Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Spesial Sudaryono

    Kata Sudaryono soal Penyelesaian Tunggakan BGN Rp1,6 Triliun - Kompas TV

    3 min read

     

    × LOGIN LIVE TV

    Kompas.tv - 30 Juli 2026, 06:45 WIB

    Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama kedua wakilnya menyampaikan keterangan dalam peresmian Pusat Pelayanan Publik dan Media Center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). (Sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjawab pertanyaan mengenai langkah pihaknya untuk menindaklanjuti tunggakan senilai Rp1,6 triliun. 

    Ia menyatakan pembayaran tunggakan akan diselesaikan usai adanya hasil audit yang jelas.

    "Tunggakan ini itu ranah dari auditor, sedang diaudit. Manakala clean and clear, ya saya kira dibayar," katanya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

    Ia menegaskan keputusan terkait tindak lanjut tunggakan BGN itu akan dilakukan berdasarkan sistem, tidak berdasarkan keputusan individu.

    Sudaryono menekankan, ia ingin keputusan yang dijalankan di badan yang dipimpinnya itu berdasarkan mekanisme yang sah dan benar. 

    "Kita ingin yang sah, yang bagus, yang benar sesuai dengan mekanisme yang mana, itu yang kita selesaikan. Saya kira no issue, nggak ada masalah," ucapnya. 

    Baca Juga: Kepala BGN Respons Kejagung soal MBG Boros Rp10,5 Triliun per Tahun

    Adanya tunggakan Rp1,6 triliun tersebut sebelumnya diungkapkan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Jumat, 17 Juli 2026.

    "Terdapat tunggakan sekitar Rp1,609 triliun atas pekerjaan yang telah selesai, tetapi belum dibayarkan," ungkapnya, dilansir Antara

    Ia mengatakan pembayaran tunggakan itu akan dilakukan melalui mekanisme tunggakan menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2026. 

    Dalam kesempatan itu, BGN meminta maaf kepada pihak ketiga karena pembayaran masih menunggu penyelesaian administrasi.

    Selain tunggakan yang telah dicatat, terdapat potensi tagihan sekitar Rp743 miliar yang masih dalam proses verifikasi.

    Menurut Agustina, rekap tunggakan terbesar di BGN berasal dari pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Baca Juga: Sudaryono Larang Pegawai BGN Diam-Diam Terima Pihak Berkepentingan

    Sumber : Kompas TV, Antara

    Komentar
    Additional JS