Menteri Swedia Banjir Pujian Bawa Bayinya Rapat Uni Eropa - Kompas
KOMPAS.com - Sebuah pemandangan tidak biasa terjadi dalam pertemuan tingkat menteri Uni Eropa di Luksemburg pada Kamis (25/6/2026).
Menteri Lingkungan Hidup Swedia Romina Pourmokhtari menarik perhatian publik setelah hadir dengan membawa bayinya yang baru berusia tiga bulan.
Langkah berani ini dinilai mendobrak tradisi dan batasan yang selama ini melekat pada dunia kerja profesional, khususnya bagi perempuan di ranah politik global.
Baca juga: Menteri Israel Mau Bertindak Sendiri, Sebut AS Naif jika Percaya pada Iran
Pejabat Uni Eropa bahkan menyebut momen ini sebagai kali pertama seorang bayi dibawa langsung ke dalam salah satu pertemuan menteri di blok tersebut.
Hasil Panama Vs Inggris 0-2, Gol Bellingham dan Kane Bawa Tiga Singa Juara Grup L
Politikus berusia 30 tahun itu tiba di lokasi pertemuan menteri lingkungan hidup dengan menggendong putranya, Adam, menggunakan gendongan, sebagaimana dilansir AFP.
Dia juga tampak didampingi oleh seorang asisten yang membantu mendorong kereta bayi di belakangnya.
Saat ditemui oleh para jurnalis dengan Adam yang tertidur di gendongannya, Pourmokhtari menyampaikan pesan kuat mengenai keseimbangan peran bagi seorang perempuan berkarier.
Baca juga: Siapa Andy Burnham, Calon Kuat Kandidat Perdana Menteri Inggris?
"Senang juga bisa menjadi contoh bahwa kita tidak harus memilih antara menjadi menteri yang hadir (untuk negara) dan menjadi ibu yang hadir (untuk anak)," ujar Pourmokhtari kepada wartawan.
Dia juga memuji fleksibilitas yang ada di kawasan Eropa, yang memungkinkan dirinya untuk menjalankan kedua tanggung jawab tersebut secara bersamaan.
"Ada banyak hal yang membuat Eropa menjadi tempat yang luar biasa untuk ditinggali. Salah satunya adalah hal ini, di mana kita memiliki kemungkinan untuk menghadiri pertemuan sekaligus merawat anak saya," tambahnya.
Aksi Pourmokhtari ini langsung mendapat sambutan hangat dari rekan-rekan sejawatnya.
Baca juga: Partai Kecoak India Gelar Aksi Lagi, Tuntut Menteri Pendidikan Mundur
Rekan kerja sesama menteri dari Perancis, Monique Barbut, langsung memberikan hadiah berupa baju terusan bayi untuk Adam.
Dukungan serupa juga datang dari Menteri Iklim Spanyol, Sara Aagesen. Melalui sebuah unggahan di media sosial yang disertai foto ibu dan anak tersebut di ruang sidang, Aagesen menyambut hangat kehadiran Adam dalam pembahasan isu lingkungan hidup.
"Ilustrasi terbaik mengenai alasan mengapa kita berada di sini: bekerja hari ini demi meninggalkan planet yang lebih baik bagi mereka yang akan mewarisinya esok hari," tulis Aagesen dalam unggahannya.
Kehadiran Pourmokhtari dan bayinya memicu kembali diskusi penting mengenai tantangan yang dihadapi para ibu dalam menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan anak.
Baca juga: Ejek Aktivis dan Dukung Penghapusan Palestina, 2 Menteri Israel Dilarang Masuk Irlandia
Berbagai studi menunjukkan bahwa perempuan cenderung kehilangan kesempatan promosi, peluang karier, hingga pendapatan yang lebih tinggi setelah mereka memiliki anak.
Guna mempermudah kehidupan para legislator perempuan, Parlemen Eropa baru-baru ini bahkan telah mengubah aturan internal mereka.
Aturan baru tersebut kini mengizinkan para ibu baru untuk menggunakan hak pilihnya melalui perwakilan atau wali.
Pourmokhtari sendiri bukanlah politikus pertama yang menyoroti perjuangan seputar hak ibu ini.
Di panggung internasional, ada beberapa figur publik lain yang pernah melakukan langkah serupa.
Baca juga: Sultan Brunei Rombak Kabinet, Tunjuk Dua Putranya Jadi Menteri
Pada tahun 2018, mantan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menuai banyak pujian setelah membawa putrinya yang berusia tiga bulan, Neve, ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Momen tersebut tercatat sebagai penampilan bayi pertama dalam sejarah organisasi dunia tersebut.
Ardern sendiri merupakan perdana menteri kedua dalam sejarah yang melahirkan saat masih menjabat, setelah Benazir Bhutto dari Pakistan pada tahun 1990.
Satu tahun sebelum Ardern, tepatnya pada 2017, Larissa Waters juga mencetak sejarah baru dalam dunia politik Australia.
Dia menjadi perempuan pertama yang menyusui bayinya yang baru lahir secara langsung di dalam ruang parlemen negara tersebut.
Baca juga: Israel-Lebanon Gencatan Senjata, Menteri Sayap Kanan Ekstrem Nagmuk-ngamuk
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Israel-Lebanon Teken Kesepakatan, Netanyahu: Pukulan Telak bagi Iran