Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Spesial TNI TNI AL

    Peluru Nyasar Picu Blokade Pantura, TNI AL Akhirnya Hentikan Latihan Tembak - AFU

    2 min read

     

    Barang bukti berupa sebuah peluru nyasar yang mengenai seorang anak perempuan di wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (5/7/2026). ANTARA/HO-Humas Polsek Setu.

    JAKARTA, AFU.ID Aksi warga Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, berakhir setelah Komando Latihan Marinir TNI Angkatan Laut menghentikan sementara latihan teknis menembak di kawasan Pusat Latihan Tempur Marinir Lekok dan Grati. Warga kemudian membuka kembali jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang sebelumnya ditutup sebagai bentuk protes terhadap dugaan peluru nyasar ke permukiman. Penghentian itu belum mencakup seluruh kegiatan latihan militer seperti yang diminta masyarakat. Permintaan penghentian total masih akan dilaporkan kepada pimpinan TNI AL.

    Perwakilan Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan Bupati Pasuruan bersedia mempertemukan tokoh masyarakat Alastlogo dengan jajaran TNI AL. Pertemuan tersebut akan membahas keresahan warga sekaligus mencari jaminan agar proyektil latihan tidak kembali memasuki kawasan permukiman. “Pak Bupati bersedia memfasilitasi pertemuan antara para tokoh masyarakat Alastlogo dengan pihak TNI Angkatan Laut,” kata perwakilan Pemkab Pasuruan, Kamis (23/07/26). Jadwal dialog akan ditentukan setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan kedua pihak.

    Perwakilan TNI AL Letkol Marinir Arif Nugroho menjelaskan penghentian sementara hanya berlaku terhadap latihan teknis menembak. Menurut dia, unsur pelaksana di lokasi tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan seluruh kegiatan latihan secara permanen. “Kami di sini adalah unsur pelaksana. Kami bukan membuat keputusan, hanya melaksanakan perintah,” ujar Arif. Ia mengatakan permintaan warga mengenai penghentian total akan diteruskan kepada pimpinan untuk dipertimbangkan.

    Arif juga membantah adanya ancaman atau intimidasi terhadap Sekretaris Desa Alastlogo, Sugianto. Sebelumnya, Sugianto mengaku menerima ancaman melalui sambungan telepon setelah menyuarakan kekhawatiran warga mengenai dugaan peluru nyasar. Pihak TNI AL menjamin peristiwa yang disebut sebagai “Alastlogo jilid kedua” tidak akan terjadi. Namun, belum dijelaskan siapa yang menghubungi Sugianto maupun langkah pemeriksaan untuk memastikan asal ancaman tersebut.

    Warga sebelumnya memblokade jalur Pantura di depan Markas Komando Latihan Marinir setelah sejumlah proyektil diduga kembali mengenai kawasan permukiman. Sedikitnya empat rumah disebut terkena proyektil pada Rabu, 22 Juli 2026, sedangkan warga juga melaporkan insiden lain keesokan harinya. Aksi tersebut membuat lalu lintas Pantura lumpuh dan antrean kendaraan mengular selama beberapa jam. Warga menuntut latihan menembak dihentikan sampai terdapat jaminan keselamatan bagi masyarakat.

    Penghentian sementara latihan menembak menjadi respons awal terhadap tuntutan warga, tetapi belum menyelesaikan persoalan yang lebih luas di sekitar Puslatpur. Pemerintah dan TNI AL sebelumnya telah menyepakati pembentukan tim ad hoc untuk membahas sengketa lahan yang melibatkan masyarakat di 10 desa Kecamatan Lekok dan Nguling. Tim tersebut dirancang melakukan verifikasi lapangan serta melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI AL, dan perwakilan masyarakat. Warga kini menunggu dialog lanjutan untuk memastikan penghentian latihan tidak sekadar sementara tanpa perbaikan sistem pengamanan. (RHU)

    Komentar
    Additional JS