Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Amran Sulaiman B50 Berita Featured Mentan Pendidikan Pendidikan Tinggi Sawit Spesial

    Sukseskan B50, Mentan Amran Dorong Kolaborasi Swasta dan Kampus Genjot Produktivitas Sawit - Inilah

    15 min read

     Jumat, 17 Juli 2026 - 11:25 WIB

    Share


    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Pencanangan program B50 (Biodiesel 50), merupakan implementasi dari hilirisasi sawit yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk memenuhi pasokan bahan baku B50, produktivitas sawit nasional harus digenjot.

    Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi sawit melalui B50, bertujuan untuk penguatan ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah, serta mendorong kesejahteraan petani Indonesia.

    "Implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional," kata Mentan Amran dikutip Jumat (17/7/2026).

    Menurut Mentan Amran, kebutuhan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, akan memperluas pasar domestik, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

    Ia menyebutkan kinerja industri sawit nasional menunjukkan tren yang positif. Produksi crude palm oil (CPO) sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, meningkat dari 48,16 juta ton pada 2024 atau tumbuh 7,3 persen.

    Di saat yang sama, ekspor meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton, seiring semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel.

    Untuk itu, kata dia, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mendorong peningkatan produktivitas sawit, melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat. Termasuk melibatkan swasta dan kampus.

    "Kita buka peran swasta dan kampus-kampus dalam melakukan riset sektor kelapa sawit. Kita ingin Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi mampu menghadirkan nilai tambah terbesar. Demi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional," bebernya.

    Ke depan, Mentan Amran optimistis Indonesia akan mampu mewujudkan ketahanan energi berbasiskan sawit. "Artinya, Indonesia bisa menjadi pelopor bagi ketahanan energi berkelanjutan," tandasnya.

    Teknologi AI untuk Pantau Sawit

    Selaras dengan harapan Mentan Amran, PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia menggandeng IPB University, mengembangkan teknologi deteksi kekurangan nutrisi tanaman sawit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan citra satelit beresolusi tinggi.

    Lahan kelapa sawit seluas di Kabupaten Aceh Singkil.(Foto: AJNN)
    Lahan kelapa sawit seluas Kabupaten Aceh Singkil.(Foto: AJNN)

    Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan (Korsel), Dabeeo berharap kolaborasi ini, menjadi bagian dari pengembangan solusi digital untuk meningkatkan efisiensi pemantauan dan pengelolaan perkebunan sawit.

    Dalam kerja sama ini, Dabeeo akan mendukung penelitian melalui penyediaan data citra satelit serta pendanaan akuisisi data yang dibutuhkan selama proses riset.

    Head of Business Development Dabeeo Indonesia, Rizky Dantri mengatakan, perusahaan siap mendukung kebutuhan penggunaan satelit dalam penelitian tersebut. "Jika penelitian membutuhkan penggunaan satelit, kami siap menyediakannya," kata dia.

    Teknologi yang dikembangkan memadukan AI dengan citra satelit untuk mendeteksi kekurangan nutrisi tanaman tanpa hanya mengandalkan pengamatan visual di lapangan.

    Sistem tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi pengelolaan tanaman yang lebih presisi, termasuk membantu identifikasi penyakit tanaman.

    Bagi Dabeeo, proyek ini memperluas pemanfaatan teknologi citra satelit untuk sektor agroforestri.

    Perusahaan mengomersialkan citra satelit beresolusi hingga 30 sentimeter dan mengoperasikan dua satelit untuk pemantauan perkebunan serta tujuh satelit lain yang melayani berbagai kebutuhan industri.

    Teknologinya juga mampu mengidentifikasi kepadatan pohon, tutupan tajuk (canopy), dan perubahan kondisi vegetasi melalui fitur change detection.

    Sementara itu, IPB University akan mengembangkan model analisis yang melengkapi teknologi Precipalm, sistem rekomendasi pemupukan kelapa sawit berbasis analisis citra daun yang telah dikembangkan sebelumnya.

    Kolaborasi ini ditargetkan menghasilkan sistem pemantauan kesehatan tanaman yang mampu mendeteksi gejala kekurangan nutrisi lebih dini sehingga rekomendasi pengelolaan dapat dilakukan lebih cepat pada areal perkebunan berskala luas.

    Dalam kesempatan yang sama, sejumlah peneliti IPB University turut memaparkan hasil riset yang dikembangkan bersama mitra industri untuk mendukung inovasi teknologi di sektor pertanian dan perkebunan.

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    • Mobil Alphard yang viral karena sopir arogan di Bundaran HI (foto:IG Infojkt)


    •  Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu (26/3/2025). (Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)


    • Ilustrasi berjabat tangan. (Foto: Magnific)


    • Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha/kye)


    • Mobil Alphard yang viral karena sopir arogan di Bundaran HI (foto:IG Infojkt)


    Komentar
    Additional JS