Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured KM Virgo Lintas Peristiwa Spesial

    Penumpang Sesalkan Tak Ada Alarm Sebelum Kapal Virgo Miring dan Terbalik - drtoj5

    2 min read

     


    Banjarmasin -

    Seorang penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang selamat, Ahmad Saudi mengakui tak ada alarm peringatan yang berbunyi saat kondisi kapal mulai miring. Bahkan, tak ada petugas yang menginformasikan hal itu pada penumpang.

    Ahmad sendiri baru mengetahui kapal itu miring saat dia terbangun mendengar suara penumpang yang berlarian. Saat bertanya ada apa, ia baru diberi tahu bahwa kapal dalam posisi miring.

    "Tidak ada alarm peringatan yang berbunyi, tidak ada juga petugas yang memberitahu informasi ke penumpang. Semua terjadi begitu cepat," ujar Ahmad ditemui detikKalimantan, Minggu (13/9/2026).

    Ahmad menyebut, saat ia terbangun dari tidur sekitar pukul 01.30 Wita, kondisi kapal sudah sangat miring ke arah kiri. Ia pun lantas meninggalkan seluruh barang bawaan dan segera menuju ke tempat aman.

    Di sana, Ahmad berjuang menyelamatkan diri sendiri. Ia berpegangan pada tiang dan mengikuti arah miringnya kapal. Saat kapal sudah mulai terbalik, ia pun berusaha keluar dari badan kapal dan mencari tempat selamat.

    "Beruntung saat itu keluar perahu karet dari kapal, perahu karet itu berwarna oranye yang muat untuk 15 orang. Jadi kami berlima belas itu laki-laki semua, pokoknya hanya untuk 15 tidak boleh lebih," tuturnya.

    Di dalam perahu karet itu, Ahmad bersama 14 orang lainnya menunggu bantuan. Saat itu, Ahmad melihat langit masih dalam kondisi gelap. Ia ingat temannya yang berada di dalam perahu karet itu semuanya berisikan pria dewasa.

    Ahmad mengaku sempat ingat dengan teriakan ibu-ibu yang berada di dalam kamar kapal. Namun, ia tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa menyelamatkan diri sendiri serta meninggalkan semua barangnya.

    "Tidak bawa apapun. Hanya diri sendiri dan dompet di kantong. HP dan tas sudah ditinggal saja di kapal," katanya.

    Ahmad menyebut sejak awal perjalanan, penumpang sudah waswas merasakan ombak sangat besar. Ia menyayangkan tidak adanya informasi mengenai kondisi terkini kapal yang harusnya bisa dilakukan awak kapal.

    "Kami menyayangkan tidak adanya alarm peringatan yang berbunyi, namun memang saat itu dari awal naik sudah berasa ombaknya besar menghantam kapal," ungkapnya.

    Ahmad dan puluhan korban lain masih menunggu di Pelabuhan Trisakti untuk bisa mengabari sanak saudara. Dalam insiden itu, Ahmad mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta karena busnya tenggelam, tapi yang terpenting nyawanya tertolong.

    "Ruginya itu bus saya tidak bisa diselamatkan, tetapi yang penting saya masih selamat," tutupnya.

    (des/des)

    Komentar
    Additional JS