0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala dunia Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial

    Hotel di AS Naikkan Tarif Gila-gilaan Saat Piala Dunia 2026, Parkir Saja Bisa Rp 8 Juta - Kompas

    8 min read

     

    Hotel di AS Naikkan Tarif Gila-gilaan Saat Piala Dunia 2026, Parkir Saja Bisa Rp 8 Juta

    Sumber Reuters

    NEW JERSEY, KOMPAS.com - Piala Dunia 2026 belum lama dimulai, tetapi dampaknya sudah terasa di sektor perhotelan Amerika Serikat.

    Sejumlah hotel di sekitar stadion tuan rumah menaikkan tarif kamar hingga berkali-kali lipat, bahkan biaya parkir semalam saja bisa mencapai jutaan rupiah.

    Fenomena tersebut terlihat di kawasan East Rutherford, New Jersey, lokasi berdirinya Stadion MetLife yang akan menjadi arena delapan pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk final pada 19 Juli mendatang.

    Baca juga: Skor Amerika Serikat Vs Paraguay 4-1: Kemenangan Terbesar di Piala Dunia sejak 1930

    Diberitakan Reuters, Sabtu (13/6/2026), salah satu hotel yang berada tak jauh dari stadion, World of Blue, mematok tarif parkir sebesar 450 dollar AS atau sekitar Rp 8 juta untuk malam final Piala Dunia.

    Harga tersebut dihitung berdasarkan kurs Rp 17.779,3 per dollar AS.

    Tak hanya parkir, harga kamar hotel juga melonjak tajam. Untuk menginap pada malam final, tamu harus merogoh kocek sekitar 2.300 dollar AS atau setara Rp 40,89 juta per malam.

    Baca juga: Suporter Timnas Inggris Terkejut Harga Minuman yang Mencekik di Stadion

    Sebagai bonus, hotel tersebut menawarkan tarif parkir "diskon" sebesar 383 dollar AS atau sekitar Rp 6,81 juta bagi tamu yang memesan kamar.

    Harga melambung, peminat belum membludak

    Seiring dengan tarif yang sudah melonjak drastis, tingkat pemesanan hotel nyatanya belum sesuai harapan.

    Hotel World of Blue, yang menggelontorkan investasi sekitar 100 juta dollar AS untuk renovasi dan transformasi menjadi hotel mewah menjelang Piala Dunia, justru masih sepi peminat.

    Baca juga: FIFA Klaim Stadion Korea Selatan Vs Ceko 98,51 Persen Penuh, Kenapa Terlihat Kosong?

    Menurut petugas resepsionis Alexandra Sanchez, tingkat okupansi hotel untuk pertandingan fase grup baru berada di kisaran 8 hingga 30 persen.

    Bahkan hingga awal pekan ini, hanya 4 persen kamar yang telah dipesan untuk malam final. Dari seluruh lahan parkir yang tersedia, baru satu tempat parkir yang sudah dibooking.

    Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa gelombang besar suporter yang sebelumnya diperkirakan akan membanjiri kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat belum sepenuhnya terwujud.

    Baca juga: Mengubur Mimpi Miliki Tanah Sendiri di Bali...

    Analis industri perhotelan dan agen perjalanan menilai tingginya harga tiket pertandingan, mahalnya tiket pesawat, serta minimnya pilihan akomodasi terjangkau menjadi beberapa faktor yang menghambat kedatangan wisatawan.

    Motel murah pun ikut naik harga

    Kenaikan harga tak hanya terjadi pada hotel mewah.

    Sebuah motel bintang dua Super 8 di pinggir jalan raya empat lajur mematok tarif sekitar 500 dollar AS atau Rp 8,89 juta untuk malam final.

    Baca juga: Buang Sampah Sembarangan di Shibuya? Turis dan Warga Lokal Sama-sama Bisa Didenda

    Sementara itu, jaringan hotel apartemen ekonomis Extended Stay America menawarkan tarif lebih dari 900 dollar AS atau sekitar Rp 16 juta per malam pada periode yang sama.

    Menurut penelusuran Reuters, sejumlah hotel bahkan mulai menurunkan harga untuk pertandingan fase grup karena permintaan yang belum sesuai ekspektasi.

    Namun, tarif untuk pertandingan-pertandingan besar masih dipertahankan pada level tinggi.

    Baca juga: Ekspor Barang Murah China Melambat akibat Tarif dan Biaya Avtur

    Tarif hotel naik dari Rp 5 juta jadi Rp 94 Juta

    Kenaikan harga juga membuat sebagian pelanggan reguler mengubah rencana mereka.

    Chris Andraka, direktur operasional sebuah perusahaan manufaktur, mengaku terkejut saat mengetahui hotel langganannya menaikkan tarif kamar secara ekstrem selama periode final Piala Dunia.

    Hotel SpringHill Suites milik Marriott yang biasanya mematok tarif sekitar 300 dollar AS atau Rp 5,33 juta per malam, menaikkan harga menjadi 5.300 dollar AS atau sekitar Rp 94,23 juta per malam pada pekan ketiga Juli.

    Baca juga: Dua Sisi Piala Dunia, Cetak Keuntungan Sekaligus Picu Lonjakan Emisi Karbon

    "Saya tidak akan bekerja pada minggu itu," ujar Andraka kepada Reuters.

    Ketika ditanya apakah ia akan merekomendasikan hotel tersebut kepada penggemar sepak bola yang datang ke Piala Dunia, jawabannya cukup singkat.

    "Ada kolam renang, ruang gym kecil, sarapan gratis. Tidak ada yang terlalu istimewa," katanya.

    Baca juga: New York Lockdown demi Trump Bisa Tonton Langsung Final NBA, Warga Mengeluh

    Banyak suporter diperkirakan inap di New York

    Meski berada dekat stadion, hotel-hotel di East Rutherford memiliki keterbatasan tersendiri.

    Pengunjung yang sudah membayar mahal untuk parkir tetap harus menggunakan shuttle bus atau layanan transportasi daring menuju stadion. Berjalan kaki ke stadion bahkan tidak dianjurkan.

    Di meja resepsionis salah satu hotel terdapat pemberitahuan dari kepolisian New Jersey yang menegaskan bahwa berjalan kaki di jalan-jalan sekitar stadion adalah tindakan ilegal dan berbahaya.

    Baca juga: Rupiah Melemah dan Avtur Naik, Biaya Paket Umrah di Jatim Melonjak hingga Rp 4,9 Juta

    Karena itu, banyak suporter diperkirakan memilih menginap di New York City yang menawarkan lebih banyak pilihan hiburan, restoran, dan akses wisata.

    Namun, tingkat pemesanan hotel di New York juga belum menunjukkan lonjakan signifikan.

    Data perusahaan analitik CoStar menunjukkan bahwa hingga 1 Juni 2026, tingkat reservasi hotel untuk malam final Piala Dunia baru mencapai 28 persen.

    Baca juga: Selain Ebola, Lima Virus Lain Menghantui Laga Piala Dunia 2026

    Angka tersebut justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 40 persen.

    Direktur sektor perhotelan AS di CoStar, Jan Freitag, menilai situasi masih bisa berubah dalam beberapa pekan ke depan.

    Menurut dia, permintaan hotel kemungkinan akan meningkat setelah fase gugur dimulai dan tim-tim besar berhasil bertahan lebih lama di turnamen.

    "Untuk beberapa pasar, permintaan hotel akan datang ketika pertandingan-pertandingan besar mulai ditentukan dan tim-tim kuat tetap bertahan. Tim-tim itu nantinya akan membawa lebih banyak pendukung," ujar Freitag.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS