Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Febrie Adriansyah Kasus Spesial

    Alasan Polisi Tak Pamerkan Foto Keluarga yang Disita Usai Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Sentul - Tribunnews

    5 min read

     

    Alasan Polisi Tak Pamerkan Foto Keluarga yang Disita Usai Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Sentul

    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Polri mengamankan foto keluarga saat geledah rumah di Sentul, namun memilih tidak memamerkannya demi menjaga privasi warga.
    • Foto tersebut ditemukan dalam serangkaian penggeledahan 12 lokasi terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU oleh tim gabungan.
    • Polisi mengungkap penggeledahan dilakukan atas dugaan korupsi di PT Asabri, PT CBS, serta penyitaan uang sebesar Rp 67,2 M.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri masih merahasiakan foto keluarga yang disita dari rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat saat penggeledahan, yang belakangan diakui Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai rumahnya.

    Namun, foto keluarga tersebut tidak dipamerkan layaknya barang bukti lain yakni tumpukan uang hingga emas batangan yang juga didapat dari hasil penggeledahan tersebut.

    Dari pantauan Tribunnews.com, ada tiga bingkai foto terdiri dari dua berukuran kecil dan satu berukuran besar yang dibawa ke lokasi konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta pada Jumat (10/7/2026) malam.

    Baca juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Sebut Uang di Rumah Sentul Ada yang Punya, Pengamat: Harusnya Dia Curiga

    Namun, ketiga bingkai foto itu hanya disimpan di bagian samping di dekat meja bundar yang berada di bawah tangga yang menuju lantai dua gedung.

    Dua bingkai foto berukuran kecil ditaruh dengan posisi terbalik. Sementara, bingkai foto yang berukuran besar ditutup dengan selimut dengan gambar klub bola asal Inggris, Manchester United.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan alasan mengapa pihaknya tidak menunjukkan foto keluarga tersebut. 

    Hal itu, lantaran pihak kepolisian masih menjaga privasi sosok-sosok yang berada di dalam foto tersebut.

    "Kami sampaikan bahwa untuk foto tidak akan kami tampilkan karena ada hal-hal yang bersifat privasi yang harus kami jaga. Di situ terdapat foto keluarga dan kami juga harus tetap melindungi keluarga serta pihak-pihak lainnya," ucap Budi Hermanto dalam konferensi pers.

    Dalam video yang viral saat penggeledahan, terlihat foto keluarga yang berada di rumah Sentul adalah keluarga dari Jampidsus Febrie Adriansyah.

    Untuk informasi, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU pada Rabu (8/7/2026).

    Adapun penggeledahan dilakukan atas dasar penyidikan terhadap sejumlah perkara, yakni dugaan korupsi batu bara PLTU, PT Asabri, dan Krakatau Steel.

    Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon mengatakan laporan pertama berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan/atau TPPU yang melibatkan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam proses penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan/atau Asuransi Jiwa Jiwasraya pada kurun waktu 2020 hingga 2025.

    Laporan kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan/atau TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan pegawai negeri atau penyelenggara negara pada periode yang sama.

    Dalam hal ini, 12 lokasi itu yakni PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat; Rumah saudara MN di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan.

    Selanjutnya, Rumah saudara TK di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG / CP di Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; Rumah saudara DR di kawasan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan.

    Kemudian, rumah saudari MILDK di Apartement Pacific Place yang sebelumnya disebut mall mewah; Rumah di Sentul, Kabupaten Bogor; Kafe de'Clan Signature, Jakarta Selatan; Koin Money Changer, Jakarta Selatan; dan sebuah ruko, Cipete, Jakarta Selatan.

    Diketahui, dari penggeledahan di kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, polisi menyita uang senilai Rp67,2 miliar dalam bentuk mata uang rupiah hingga mata uang asing dolar Amerika Serikat dan Singapura.

    Uang itu ditemukan di dalam sebuah brankas tersembunyi di balik sebuah lemari pajangan yang bisa dibuka dengan cara didorong.

    Selain itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen serta tiga orang pegawai yang dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan.

    Komentar
    Additional JS