0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Kesehatan Kriminal Spesial

    Sate Maut yang Tewaskan Aminah Dikirim Menantu Korban, Akui Kirim Pakai Mantra, Belum Jadi Tersangka - Tribunnews

    7 min read

     

    Sate Maut yang Tewaskan Aminah Dikirim Menantu Korban, Akui Kirim Pakai Mantra, Belum Jadi Tersangka

     


    Ringkasan Berita:
    • Polisi mengungkap pengirim sate misterius yang diterima Aminah (56) di Boyolali adalah menantunya sendiri berinisial P, yang telah mengakui mengirim paket tersebut.
    • Aminah ditemukan meninggal sehari setelah menerima sate. Kecurigaan muncul karena korban mengeluarkan busa dari mulut dan sejumlah ayam mati usai memakan sisa sate.
    • P masih berstatus saksi. Polisi menunggu hasil uji toksikologi dan forensik untuk memastikan penyebab kematian serta kemungkinan keterlibatan pihak tertentu.

    WARTAKOTALIVE.COM, BOYOLALI – Misteri kematian Aminah (56), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten BoyolaliJawa Tengah, mulai menemukan titik terang.

    Setelah lebih dari dua pekan menyisakan tanda tanya dan duka mendalam bagi keluarga, polisi mengungkap bahwa pengirim paket sate misterius yang diduga penyebab korban tewas ternyata adalah menantunya sendiri, berinisial P.

    Kasus yang sempat menghebohkan masyarakat ini menjadi perhatian luas karena rangkaian peristiwanya yang tidak biasa.

    Aminah ditemukan meninggal dunia sehari setelah menerima kiriman sate dari seorang pengemudi ojek online.

    Baca juga: Ini Solusi Cegah Kematian karena Keracunan Gas Buang Kendaraan saat Mudik dan Arus Balik Lebaran

    Di lokasi kejadian, keluarga juga menemukan sejumlah ayam mati setelah memakan sisa sate yang dibuang.

    Meski demikian, penyidik menegaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan uji toksikologi dari Biddokkes Polda Jawa Tengah.

    Polisi: Menantu Akui Mengirim Sate ke Rumah Korban

    Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan saksi dalam penyelidikan kasus tersebut, termasuk P yang merupakan menantu korban.

    P menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar delapan jam di Mapolres Boyolali. Dalam pemeriksaan itu, ia mengakui telah mengirim paket sate ke rumah Aminah.

    "Yang bersangkutan menyampaikan kepada penyidik bahwa memang dirinya yang mengirimkan sate tersebut ke kediaman korban," kata Indra kepada wartawan, Kamis (5/6/2026).

    Meski pengakuan itu menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan, polisi belum menetapkan P sebagai tersangka.

    Statusnya hingga kini masih sebagai saksi karena belum ada bukti ilmiah yang memastikan sate tersebut menjadi penyebab kematian korban.

    "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Biddokkes Polda Jateng. Setelah hasilnya keluar, baru dapat ditentukan apakah ada keterkaitan langsung dengan kematian korban," ujar Indra.

    Kronologi Sate Misterius hingga Aminah Ditemukan Meninggal

    Kasus ini bermula pada 19 Mei 2026 ketika Aminah menerima kiriman makanan berupa sate yang diantar seorang pengemudi ojek online.

    Menurut keterangan keluarga, pengirim paket tersebut tidak diketahui. Karena merasa curiga, anak korban meminta ibunya untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut dan menyarankan agar dibuang.

    Namun keesokan harinya, pada 20 Mei 2026, Aminah ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

    Baca juga: Pria di Ciputat Tangsel Terbakar Hebat Saat Bakar Sate Daging Kurban, Pertalite Picu Kobaran Api

    Saat ditemukan, kondisi korban menimbulkan kecurigaan keluarga. Aminah tergeletak tak bernyawa dengan adanya muntahan dan busa di area mulut.

    "Kondisi korban saat ditemukan mengeluarkan sedikit muntahan dan busa dari mulutnya," ujar kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsar.

    Kecurigaan semakin menguat setelah sejumlah ayam di sekitar rumah korban mati mendadak setelah memakan sisa sate yang dibuang.

    Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian hingga akhirnya dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk kepentingan penyelidikan.

    Hubungan Menantu dan Mertua Disebut Tidak Harmonis

    Dalam perkembangan penyelidikan, keluarga korban mengungkap adanya persoalan hubungan antara Aminah dan menantunya.

    Kakak korban, Widodo, menyebut P kerap meminta uang kepada Aminah. Menurutnya, pelaku diduga sering berbohong demi memperoleh bantuan finansial dari mertuanya.

    Widodo juga mengungkap bahwa P memiliki kebiasaan berjudi online dan sering meminjam uang kepada banyak orang.

    "Track record-nya memang kurang baik. Sering mencari pinjaman dan bermain judi online," ujar Widodo.

    Bahkan menurut keluarga, setelah Aminah mengalami kondisi kritis, P sempat datang menjenguk dan membawakan roti ke rumah korban.

    Fakta tersebut membuat keluarga semakin mempertanyakan motif di balik pengiriman sate misterius tersebut.

    Pengakuan Mengejutkan: Mengirim Jampi-Jampi untuk Permudah Meminta Uang

    Keterangan lain yang mencuat berasal dari pengakuan P kepada keluarga saat diperiksa polisi.

    Menurut Widodo, P membantah telah mencampurkan racun ke dalam sate.

    Ia justru mengaku hanya memberikan "jampi-jampi" atau mantra agar mertuanya lebih mudah memberikan uang ketika diminta.

    "Dia bilang tidak memberi racun, hanya memberi jampi-jampi supaya kalau meminta uang kepada mertuanya lebih mudah," kata Widodo menirukan pengakuan yang disampaikan keluarga.

    Pernyataan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang turut didalami penyidik dalam mengungkap motif sebenarnya.

    Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

    Saat ini fokus penyelidikan berada pada hasil pemeriksaan laboratorium terhadap jenazah korban, sampel muntahan, pakaian korban, serta bangkai ayam yang ditemukan di sekitar lokasi.

    Polisi menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian tanpa dasar ilmiah yang kuat.

    Kasus ini menjadi perhatian besar karena menyangkut dugaan kematian tidak wajar yang melibatkan hubungan keluarga dekat.

    Bagi keluarga Aminah, tujuan utama pelaporan bukan sekadar mencari pihak yang harus bertanggung jawab, melainkan memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian orang yang mereka cintai.

    "Kami hanya ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi agar keluarga bisa tenang," kata kuasa hukum keluarga.

    Hingga kini, publik masih menunggu hasil investigasi forensik yang akan menentukan apakah kiriman sate tersebut memang menjadi penyebab kematian Aminah atau terdapat faktor lain di balik tragedi yang mengguncang Boyolali ini.

    Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

    Komentar
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Menyiapkan Link & Penunjuk Waktu...
    Additional JS