Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Kasus Spesial TNI TNI AD

    Siswa Calon Prajurit TNI-AD Meninggal saat Pendidikan Tamtama, TNI Selidiki Penyebab Kematiannya - Viva

    6 min read

     

    GG, seorang Siswa Calon Prajurit TNI yang tengah menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI TA 2026 di Rindam I/BB Pematangsiantar meninggal.

    Tayang:


    Siswa Calon Prajurit TNI-AD Meninggal saat Pendidikan Tamtama, TNI Selidiki Penyebab Kematiannya

    Tribun Medan/Alija Magribi

    CALON PRAJURIT MENINGGAL - Suasana Ruang Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar yang dikabarkan menerima jenazah GG, siswa calon prajurit TNI AD, Senin (20/7/2026) malam. (kanan) Jenazah GG (21) siswa Tamtama TNI-AD Rindam I/BB akan dibawa ke kampung halaman di Nias, Selasa (21/7/2026). (Tribun Medan/Alija Magribi) 

    Ringkasan Berita:
    • GG, seorang Siswa Calon Prajurit TNI yang tengah menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI TA 2026 di Rindam I/BB Pematangsiantar meninggal dunia, Senin (21/7/2026).
    • Mengenai penyebab kematian GG hingga hari ini masih belum diketahui.
    • Pihak TNI masih melakukan penyelidikan.


    TRIBUNNEWS.COM, SIANTAR - GG, seorang Siswa Calon Prajurit TNI yang tengah menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI TA 2026 di Rindam I/BB Pematangsiantar meninggal dunia, Senin (21/7/2026).

    Diketahui, Rindam I/BB Pematangsiantar saat ini sedang mendidik Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Gelombang II TA 2026 dan Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Gelombang II TA 2026.

    Baca juga: Sosok Serda Hengki, Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Gudang Amunisi Madiun, Cita-cita Jadi Tentara

    Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) adalah calon prajurit tingkat golongan Tamtama di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang mengikuti pendidikan dasar keprajuritan dan militer. 

    Selama masa pendidikan, status mereka berubah dari masyarakat sipil menjadi militer hingga nantinya dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada) atau Kelasi Dua.

    Para siswa berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Pulau Nias. 

    CALON PRAJURIT MENINGGAL - Suasana Ruang Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar yang dikabarkan menerima jenazah siswa calon prajurit TNI AD, Senin (20/7/2026) malam.
    CALON PRAJURIT MENINGGAL - Suasana Ruang Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar yang dikabarkan menerima jenazah siswa calon prajurit TNI AD, Senin (20/7/2026) malam. (Tribunnews.com/Alija Magribi)

    Mengenai penyebab kematian GG hingga hari ini masih belum diketahui.

    Pihak TNI masih melakukan penyelidikan.

    "Dia siswa yang menjalani pendidikan. Baru empat hari menjalani pendidikan tamtama. Untuk penyebab kematian masih pemeriksaan. Belum bisa kita jawab, masih ada pemeriksaan-pemeriksaan," kata Komandan Rindam I/BB Pematangsiantar, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti dikutip dari Tribun Medan.

    Abdul Razak mengatakan, GG ditemukan pertama kali dalam kondisi meninggal dunia oleh pelatih. 

    Soal informasi yang beredar bahwa calon prajurit itu mengakhiri hidupnya, Abdul Razak menyampaikan hal tersebut belum bisa ditanyakan ke Denpom I/I BB Pematangsiantar

    "Yang menemukan pertama kali itu anggoga (pelatih). Nah kalau hal (bunuh diri) tersebut bisa ditanyakan ke Denpom itu," kata Abdul Razak.

    Terkini, jenazah calon prajurit itu diberangkatkan menuju kampung halamannya di Nias Barat, Selasa (21/7/2026) siang.

    Jenazah pemuda 21 tahun itu telah menjalani autopsi di RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar sejak ditemukan tewas di belakang Rindam I/BB Pematangsiantar

    Mobil ambulans yang membawa pemuda kelahiran 2 November 2005 itu akan melintasi jalur darat untuk sampai ke rumah duka.

    Pada Senin malam, sejumlah prajurit TNI-AD dari Rindam I/BB maupun Denpom I/I Pematangsiantar masih berada di ruang Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.

    Di ruang jenazah, tampak sejumlah prajurit TNI-AD bersama beberapa personel Polres Pematangsiantar.

    Sementara di halaman terparkir satu unit mobil Ambulans bertuliskan Rindam I/BB.

    Beberapa perwira TNI-AD di lokasi yang dimintai wartawan untuk berbicara menyampaikan agar informasi resmi hanya akan disampaikan komandan.

    "Komandan aja yang sampaikan ya, Bang," ujar seorang perwira. 

    Penulis: Alija Magribi

    Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Jenazah Genial G Gulo, Siswa Tamtama yang Meninggal di Rindam I/BB Siantar Dibawa ke Kampung Halaman

    Komentar
    Additional JS