0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Arena Berita Featured Mendagri Piala Dunia Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial

    Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bisa Gerakkan Ekonomi

    4 min read

     

    Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bisa Gerakkan Ekonomi


    KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah (pemda) menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026.

    Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, Tito meyakini perhelatan olahraga tersebut dapat menggerakkan perekonomian daerah.

    Tito mengatakan, berdasarkan pengalamannya, masyarakat Indonesia memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola, termasuk kompetisi internasional.

    Antusiasme tersebut biasanya meningkat saat Piala Dunia berlangsung. Bahkan, ajang itu kerap dirayakan secara meriah oleh masyarakat di berbagai daerah.

    Cara Vendor Motor Listrik MBG Lolos Pengadaan Meski Belum Punya Diler dan Bengkel

    “Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur, pernah jadi Kapolda di Papua. Saya pun mengikuti, di sana itu lebih ramai lagi perayaan Piala Dunianya,” ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (12/6/2026).

    Baca juga: 3 Cara Nonton Piala Dunia 2026, Bisa Gratis di TVRI dan Live Streaming

    Pernyataan tersebut disampaikan Tito seusai menerima kunjungan Direktur Utama TVRI Tb Fiki Chikara Satari di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (12/6/2026).

    Dia menyebutkan, terdapat sejumlah aktivitas ekonomi yang dapat tumbuh selama pertandingan berlangsung.

    Aktivitas tersebut antara lain produksi atribut pendukung, penjualan jersey, penyelenggaraan nobar, hingga kegiatan pelaku usaha kuliner.

    “Ini peluang untuk menggerakkan ekonomi,” kata Tito.

    Menurutnya, kegiatan nobar yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi sarana bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan.

    Baca juga: Kisah Hilda, UMKM Labuan Bajo yang Bertahan di Tengah Badai Ekonomi Berkat Prinsip Tanpa Riba

    Selain itu, berbagai bentuk perayaan yang dilakukan masyarakat saat mendukung tim favorit juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal.

    “Kami akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng, memanfaatkan momentum ini untuk memancing UMKM agar bergerak dan lain-lain. Namun, tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Tito.

    Di sisi lain, ia mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar pertandingan Piala Dunia 2026.

    Baca juga: Presiden Prabowo Rogoh Kocek Pribadi Rp 2,5 M untuk Baksos Skala Besar di Banyumas

    Menurut Tito, capaian tersebut menjadi peluang besar bagi TVRI untuk memperkuat branding sebagai media arus utama.

    Adapun Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

    Golkar soal Harga Pertamax: Bahlil Sedang Benahi Sektor Minyak, jika Selesai Pasti Turun

    Komentar
    Additional JS