School of Hygiene & Tropical Medicine, serta University College London.
“Prosesnya cukup menantang karena harus dijalani bersamaan dengan aktivitas klinis. Kuncinya adalah konsisten memanfaatkan waktu dan tetap fokus pada tujuan,” kata Danial.
Tak hanya mengantongi empat LoA, Danial juga berhasil lolos seluruh tahapan seleksi LPDP dengan bekal portofolio akademik yang kuat dan skor IELTS 8.0. Bahkan, Johns Hopkins University turut memberikan tawaran beasiswa berdasarkan rekam jejak akademik dan riset yang dimilikinya.
Danial menilai keberhasilannya tidak lepas dari dukungan FK UNAIR yang memberikan pendampingan akademik, rekomendasi dari para dosen, hingga kemudahan dalam pengurusan dokumen.
Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani bermimpi besar. “Sering kali batas terbesar ada dalam pikiran kita sendiri. Dengan konsistensi dan kemauan untuk terus belajar, peluang itu akan selalu terbuka,” tuturnya.