Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lippo Group Meikarta Spesial

    Negara Dapat Hibah 30 Hektare dari Lippo Group di Meikarta, Bakal Dibangun Rusun Subsidi - Tribunnews

    7 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Pemerintah dan Lippo Group akan melakukan serah terima hibah lahan Meikarta seluas 30 hektare pada 29 Juni 2026.
    • Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
    • Proyek ditargetkan rampung Agustus 2028 dengan rencana pembangunan 54 tower rusun di tiga lokasi.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah bersama dengan pengembang sekaligus pemilik lahan Meikarta yakni Lippo Group akan secara resmi melaksanakan serah terima hibah lahan Kawasan Meikarta, di Cikarang seluas 30 hektare untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi.

    Adapun serah terima tersebut dipastikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara akan berlangsung, Senin (29/6/2026) pekan depan di Wisma Danantara.

    "Nanti kita hari Senin akan ada acara untuk penyerah terimaan hibah dari Lipo Group kepada negara secara resmi, izin Pak Rosan di Gedung Danantara ya, lantai 3, jam 3 sore," kata Ara saat jumpa pers di Kantor BPKP Pusat, Jakarta, Senin (22/6/2026) malam.

    Baca juga: Mochtar Riady Hibahkan 31,2 Ha Lahan Meikarta ke Danantara untuk Rusun Bersubsidi

    Sebelum melakukan serah terima hibah lahan tersebut, kedua pihak telah melakukan pertemuan dan diskusi dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.

    Dalam pertemuan tersebut, Ara mengakui pihaknya mendapatkan masukan dari Kepala BPKP, Ateh mengenai mekanisme dari penyerahan hibah lahan.

    Tak hanya Ara, turut hadir Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Doni Oskaria serta Ketua Lippo Group James Riyadi.

    Ara lantas berharap, dengan akan dibangunnya proyek rusun seluas hampir 30 hektare di Meikarta tersebut akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, khusunya mereka yang masuk kategori berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian.

    "Bagaimana pelaksanaan dari lahan itu, supaya bisa segera, bisa sesuai arahan Bapak Presiden, bisa menyiapkan hunian yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia," tukas dia.

    Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, dengan adanya pertemuan bersama Kepala BPKP maka ke depan, pembangunan rusun subsidi di Meikarta diharapkan akan berjalan dengan aman.

    Sebab kata dia, faktor yang paling utama dalam membangun proyek perumahan dengan dasar penggunaan lahan hibah yakni menjamin agar pembangunan dilakukan berdasarkan aturan.

    "Karena dengan begini kan semuanya ini bisa merasa nyaman, dan yang paling baik adalah kita bisa melanjutkan pembangunan dari program yang sudah direncanakan ini dengan cepat dan dengan proper sesuai dengan aturan yang ada," kata Rosan.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut lantas berharap, dengan dibangunnya rusun subsidi tersebut maka ke depan akan makin banyak masyarakat dengan penghasilan rendah yang memiliki hunian layak.

    Dia menyebut, kepemilikan hunian layak bagi masyarakat merupakan hak yang harus didapat, sehingga pemerintah diklaim Rosan, akan mengupayakan hal tersebut.

    "Nah itu kan sangat penting karena ini juga memberikan asas manfaat yang sangat luar biasa terhadap apa, terutamanya masyarakat Indonesia, masyarakat yang mungkin berpenghasilan kurang mampu," kata dia.

    "Sehingga mereka pun mendapatkan haknya untuk memiliki tempat tinggal yang layak, yang baik, dan yang memang sudah menjadi hak mereka untuk mendapatkan perumahan yang layak ini di Meikarta," tukas Rosan.

    Target Rampung Agustus 2028

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait alias Ara menyampaikan soal nasib kelanjutan rencana pembangunan rumah susun (Rusun) subsidi di Kawasan Meikarta, Cikarang.

    Kata Ara, pihkanya menargetkan kalau Rusun subsidi yang dibangun di atas lahan 30 hektare tersebut akan rampung pada Agustus 2028 mendatang.

    "Kemudian tanggal, rencananya bulan Agustus, kita sudah naik ke atas. Dan doakan, bulan Agustus 2028, kita sudah menyerahkan, Pak. Ada tiga lokasi, Pak, masing-masing 10 hektare," kata Ara saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

    Ara menyebut, dalam pembangunannya ini, negara sama sekali tidak mengeluarkan uang, lantaran negara mendapatkan hibah tanah seluas 30 hektare.

    Diketahui, Meikarta merupakan proyek perumahan dengan fasilitas lengkap dengan pengembang utama PT Lippo Group.

    Saat ini kata Ara, negara sudah melakukan land clearing untuk membangun setidaknya tiga tower rusun subsidi di kawasan Meikarta.


    "Jadi negara itu mendapatkan hibah Pak. Tadi kan Bapak menyampaikan bagaimana melibatkan Pak, jadi negara tidak mengeluarkan uang untuk tanahnya Pak. Saya sudah rapat nanti bagaimana pembiayaannya, bagaimana tapi tanahnya hibah 30 hektare," ucap Ara.


    Lebih lanjut, Ara menyampaikan soal peta dari pembangunan proyek rusun subsidi Meikarta ini.


    Kata dia, nantinya setiap lahan 10 hektare memilki 18 tower rusun, di mana setiap tower memiliki 30 lantai dengan 3 model kamar tidur.


    Dirinya juga memastikan, ekosistem dan lingkungan di Meikarta saat ini sudah hidup, dengan artian, akses fasilitas umum sudah bisa dijangkau dengan cepat.


    "Rencananya, setiap lokasi 18 tower, setiap tower 30 lantai, ada tiga model, satu kamar, dua kamar, tiga kamar. Ukurannya kira-kira 25, 35, 45. Jadi ini akan menjadi ekosistem yang baik, Pak, bagi perumahan rakyat di kawasan itu," kata dia.


    "Itu saya sudah cek lima ekosistemnya, dari tempat yang dibangun di sini, rata-rata 10 menit kemana saja, satu, ke tempat ibadah, saya sudah lihat masjidnya, cuma 10 menit," tukas Ara.

    Komentar
    Additional JS