Langit Cerah, Pria 24 Tahun di Singapura Tewas Tersambar Petir -
Ringkasan Berita:
- Seorang pria berusia 24 tahun meninggal dunia setelah tersambar petir saat bermain paddleboard di Pantai Pasir Ris, Singapura, sementara tujuh orang lainnya mengalami luka dan dirawat di rumah sakit.
- Saksi mengatakan petir menyambar meski langit tampak cerah.
- Fenomena ini dikenal sebagai bolt from the blue, yaitu sambaran petir yang dapat terjadi hingga puluhan kilometer dari lokasi awan badai.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria meninggal dunia setelah tersambar petir saat bermain paddleboard di perairan lepas Pantai Pasir Ris, Singapura, Minggu (5/7/2026).
Paddleboard adalah papan besar yang digunakan untuk olahraga air, bentuknya mirip papan selancar tetapi lebih lebar dan stabil sehingga bisa digunakan untuk berdiri, duduk, atau berlutut sambil mengayuh dengan dayung panjang.
Tujuh orang lainnya yang berusia antara 13 hingga 54 tahun berada dalam kondisi sadar saat dibawa ke rumah sakit, kata polisi pada Senin (6/7/2026) pagi.
Polisi menerima laporan mengenai insiden tersebut sekitar pukul 16.50 waktu setempat pada 5 Juli.
"Seorang pria berusia 24 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar dan kemudian dinyatakan meninggal dunia," kata polisi, dilansir Straits Times.
"Berdasarkan penyelidikan awal, polisi tidak mencurigai adanya tindak kejahatan."
"Investigasi polisi masih berlangsung."
Menurut harian berbahasa Mandarin Lianhe Zaobao, delapan orang tersebut, yang terdiri atas lima laki-laki dan tiga perempuan, sedang bermain kayak dan paddleboard di pantai.
Dalam video kejadian yang direkam sekitar pukul 17.10, terlihat sekelompok orang berdiri di area berumput di tepi pantai, sementara seorang petugas Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) melakukan kompresi dada terhadap seorang korban.
Sebuah kendaraan pemadam kebakaran ringan (Red Rhino) dan sebuah ambulans juga terlihat terparkir di trotoar di belakang area tersebut.
Foto-foto yang diambil Lianhe Zaobao memperlihatkan sebuah kendaraan polisi berada di pantai dekat Tempat Parkir D, Taman Pasir Ris, sekitar pukul 18.30.
Baca juga: Mesin Kiri Airbus A330 Srilankan Airlines Tujuan Sydney Tersambar Petir, Pesawat Kembali ke Landasan
Seorang saksi mata, Muhammad Fairuz, yang sedang memancing di pantai, mengatakan kepada Straits Times bahwa korban berada sekitar 100 meter dari bibir pantai sesaat setelah pukul 16.00.
Ia menambahkan langit tampak cerah ketika petir menyambar permukaan air.
"Saya bisa merasakan arus listrik pada joran pancing saya," kata pria berusia 40 tahun yang bekerja sebagai pengantar barang itu.
Ia kemudian mendengar teriakan dan melihat seorang pria tergeletak tak sadarkan diri di atas papan paddleboard, sementara anggota kelompok lainnya mendayung kembali ke pantai menggunakan kayak.
Fairuz mengatakan bahwa ia bersama seorang pria lainnya menggunakan kayak untuk menyelamatkan korban dan membawanya kembali ke darat.
"Niat saya hanya untuk membawanya kembali," ujarnya.
Singapura memiliki rata-rata 176 hari petir setiap tahun, berdasarkan data Layanan Meteorologi Singapura.
Hari petir didefinisikan sebagai hari ketika sedikitnya satu sambaran petir terdeteksi di Stasiun Iklim Changi.
Pada Mei lalu, seorang pekerja tambak ikan meninggal dunia setelah tersambar petir.
Sementara itu, pada 2023, tiga pekerja dilarikan ke rumah sakit setelah petir menyambar di dekat lokasi kerja mereka pada 28 Desember.
Petir Menyambar di Siang Bolong, Mungkinkah?
Indonesia mengenal peribahasa "petir di siang bolong" yang berarti peristiwa yang mengejutkan, mendadak, dan sama sekali tidak terduga.
Dalam bahasa Inggris terdapat ungkapan "out of the blue" yang memiliki makna serupa.
Ungkapan tersebut berasal dari fenomena cuaca yang dikenal sebagai "bolt from the blue", yaitu sambaran petir yang tampak datang dari langit cerah.
Menurut National Weather Service yang dikutip Fox Weather, "bolt from the blue" adalah sambaran petir dari awan ke tanah yang terlihat seolah-olah berasal dari langit yang cerah.
Pada kenyataannya, petir dapat menyambar hingga beberapa kilometer dari awan asalnya sehingga tampak datang dari lokasi yang tidak terduga.
Menurut Lightning Protection Systems France (LPS France), petir saat cuaca cerah sering terjadi ketika sambaran berasal dari badai petir yang letaknya cukup jauh dari pengamat, bahkan bisa mencapai 40 kilometer atau lebih.
Fenomena tersebut terjadi karena awan badai berada jauh di cakrawala sehingga tidak terlihat, sementara sambaran petirnya masih dapat mencapai area dengan langit yang tampak cerah.
Beberapa faktor yang dapat memicu fenomena tersebut antara lain:
- Atmosfer yang tidak stabil: Perbedaan suhu dan kelembapan dapat menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya petir jarak jauh.
- Topografi: Gunung atau bukit dapat menghalangi pandangan terhadap awan badai sehingga langit terlihat cerah meskipun badai terjadi di baliknya.
- Musim dan waktu: Fenomena ini lebih sering terjadi pada musim panas dan malam hari ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya badai petir.
Dampak dan Tindakan Pencegahan
Meski terlihat tidak biasa, petir saat cuaca cerah tetap berbahaya karena dapat menyambar manusia atau benda dari jarak yang cukup jauh.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tetap waspada dan segera mencari tempat berlindung meskipun langit terlihat cerah.
Para ahli menyebut cara terbaik untuk menghindari sambaran petir adalah tetap berada di dalam bangunan.
Masyarakat juga diimbau menjauhi area perairan seperti danau, sungai, maupun pantai ketika terdapat potensi badai petir.
Setelah berada di dalam ruangan, hindari berada di dekat jendela, pintu, saluran air, serta jangan mandi hingga cuaca benar-benar aman.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)