Motor Klasik Naik Daun, Perawatan Jadi Tantangan - Viva

Jakarta, VIVA – Minat terhadap motor klasik terus menunjukkan tren positif di Indonesia. Tak hanya dijadikan koleksi, banyak motor Jepang keluaran era 1980-an hingga 1990-an yang masih aktif digunakan untuk berkendara maupun mengikuti berbagai kegiatan komunitas.
Baca Juga
Seiring bertambahnya usia kendaraan, tantangan yang dihadapi pemilik pun semakin beragam. Kondisi mesin yang sudah berumur membuat perawatan tidak bisa disamakan dengan sepeda motor modern, terutama dalam hal pemilihan pelumas dan jadwal servis.
Berbeda dengan motor baru, komponen mesin pada motor lawas umumnya sudah mengalami keausan akibat pemakaian selama bertahun-tahun. Karena itu, pemilik dituntut lebih teliti dalam menjaga performa mesin agar tetap bekerja optimal dan tidak mudah mengalami kerusakan.
Baca Juga
Selain memperhatikan kondisi komponen, penggunaan pelumas yang sesuai dengan karakter mesin juga menjadi salah satu faktor penting. Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antarkomponen, membantu menjaga suhu kerja mesin, sekaligus meminimalkan keausan yang berpotensi muncul pada kendaraan berusia puluhan tahun.
Fenomena meningkatnya minat terhadap motor klasik terlihat dari semakin banyaknya kegiatan komunitas yang digelar di berbagai daerah. Salah satunya Japanese Bike Fest Vol. 3 yang berlangsung di Jakarta pada akhir Juni 2026 dan diikuti oleh para pecinta motor Jepang klasik dari berbagai wilayah.
Baca Juga
Festival tersebut menjadi ajang berkumpulnya pemilik motor lawas untuk berbagi pengalaman mengenai restorasi, perawatan, hingga menjaga keaslian kendaraan. Tidak sedikit peserta yang mempertahankan motornya tetap menggunakan spesifikasi orisinal pabrikan sebagai bentuk pelestarian sejarah otomotif.
Melihat tren tersebut, berbagai perusahaan di industri otomotif juga mulai aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan kendaraan. Salah satunya Repsol Lubricants Indonesia yang memanfaatkan ajang Japanese Bike Fest Vol. 3 untuk menghadirkan sesi konsultasi produk, diskusi teknis, hingga edukasi mengenai pemilihan pelumas sesuai karakteristik mesin.
"Japanese Bike Fest bukan sekadar ajang berkumpulnya para pecinta sepeda motor Jepang era 1980–1990-an, tetapi juga sebuah ruang yang mempertemukan passion, sejarah, dan budaya otomotif," ujar Head of Marketing Repsol Lubricants Indonesia, Alejandro Werd Alonso, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 4 Juli 2026.
Ia menambahkan, edukasi mengenai perawatan kendaraan diharapkan dapat membantu pemilik motor mempertahankan performa mesin sehingga kendaraan tetap nyaman digunakan meski usianya sudah tidak muda.
![]()
Tren Modifikasi Motor 2026, Gaya Retro dan Touring Makin Digemari
Jika beberapa tahun lalu konsep balap dan stance mendominasi, kini modifikasi bergaya retro dan motor touring semakin banyak menarik perhatian modifikator.

VIVA.co.id
8 Juli 2026