MBG Dihentikan Sementara, Orangtua Siswa: Harga Kebutuhan Pokok Turun - Kompas
PONOROGO, KOMPAS.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dihentikan sementara selama masa libur sekolah sekitar tiga pekan.
Penghentian tersebut dilakukan mengikuti Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang menginstruksikan audit dan evaluasi terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejumlah orangtua siswa di Ponorogo mengaku tidak mempermasalahkan penghentian sementara program MBG selama masa libur sekolah.
Baca juga: Distribusi MBG Setop Saat Libur Sekolah, IRT di Lhokseumawe: Baru Kali Ini Benar
Eka, salah seorang wali murid, menilai penghentian distribusi MBG bertepatan dengan turunnya harga sejumlah bahan pangan di pasaran.
Prabowo Teken Revisi UU Polri: Usia Pensiun Kapolri Makin Panjang, Polisi Bisa Dapat Jabatan Sipil
"MBG dihentikan harga-harga juga turun. Contohnya daging ayam sekarang sekitar Rp 26.000 per kilogram. Telur ayam juga tinggal Rp 24.000 per kilogram. Padahal saat MBG masih aktif daging ayam bisa sampai Rp 40.000 per kilogram dan telur sekitar Rp 29.000 per kilogram," ungkap Eka, Selasa (23/6/2026).
Sementara itu, wali murid lainnya, Fitri, berharap pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pembiayaan pendidikan yang dinilai terus meningkat setiap tahun.
"Tidak apa-apa tidak dapat MBG. Lebih baik anggarannya untuk pendidikan gratis. Termasuk biaya pengembangan bakat minat siswa," katanya.
Program MBG dijadwalkan kembali berjalan setelah masa libur sekolah berakhir.
Baca juga: SPPG Tutup saat Libur Sekolah, Relawan MBG Jabar Keluhkan Insentif Terhenti, Siap Protes ke Jakarta
Meski distribusi makanan kepada siswa dihentikan, sejumlah petugas inti di dapur MBG tetap menjalankan tugasnya selama masa libur sekolah.
Koordinator Wilayah SPPG Ponorogo, Sheila Amanda, mengatakan penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari evaluasi program secara nasional.
"Selama libur sekolah distribusi MBG memang dihentikan sementara. Namun, staf tetap masuk sesuai tugasnya masing-masing," ujar Sheila.
BGN Audit Seluruh Dapur SPPG
Menurut Sheila, masa libur sekolah dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
"Kami memanfaatkan momentum libur sekolah ini. Kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur," imbuhnya.
Audit tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Mitra Dapur SPPG Galak Slahung, Ryan Handoko, mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan penghentian sementara yang dikeluarkan BGN.
Selama masa libur sekolah, relawan yang terlibat dalam operasional harian dapur diliburkan sementara.
"Ya kita libur sesuai Surat Edaran terbaru dari BGN. Relawan seperti juru masak, pencuci ompreng, sopir, hingga petugas distribusi diliburkan sementara. Namun, petugas inti tetap berjaga. Tidak kemudian semuanya libur. Kalau mau diaudit tidak masalah," ujarnya.
Petugas inti yang tetap bekerja antara lain tenaga administrasi, akuntan, pengawas gizi, dan petugas keamanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Kesal Israel Terus Serang Lebanon, Trump Akui Harus Jaga Netanyahu “Tetap Waras”