Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Featured Prabowo Subianto Solar Spesial

    Prabowo: Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026 - Viva

    4 min read

     


    Presiden Prabowo Subianto

    Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:08 WIB

    Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor solar sejak Juli 2026 setelah pemerintah berhasil mengembangkan bahan bakar B50 berbasis minyak sawit sebagai bagian dari program kemandirian energi.

    Baca Juga

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Panen Raya TNI untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Juli 2026.

    Menurut Prabowo, Indonesia menjadi negara pertama yang mampu memproduksi B50, yaitu bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku kelapa sawit.

    Baca Juga

    "Sebelumnya, kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit. Jadi, dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri," ujar Prabowo.

    Ia mengatakan penghentian impor solar akan membuat dana yang sebelumnya digunakan membeli bahan bakar dari luar negeri tetap berputar di dalam negeri sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    Baca Juga

    "Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," katanya.

    Prabowo menegaskan pemerintah terus mendorong percepatan kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri.

    Selain menjalankan program B50, pemerintah mulai mengembangkan penggunaan bensin dengan campuran etanol 10 persen atau E10 sebagai tahap awal pengembangan bioetanol nasional.

    Pemerintah juga menargetkan peningkatan bauran bioetanol menjadi E20. Untuk mencapai sasaran tersebut, pembangunan pabrik bioetanol baru akan dipercepat.

    Prabowo mengungkapkan saat ini Indonesia baru memiliki satu pabrik bioetanol sehingga kapasitas produksi masih perlu ditingkatkan guna mendukung target pengembangan energi terbarukan.

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan)

    Penampakan Wapres Gibran Duduk Bareng Menko saat Sidang Kabinet

    Gibran justru duduk di barisan para menteri Prabowo. Hal tersebut pun membuat publik bertanya-tanya mengapa Gibran tak duduk disamping Prabowo dalam sidang kabinet.

    img_title

    VIVA.co.id

    21 Juli 2026

    Komentar
    Additional JS