Kisah Pilu Korban KLM Nurul Salsa di Selayar, 3 Orang Meninggal di Atas Gabus lalu Dilepas ke Laut - Kompas
SELAYAR, KOMPAS.com – Kisah memilukan datang dari tragedi tenggelamnya Kapal Motor Laut (KLM) Nurul Salsa 01 di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Dua orang penumpang yang berhasil ditemukan selamat setelah empat hari terombang-ambing di laut membagikan kesaksian pilu. Berdasarkan keterangan mereka, awalnya ada lima orang yang mencoba bertahan hidup bersama, namun nahas, 3 orang meninggal di atas gabus akibat tidak mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem.
Lebih memilukan lagi, korban yang selamat terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya tersebut ke tengah laut karena kondisi jasad yang mulai membusuk setelah terapung selama beberapa hari.
Baca juga: Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
Kronologi Bertahan Hidup di Atas Gabus
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2026). Saat kapal mulai tenggelam, para penumpang bergegas menyelamatkan diri dengan alat seadanya. Dua korban selamat, yakni Asmal atau Jasmal (24) dan Nurmiati (46), memilih bertahan di atas selembar gabus (styrofoam) dari kapal sambil tetap mengenakan jaket pelampung bertuliskan KLM Nurul Salsa.
Detik-detik Kapal Kargo Terbelah dan Tenggelam di Selat Hormuz akibat Tabrakan Misterius
Awalnya, mereka bertahan berlima di atas lembaran gabus tersebut. Namun, arus laut yang sangat kuat membawa mereka hanyut berhari-hari hingga mencapai perairan Sabalana.
Selama proses terombang-ambing itulah, tiga orang lainnya mengembuskan napas terakhirnya.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Immawan, mengonfirmasi informasi mengenai 3 orang meninggal di atas gabus tersebut berdasarkan keterangan awal dari korban selamat.
"Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah sudah membusuk," ujar Didid saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum bisa memastikan identitas dari ketiga korban yang meninggal dunia tersebut. Pihak kepolisian baru akan mendalami keterangan lebih lanjut setelah kondisi kesehatan mental dan fisik kedua korban selamat membaik.
Evakuasi Dramatis Menggunakan KRI Marlin-877
Setelah empat hari bertahan hidup, Asmal dan Nurmiati akhirnya ditemukan terdampar di Pulau Balalohong (Balaloho), Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05 pada Minggu (19/7/2026).
Informasi penemuan ini kemudian diterima oleh kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Marlin-877 dari Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI), yang tengah melakukan penyisiran di sektor 3 wilayah pencarian pada pukul 13.30 WITA.
KRI Marlin-877 segera bergerak menuju lokasi koordinat 06°50’929”LS – 118°57’146”BT dan tiba pada pukul 14.45 WITA. Tim langsung menurunkan sekoci untuk menjemput kedua korban di Pulau Matalaang dalam kondisi yang sudah sangat lemas akibat dehidrasi berat.
Baca juga: Viral Kakek Serahkan Pelampung ke Cucunya Sesaat Sebelum KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar
Mewakili Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, Komandan KRI Marlin-877 Letkol Laut (P) Rahmad Kurniawan Sembiring, menjelaskan bahwa kedua korban langsung mendapat pertolongan pertama di atas kapal perang.
"Selanjutnya, korban akan kami bawa ke Pulau Jampea Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut lagi di sana," kata Letkol (P) Rahmad Kurniawan dalam keterangan tertulisnya.
Selain ke Pulau Jampea, korban juga direncanakan akan dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Operasi SAR Terus Diperketat di Tengah Gelombang Tinggi
Kesaksian mengenai 3 orang meninggal di atas gabus dan hanyut di perairan menjadi petunjuk penting bagi Tim SAR Gabungan untuk memperluas area pencarian. Kuatnya arus laut terbukti telah membawa para korban sangat jauh dari titik awal tenggelamnya kapal hingga memasuki wilayah perairan Kabupaten Pangkep.
Pihak Polres Kepulauan Selayar langsung memperketat koordinasi lintas wilayah untuk mempercepat penemuan korban lainnya.
"Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep serta jajaran kepolisian yang memiliki wilayah perairan untuk memperkuat pencarian dan memastikan setiap informasi penemuan korban dapat segera ditindaklanjuti," kata AKBP Didid Immawan.
Baca juga: Berikut Nama Korban Selamat dan Hilang KM Nurul Salsa di Perairan Selayar
Berdasarkan data Posko Operasi SAR hingga Minggu (19/7/2026) pukul 14.30 WITA, total korban KLM Nurul Salsa yang telah ditemukan dalam keadaan selamat mencapai 59 orang, sementara 1 orang dikonfirmasi meninggal dunia (di luar 3 korban hilang yang diduga meninggal di atas gabus).
Saat ini, masih ada 18 korban lain yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan operasi SAR hari kelima ini mencakup area seluas 1.305 nautical mile persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian.
Operasi besar ini melibatkan alutsista canggih seperti KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, serta sinergi penuh dari unsur TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, dan kapal-kapal nelayan setempat.
"Kami terus mengoptimalkan seluruh unsur dan alut yang terlibat agar korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan," ujar Andi Sultan.
Baca juga: Kronologi KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Berawal dari Mati Mesin hingga 27 Penumpang Hilang
Meskipun saat ini kondisi cuaca di perairan Sulawesi Selatan sedang dipengaruhi oleh gelombang tinggi yang mencapai 2 hingga 3 meter, Basarnas memastikan hal tersebut tidak akan menyurutkan semangat seluruh personel di lapangan untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat dan nelayan yang melihat tanda-tanda korban untuk segera melapor ke posko terdekat.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 4 Hari Terapung di Laut, Dua Korban KLM Nurul Salsa Ungkap Tiga Rekannya Meninggal di Atas Gabus
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang