Cek Kondisi Tubuhmu, Ini Gejala Diabetes yang Bisa Muncul di Pagi Hari - deitk
Cek Kondisi Tubuhmu, Ini Gejala Diabetes yang Bisa Muncul di Pagi Hari
Daftar Isi
- Gejala Diabetes yang Bisa Muncul di Pagi Hari 1. Rasa Lelah Terus-Menerus 2. Rasa Haus Berlebihan 3. Sering Buang Air Kecil 4. Pandangan Kabur 5. Sakit Kepala 6. Merasa Sangat Lapar
- Bagaimana Cara Memeriksa Kadar Gula Darah? 1. Tusuk Ujung Jari (Finger Prick) 2. Continuous Glucose Monitoring (CGM) Tes Hemoglobin A1C (HbA1c) Tes Gula Darah Puasa (GDP) Tes Gula Darah Sewaktu (GDS) Tes Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP)
Jakarta -
Diabetes merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Beberapa gejala diabetes dapat terlihat pada pagi hari.
Salah satu penyebab umum kadar gula darah tinggi di pagi hari adalah dawn phenomenon atau fenomena fajar. Kondisi ini terjadi ketika hormon yang secara alami diproduksi tubuh pada pagi hari meningkatkan kadar gula darah.
Dikutip dari Cleveland Clinic, dawn phenomenon umum terjadi pada pengidap diabetes. Sejumlah studi menunjukkan bahwa fenomena ini memengaruhi lebih dari 50 persen pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spesialis penyakit dalam, dr. Randy Nusrianto, mengatakan bahwa pada tahap awal, diabetes sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak pengidap tidak menyadari kondisi tersebut dan tidak segera mendapatkan pengobatan.
Tanpa penanganan yang tepat, kadar gula darah dapat meningkat secara signifikan dan memicu munculnya berbagai gejala.
"Jadi gejalanya tidak spesifik," kata dr. Randy dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu.
Meski demikian, diagnosis diabetes tetap harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan medis yang akurat. Pada pengidap diabetes, beberapa gejala hiperglikemia yang dapat muncul pada pagi hari antara lain:
1. Rasa Lelah Terus-Menerus
Diabetes dapat membuat pengidapnya merasa sangat lelah. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Selain itu, dehidrasi akibat meningkatnya frekuensi buang air kecil juga dapat menyebabkan kelelahan.
2. Rasa Haus Berlebihan
Rasa haus berlebihan atau polidipsia merupakan salah satu gejala umum diabetes. Pengidap diabetes sering kali terbangun dengan rasa haus yang sangat kuat karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi.
Dikutip dari Times of India, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan glukosa. Proses ini membutuhkan banyak cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan rasa haus.
3. Sering Buang Air Kecil
Sering buang air kecil atau poliuria merupakan gejala lain diabetes yang sering muncul pada malam hingga pagi hari.
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring lebih banyak glukosa. Glukosa tersebut menarik lebih banyak cairan, sehingga produksi urine meningkat.
4. Pandangan Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata. Kondisi ini memengaruhi kemampuan mata untuk fokus.
Jika tidak ditangani, diabetes dapat menyebabkan terbentuknya pembuluh darah baru di retina atau bagian belakang mata, serta merusak pembuluh darah yang sudah ada.
5. Sakit Kepala
Dikutip dari Healthline, sakit kepala yang berkaitan dengan kadar gula darah tinggi pada diabetes dapat berkisar dari sedang hingga berat dan sering terjadi berulang. Sakit kepala ini dapat menjadi tanda bahwa kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
6. Merasa Sangat Lapar
Diabetes melitus merupakan kondisi ketika tubuh tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.
Dikutip dari Cleveland Clinic, glukosa merupakan sumber energi utama yang diperoleh tubuh dari makanan.
Tanpa insulin yang cukup, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal sebagai energi. Kondisi ini menyebabkan tubuh merasa kekurangan energi dan memicu peningkatan rasa lapar atau polifagia.
Bagaimana Cara Memeriksa Kadar Gula Darah?
Berikut beberapa cara untuk memeriksa kadar gula darah:
1. Tusuk Ujung Jari (Finger Prick)
Sesuai namanya, metode finger prick dilakukan dengan menusukkan jarum ke ujung jari untuk mengambil setetes darah. Pemeriksaan ini menggunakan strip tes dan alat pengukur glukosa yang dapat menampilkan hasil dalam hitungan detik.
2. Continuous Glucose Monitoring (CGM)
CGM adalah metode pemantauan kadar gula darah tanpa perlu menusuk jari secara berulang. Pasien menggunakan sensor kecil yang ditempelkan pada tubuh dan bekerja siang maupun malam untuk mendeteksi kadar gula darah. Hasil pemantauan dapat dilihat melalui perangkat yang terhubung dengan sensor.
Adapun beberapa jenis tes gula darah berdasarkan waktu pengambilan sampel di antaranya:
Tes Hemoglobin A1C (HbA1c)
Dikutip dari MedlinePlus, HbA1c adalah tes darah yang menunjukkan rata-rata kadar gula darah selama dua hingga tiga bulan terakhir.
Hasil pemeriksaan dikategorikan sebagai berikut:
- Normal: di bawah 5,7 persen.
- Prediabetes: 5,7-6,4 persen.
- Diabetes: 6,5 persen atau lebih.
Tes Gula Darah Puasa (GDP)
Tes ini merupakan metode yang cepat dan sederhana untuk mengetahui kadar gula darah.
Pasien harus berpuasa selama 8-12 jam sebelum pemeriksaan. Selama periode tersebut, pasien tidak boleh makan atau minum apa pun kecuali air putih.
Seseorang dinyatakan mengalami diabetes jika kadar glukosa darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih pada dua kali pemeriksaan yang berbeda.
Tes Gula Darah Sewaktu (GDS)
Pemeriksaan ini dilakukan tanpa perlu berpuasa terlebih dahulu. Secara umum, kadar gula darah sewaktu dikatakan normal jika berada di bawah 200 mg/dL.
Tes Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP)
Tes ini dilakukan untuk melihat bagaimana tubuh merespons glukosa setelah makan. Dikutip dari University of Rochester Medical Center, dalam waktu dua jam setelah makan, kadar insulin dan glukosa darah seharusnya kembali mendekati normal. Jika kadarnya tetap tinggi, kondisi tersebut dapat mengindikasikan diabetes.
Hasil normal untuk tes ini adalah kurang dari 140 mg/dL.
(elk/kna)