Warga di Bandung Barat Diminta Tak Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok Sembarangan, Rawan Kebakaran - Tribunnews
Warga diminta untuk tidak membakar sampah hingga membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
Tayang:
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
ILUSTRASI KEBAKARAN - Api Membesar dalam Hitungan Menit, Kebakaran Gudang Rongsokan dan Lereng Gunung Paseban
Ringkasan Berita:
- BPBD Bandung Barat mengimbau warga waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan
- Kelalaian manusia seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok menjadi pemicu utama
- Data Damkar menunjukkan peningkatan insiden kebakaran lahan hingga tujuh titik dalam sehari
- Kesadaran masyarakat diperlukan untuk meminimalkan dampak kekeringan dan risiko kebakaran besar
Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - BPBD Bandung Barat mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan layaknya yang terjadi di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Warga diminta untuk tidak membakar sampah hingga membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Segala bentuk hal yang jadi pemicu harus kita hindari, cuaca panas benda benda mengering dan angin kencang. Pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan di area perkebunan maupun lahan kering bisa menjadi pemicu ternyadinya kebakaran," kata Plt Kalak BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo, Selasa (28/7/2026).
Baca juga: Sehari Tiga Kali Kebakaran Lahan, Diky Imbau Warga Kota Tasikmalaya Tidak Bakar Sampah Sembarangan
Duddy mengungkapkan, sejumlah peristiwa kebakaran meningkat di Bandung Barat. Dari data Damkar Bandung Barat, kebakaran lahan pernah terjadi hingga 7 titik dalam sehari meski tidak sempat membesar hingga berstatus bencana.
“Kan itu ada beberapa faktor pemicu, yang jelas itu kelalaian, baik bakar sampah, buang puntung rokok dan lainnya,” ungkapnya.
Duddy menambahkan, peran aktif masyarakat dapat berkontribusi untuk mencegah terjadinya kebakaran besar.
Menurutnya, respons masyarakat untuk segera memadamkan api yang berpotensi merambat dan membesar merupakan hal penting.
“Karena sebagian besar kebakaran maupun dampak kekeringan sebenarnya bisa diminimalisasi apabila ada kesadaran dan kewaspadaan bersama. Sering kali kebakaran besar berawal dari api kecil yang dianggap tidak berbahaya. Ketika kondisi lahan sedang kering, satu percikan saja bisa berkembang menjadi kebakaran yang luas," tandasnya.
Baca juga: Musim Kemarau, Damkar Indramayu Minta Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan