2 Desa di Ende Masih Terisolasi Pascagempa NTT, Pengiriman Bantuan Bergantung Kapal - Kompas
ENDE, KOMPAS.com – Dua desa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mengalami kendala akses transportasi darat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026).
Dua desa tersebut yakni Desa Wolokota dan Desa Nila. Di mana akses jalan lewat darat masih tertutup material longsor.
Sehingga, distribusi bantuan kepada warga dilakukan melalui jalur laut yang bergantung ketersediaan kapal dan kondisi cuaca.
Baca juga: Update Gempa NTT: 28 Orang Meninggal di Manggarai, 25 Puskesmas Rusak
Akses Darat ke Desa Wolokota Lumpuh Total
Di Desa Wolokota, akses jalan darat dari Reka menuju Wolokota lumpuh total akibat longsor.
China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan
Kepala Desa Wolokota, Yulius Irenius mengatakan, hingga saat ini pembersihan di lokasi longsoran belum dilakukan oleh pemerintah.
“Kondisi infrastruktur jalan darat dari Reka ke Wolokota lumpuh total karena longsor. Sampai saat ini pihak pemerintah belum melakukan pembersihan,” ujarnya, Kamis (20/8/2026) pagi, dilansir dari TribunFlores.
Terputusnya akses darat membuat distribusi kebutuhan warga terdampak menjadi kendala.
Untuk sementara, stok logistik bagi masyarakat diambil dari Kantor Camat untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan melalui jalur laut.
"Untuk sementara kami menggunakan akses laut karena sampai saat ini pemerintah belum melakukan pembersihan di lokasi longsoran,” jelas Yulius.
Baca juga: Gibran Temui Korban Gempa Maumere di Tenda Pengungsian, Bawa Mahasiswa Psikolog UI
Namun, pengiriman bantuan melalui jalur laut juga masih menghadapi kendala.
Pemerintah Desa Wolokota masih melakukan pengecekan terkait ketersediaan kapal motor laut yang akan mengangkut bantuan dari Ende menuju wilayah terdampak.
Yulius mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian apakah kapal yang akan digunakan untuk mengangkut bantuan tersebut dapat datang atau tidak.
“Saya barusan konfirmasi dengan staf desa yang mengambil bantuan. Jawabannya masih cross-check kapal transportasi motor laut, apakah datang atau tidak,” katanya.
Lanjut dia, apabila kapal tersebut tidak datang, maka bantuan yang telah disiapkan belum dapat disalurkan kepada warga yang terdampak gempa.
Saat ini, sebagian warga Desa Wolokota juga masih memilih bertahan di tenda pengungsian karena khawatir terhadap kondisi rumah mereka setelah gempa.
“Ada yang tidur di tenda, sekitar 10 sampai 20 lebih jiwa,” ungkapnya.
Baca juga: Hingga Kamis Siang, BMKG Catat 3.618 Kali Gempa Susulan di Flores
Desa Nila juga Terkendala Akses
Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat Desa Nila, Kecamatan Ndona.
Kepala Desa Nila, Aleksius Sado mengatakan akses transportasi menuju wilayahnya masih mengalami hambatan.
Menurut dia, distribusi logistik untuk beberapa hari ke depan masih memungkinkan, meski pengiriman melalui jalur laut menghadapi kendala tersendiri.
“Transportasi agak macet karena lewat laut. Kami juga takut tsunami,” kata Aleksius.
Kendati demikian, ia memastikan kebutuhan logistik warga untuk beberapa hari ke depan masih dapat dipenuhi.
“Untuk logistik beberapa hari ke depannya masih bisa,” tukasnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Sikap Prabowo soal Gempa NTT: Utus Tiga Menteri Turun Gunung, Langsung Bangun Posko