0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Kasus Kodam Udayana Labuan Bajo TNI dan Brimob

    Penjelasan Kodam Udayana Soal Insiden TNI dan Brimob di Labuan Bajo yang Berujung Penikaman (- Kompas

    5 min read

     

    Penjelasan Kodam Udayana Soal Insiden TNI dan Brimob di Labuan Bajo yang Berujung Penikaman

    Sumber Antara

    DENPASAR, KOMPAS.com - Kodam IX/Udayana mengungkap kronologi awal insiden perkelahian yang melibatkan anggota TNI dan Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Peristiwa tersebut berujung pada penikaman terhadap seorang anggota Brimob dan kini masih dalam proses pendalaman oleh aparat berwenang.

    Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh masih bersifat sementara berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan.

    Baca juga: Kronologi 4 Anggota Brimob Ditikam di Labuan Bajo Usai Acara Syukuran, Propam dan POM AD Bentuk Tim Gabungan

    Apa awal mula peristiwa perkelahian tersebut terjadi?

    Menurut keterangan Kodam IX/Udayana, insiden bermula saat tiga anggota Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R., menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda J.G. yang digelar di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6) malam.

    Ketiga anggota TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan awalnya diterima dengan baik oleh tuan rumah.

    Namun, situasi mulai berubah ketika terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi acara.

    Sekitar 30 menit setelahnya, lebih dari 15 anggota Brimob disebut kembali mendatangi lokasi tersebut, yang kemudian menjadi titik awal terjadinya ketegangan.

    Baca juga: Kapolda NTT dan Pangdam Udayana Kompak Selesaikan Kasus Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo

    Bagaimana kronologi dugaan pengeroyokan terjadi?

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah anggota Brimob diduga menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sebelum terjadinya pemukulan dan pengeroyokan.

    Situasi tersebut kemudian berkembang ketika Pratu I.W. berusaha membantu rekannya, namun justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan.

    Dalam kondisi terdesak, Pratu I.W. berhasil melarikan diri menuju rumah orang tuanya dan mengambil senjata tajam jenis pisau kerambit.

    "Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua anggota Kodim oleh sejumlah anggota Brimob yang berada di lokasi," kata Amrizal dikutip dari Antara.

    Baca juga: 3 Anggota Brimob di Labuan Bajo Ditikam, Dandim Angkat Bicara

    Ia menambahkan bahwa keterangan tersebut juga diperkuat oleh sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian.

    Menurut saksi, warga sempat berupaya melerai insiden tersebut, namun pengeroyokan tetap berlangsung di tengah situasi yang semakin tidak terkendali.

    Apa yang menyebabkan terjadinya penikaman?

    Kodam IX/Udayana menjelaskan bahwa berdasarkan berita acara pemeriksaan, Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut.

    Namun, tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi tertekan karena merasa keselamatan dirinya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.

    Dengan demikian, tindakan itu saat ini masih menjadi bagian dari materi penyelidikan untuk melihat konteks kejadian secara menyeluruh, termasuk unsur pembelaan diri maupun potensi pelanggaran hukum.

    Baca juga: Terbongkarnya Jaringan Peredaran Sabu Aceh-Jabodetabek, Oknum TNI Terancam Dipecat

    Bagaimana kondisi korban dan situasi setelah kejadian?

    Setelah insiden penikaman terjadi, situasi di lokasi disebut berangsur kondusif. Teriakan adanya korban yang terkena tusukan membuat kerumunan mulai terurai dan situasi dapat dikendalikan.

    Korban kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini, kondisi korban masih dalam pemantauan pihak terkait.

    Kodam IX/Udayana menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan saat ini masih merupakan hasil pemeriksaan awal.

    Proses investigasi masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat.

    Baca juga: Apa Respons TNI Terkait Vonis Penyiram Air Keras Andrie Yunus?

    Saat ini, Subdenpom IX/1-1 Ende masih melakukan pendalaman lebih lanjut di lapangan.

    Kolonel Inf Amrizal Nasution menekankan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap secara lengkap.

    "Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Proses hukum dan investigasi masih berjalan untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan," ujarnya.

    Kodam IX/Udayana juga menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan kasus individual dan tidak mencerminkan hubungan kelembagaan antara TNI dan Polri.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS