Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Hari Koperasi Prabowo Subianto Spesial

    Pidato Prabowo di Hari Koperasi: Cerita Tamu Tak Tahu Diri hingga Jelaskan Maksud Kopdes - Kompas

    11 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengutarakan sejumlah hal ketika menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026), meski sedang sakit flu.

    Prabowo menyampaikan dirinya harus menghadiri Hari Koperasi jika tidak ingin ditempeleng oleh arwah ayah dan kakeknya.

    Pada awalnya, Prabowo mengatakan bahwa koperasi merupakan alat bagi orang lemah dan miskin.

    Hanya saja, Prabowo mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi, yang jika dikumpulkan satu per satu batangannya, maka bisa menjadi kekuatan.

    Prabowo: Koperasi Itu Alatnya Orang Miskin, tapi Kalau Bersatu...

    "Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi, seperti sapu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lidi lemah, tapi bergabung itu kekuatan saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.

    Baca juga: Prabowo ke yang Tak Setuju Pemerintah: Jangan Nyinyir, Duduk Saja dan Lihat Baik-baik

    Menurut Prabowo, gerakan koperasi akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

    Dia menekankan, kekuatan ekonomi yang berasal dari koperasi tidak akan dibawa lari dari Indonesia ke luar negeri.

    "Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri itu. Betul," ucapnya.

    Prabowo menyampaikan, dirinya telah mendapat laporan bahwa petani saja kini sudah bisa liburan ke luar negeri.

    "Tapi enggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri, enggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri? Sekarang. Karena kita akan buat petani, nelayan, buruh makmur," jelas Prabowo.

    Selanjutnya, Prabowo turut membahas mengenai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hingga menyinggung adanya tamu dari luar negeri yang tidak tahu diri.

    Baca juga: Prabowo Sebut Koperasi Alat Orang Miskin, Ibarat Sapu Lidi yang Menguat Saat Bersatu

    Jelaskan maksud Kopdes

    Prabowo mengungkapkan bahwa konsep Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah muncul di benaknya sejak puluhan tahun lalu, saat masih berdinas di militer.

    Kala itu, ia bertugas di desa-desa dan melihat langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan hingga kelaparan.

    "Saya lihat di situ rakyat kelaparan, saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Prabowo.

    Menurut dia, gagasan membangun koperasi baru bisa diwujudkan setelah memiliki kewenangan sebagai presiden.

    Prabowo mengatakan, pemerintah lebih dulu mengejar swasembada pangan dengan menurunkan harga pupuk dan menaikkan harga pembelian gabah agar pendapatan petani meningkat.

    Namun, ia mengaku mendapat laporan bahwa kenaikan pendapatan petani tidak banyak membantu karena mereka terlilit utang.

    Baca juga: Prabowo: Saya Bukan Presidennya Gerindra, Presidennya Rakyat Indonesia

    "'Pak, percuma Pak, hasil mereka naik'. Kenapa? 'Karena utang mereka banyak'," kata Prabowo.

    Menurut dia, selama menunggu masa panen, petani kerap terpaksa meminjam uang kepada rentenir dengan bunga yang sangat tinggi.

    "Ini mematikan, seumur hidup mereka tidak bisa bangkit," ujar Prabowo.

    Karena itu, ia mengaku menghapus utang jutaan petani yang tidak mampu membayar. Selanjutnya, Prabowo menilai rakyat harus memiliki akses terhadap pinjaman berbunga murah melalui koperasi simpan pinjam di setiap desa.

    Atas dasar itu, pemerintah menargetkan pembentukan 81.000 Kopdes Merah Putih, menyesuaikan jumlah desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

    Prabowo juga mengatakan barang-barang bersubsidi nantinya dapat disalurkan melalui Kopdes Merah Putih agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

    "Hampir semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui koperasi supaya tidak diselewengkan," katanya.

    Ia menuturkan, saat pembahasan dimulai sempat muncul usulan agar Kopdes Merah Putih diawali dengan 100 gerai sebagai proyek percontohan.

    Baca juga: Cerita Prabowo Putuskan Bangun Kopdes Merah Putih, Ide Tercetus Saat Masih Jadi Tentara

    Namun, usulan itu ditolaknya karena dinilai terlalu lama untuk menjangkau seluruh desa.

    "Ada 81.000 desa dan kelurahan, rakyat itu suruh nunggu 8 tahun? Saya tidak mau," tegas Prabowo.

    Ada tamu yang merampok di Indonesia

    Lalu, Prabowo menyindir adanya negara lain yang tidak tahu diri ketika diterima oleh Indonesia.

    Sebab, negara itu malah merampok di Tanah Air, padahal awalnya hanya ingin berdagang.

    "Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," ujar Prabowo.

    "Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya? Boleh? Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak? Media nunggu saya bicara kepleset. Enggak apa-apa, wartawan sama gue tuh kawan, hanya majikan kalian yang kadang-kadang. Friend kita Friend," sambungnya.

    Baca juga: Prabowo: TNI-Polri Butuh Gaji yang Baik agar Tidak Memeras Rakyat

    Prabowo menyampaikan, Indonesia merupakan negara besar.

    Maka dari itu, kata dia, Indonesia juga mengalami kesulitan, hambatan, dan tantangan yang besar pula.

    Hanya saja, Prabowo menyadari bahwa Indonesia terlalu baik kepada tamu.

    "Bangsa kita bangsa yang terlalu baik hatinya. Kita ini lugu, benar? Itu sifat bangsa kita. Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walau kita tidak punya minum, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita persilakan. Kalau perlu kita ke tetangga kita pinjam gula. Benar? Ini sifat kita," imbuh Prabowo.

    Sindir pemimpin yang bakar-bakar saat kalah Pilpres

    Prabowo turut menyinggung adanya pemimpin yang mengarahkan massa melakukan aksi bakar-bakar di jalan setelah kalah dalam pemilihan presiden.

    Menurut dia, tindakan semacam itu tidak seharusnya dilakukan dalam demokrasi karena setiap kontestasi pasti menghasilkan pihak yang menang dan kalah.

    Baca juga: Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pengkhianat, Akan Kena Karma

    "Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar itu bangsa apa itu," ujar Prabowo.

    Ia bahkan menyebut pemimpin yang menganjurkan tindakan tersebut sebagai pengkhianat. "Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat. Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu," kata Prabowo.

    Prabowo kemudian mengungkit pengalamannya mengikuti lima kali pemilihan. Meski empat kali kalah, ia mengeklaim tidak pernah menginstruksikan pendukungnya melakukan aksi bakar-bakar maupun demonstrasi.

    Sebaliknya, ia mengaku tetap menghadiri pelantikan rivalnya sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil pemilu.

    "Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik, pertandingan itu baik," ujar Prabowo.

    Selanjutnya, Prabowo menyinggung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang hadir dalam acara tersebut.

    Baca juga: Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain

    Ia mengenang Cak Imin yang sempat menjadi bakal calon wakil presidennya pada Pilpres 2024 sebelum akhirnya berpisah.

    Meski demikian, Prabowo mengatakan tidak ada persoalan di antara keduanya dan kini Cak Imin kembali bergabung dalam pemerintahannya sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

    "Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah... sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia," kata Prabowo.

    Prabowo pun mengajak seluruh pihak menjaga persatuan setelah kontestasi politik usai. Menurut dia, perbedaan pilihan politik tidak boleh menghalangi kerja sama untuk kepentingan rakyat.

    "Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia saudara-saudara," ujar Prabowo.

    Ia juga meminta pihak yang tidak sepakat dengan pemerintah agar tidak hanya "nyinyir", tetapi tetap menyampaikan kritik secara konstruktif.

    Baca juga: Setop Impor Solar, Prabowo Spill Akan Ada Bensin dari Sawit hingga Singkong

    "Kalau lu enggak setuju, lu enggak mau bekerja, lu duduk saja lihat baik-baik. Tapi kita terima kritik. Kritik itu bagus," kata Prabowo.

    Persilakan WNI pergi dari Indonesia jika merasa suram

    Prabowo mempersilakan warga negara Indonesia (WNI) yang merasa Indonesia suram untuk mencari negara lain.

    Menurut dia, tidak ada yang melarang siapa pun jika ingin pindah kewarganegaraan.

    "Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang," ujar Prabowo.

    Namun, bagi yang memilih tetap tinggal di Indonesia, Prabowo mengajak seluruh masyarakat bersatu, bergotong royong, dan saling bekerja sama demi membangun bangsa.

    Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa upaya pemerintah memperkuat koperasi bukan berarti akan melemahkan perusahaan besar. Menurut dia, pemerintah justru ingin memperkuat seluruh kekuatan ekonomi nasional.

    Baca juga: Cerita Prabowo Takut Ditempeleng Ayah dan Kakek jika Absen di Hari Koperasi

    "Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," kata Prabowo.

    Prabowo juga mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai persatuan dengan saling memaafkan, mengerti, mengasihi, dan membantu.

    Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam budaya saling mencaci, dengki, dan curiga karena pertikaian tidak akan membawa keberhasilan.

    "Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga. Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian," ujar Prabowo.

    Di akhir pernyataannya, Prabowo mengatakan setiap partai politik memiliki sosok patriot sekaligus pihak-pihak yang tidak baik.

    "Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga," imbuh Prabowo.

    BUMN sumber korupsi

    Prabowo mengatakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini menjadi sumber korupsi. Karena itu, ia berjanji akan membenahi tata kelola BUMN.

    Baca juga: Momen Prabowo Minta Izin ke Mendikdasmen, Khawatir Berkata Kasar Saat Pidato

    "BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN itu sumber korupsi," ujar Prabowo.

    Ia kemudian memperingatkan para koruptor agar menghentikan praktik korupsi dan mengembalikan uang rakyat.

    Menurut Prabowo, masyarakat kini semakin sadar dan tidak lagi mudah dibohongi.

    "Hei para koruptor sadar diri, hentikan praktik-praktik kau. Rakyat tidak bodoh. Kembalikan kekayaan rakyat," kata Prabowo.

    Prabowo menambahkan, Indonesia merupakan bangsa yang pemaaf. Namun, menurut dia, masyarakat tetap membutuhkan keadilan dan kesejahteraan.

    Ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan aparatur negara, mulai dari guru, tenaga kesehatan, tentara, polisi, hingga aparatur sipil negara (ASN).

    "Tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak meras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji baik supaya mereka tidak korupsi," ujar Prabowo.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS