Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Keuangan Pajak Purbaya Yudhi Sadewa Spesial

    Purbaya Ogah Buru Orang Kaya RI demi Kejar Target Pajak: Saya Tak Akan Potong Angsa Emasnya - suara

    2 min read

     

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang digelar di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, Rabu (8/7/2026). [Dok. Kemenkeu]

    Baca 10 detik

    • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan mengejar pajak orang kaya hingga bangkrut demi penerimaan negara.
    • Pemerintah fokus memperluas basis pajak melalui sektor e-commerce tanpa menaikkan tarif pajak yang sudah berlaku saat ini.
    • Purbaya berencana menyasar sektor potensial lain untuk meningkatkan penerimaan negara meskipun belum mengumumkan detail sektor tersebut secara publik.

    Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan memburu penerimaan pajak dari orang kaya di Indonesia. Jika mereka sudah membayar pajak, maka Purbaya bakal membiarkannya.

    "Enggak dikejar tapi biasa saja. Kalau sudah bayar ya sudah. Saya enggak akan ngejar-ngejar orang kaya," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (15/7/2026).

    Ia juga memastikan tidak mencari-cari pajak dari orang kaya hingga bangkrut demi mengejar penerimaan negara.

    "Orang kaya saya periksa semuanya sampai dia bangkrut, enggak begitu. Jadi saya enggak akan motong angsa emasnya. Saya akan ngumpulin telurnya," lanjut dia.

    Menkeu Purbaya mengakui kalau Pemerintah saat ini memang ingin memperluas basis penerimaan pajak. Kendati begitu dia tidak akan menaikkan tarif pajak yang sudah ada.

    Sebagai contoh, Purbaya baru saja mengumumkan kebijakan pungut pajak e-commerce dari para pedagang online di marketplace. Sebab sebelumnya mereka dianggapnya tidak membayar pajak.

    "Mau kita adalah tidak menaikkan tarif pajak, tapi yang harus bayar pajak ya bayar. Jadi itu maksudnya ekstensifikasi. Untuk mencari yang tadinya harusnya bayar pajak enggak bayar, jadi bayar. Kalau uang saya lebih banyak kan nanti kita bisa salurkan lebih banyak ke masyarakat lagi," papar dia.

    Lebih lanjut Bendahara Negara mengaku sudah mengantongi sektor mana saja yang akan menjadi perluasan basis pajak. Namun dia masih enggan mengumumkannya ke publik. 

    "Saya tau, saya tau sektor-sektor mana. Tapi nanti saya diskusi yang lebih dalam dulu ya," jelas Purbaya.

    Baca Juga: Tak Sesuai UUD 45, Purbaya Akui Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 Tak Capai 20%

    Komentar
    Additional JS