6 Ciri Jantung Berdebar Usai Minum Kopi yang Perlu Diwaspadai - Kompas
KOMPAS.com – Secangkir kopi panas di pagi hari sering kali dianggap sebagai ritual wajib untuk memulai hari.
Selain aromanya yang menggugah selera, minuman berkafein ini diandalkan untuk mengusir rasa kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.
Namun, pengalaman setelah mengonsumsi kopi tidak selalu menyenangkan. Sebagian orang kerap merasakan jantung berdebar cepat, berdegup kencang, atau seperti melompati detakan.
Sensasi jantung berdebar (palpitasi) ini tidak boleh diabaikan begitu saja, karena bisa menjadi sinyal atau indikator kesehatan yang lebih serius.
Dokter Bertaruh Nyawa Selamatkan Pasien Operasi Saat Gempa NTT: Tuhan Tolong Saya
Lalu, apa ciri jantung berdebar usai minum kopi adalah sinyal bahaya?
Baca juga: Minum Kopi Tiap Hari Dapat Memengaruhi Ginjal, Jadi seperti Apa?
Bagaimana kafein memengaruhi kinerja jantung?
Dilansir dari Hindustan Times, dokter konsultan spesialis jantung dari Manipal Hospital, Kharadi, Dr. Akash Motgi, menjelaskan mekanisme di balik meningkatnya denyut jantung setelah seseorang mengonsumsi kopi.
Kafein merupakan zat stimulan alami yang mengaktifkan sistem saraf dan memicu reaksi kimia sementara di dalam tubuh.
"Kafein yang merupakan stimulan alami mendorong lonjakan adrenalin, yaitu hormon yang memicu reaksi 'fight or flight' (lawan atau lari) pada tubuh. Akibatnya, tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat kewaspadaan dapat meningkat untuk sementara waktu," jelas Dr. Akash Motgi.
Dr. Motgi menegaskan bahwa respons ini tergolong umum dan dialami oleh banyak orang yang sehat. Konsumsi kafein dalam jumlah sedang umumnya tidak menyebabkan efek samping kardiovaskular yang berbahaya.
Namun, hal itu ada batasannya. Asupan kafein berlebihan atau tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap kafein dapat memicu timbulnya gejala terkait fungsi jantung.
"Ketika penggunaan kafein yang berlebihan sering kali berakhir dengan palpitasi, nyeri dada, pusing, atau sesak napas (dyspnea), di situlah ada alasan untuk khawatir," tambah Dr. Motgi.
Selain itu, mengonsumsi kopi hitam pekat saat perut masih kosong sebelum sarapan dapat memperburuk efek kafein, sebab penyerapan zat tersebut berlangsung lebih cepat oleh tubuh.
Baca juga: Tren Menaburkan Kayu Manis ke Kopi untuk Membakar Lemak, Bagaimana Faktanya?
Faktor pemicu jantung berdebar selain kopi
Meski kopi sering dianggap sebagai penyebab utama timbulnya palpitasi di pagi hari, Dr. Motgi mencatat bahwa ada berbagai faktor non-kafein lain yang bisa menjadi pemicunya.
Beberapa pemicu jantung berdebar lainnya meliputi:
- Konsumsi minuman berenergi
- Kebiasaan merokok
- Suplemen pre-workout
- Kondisi dehidrasi
- Stres mental atau kecemasan
Baca juga: Minum Kopi Setiap Hari Bisa Turunkan 3 Risiko Penyakit Liver, Apa Saja?
Ciri jantung berdebar yang harus diwaspadai
Sensasi jantung yang berdetak kencang memang umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya. Kendati demikian, jika gejala ini terjadi terlalu sering atau berlangsung lebih lama dari biasanya, hal itu bisa mengindikasikan gangguan irama jantung yang dikenal sebagai aritmia.
Dr. Motgi membeberkan 6 tanda peringatan yang harus diwaspadai:
- Rasa nyeri atau sesak di bagian dada
- Sesak napas (dyspnea)
- Pusing atau kepala terasa ringan (light-headedness)
- Pingsan atau perasaan hendak pingsan
- Keringat berlebih tanpa melakukan aktivitas fisik
- Denyut jantung tetap tinggi secara tidak biasa bahkan saat sedang beristirahat
Dr. Motgi menambahkan bahwa orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan irama jantung bawaan atau penyakit jantung mendadak berisiko lebih rentan.
Gejala-gejala tersebut juga bisa menjadi indikator awal dari kondisi medis seperti supraventricular tachycardia, fibrilasi atrium (atrial fibrillation), atau kelainan irama jantung lainnya.
Jika penyebab utama palpitasi adalah konsumsi kafein yang berlebihan, Dr. Motgi menyarankan beberapa langkah pencegahan sederhana:
- Mengurangi porsi atau cangkir konsumsi kopi harian
- Menghindari minum kopi saat perut dalam kondisi kosong
- Memenuhi kebutuhan cairan dengan rutin minum air putih
- Memastikan waktu tidur dan istirahat yang cukup
Langkah-langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi gejala jantung berdebar secara signifikan.
Meski demikian, pakar jantung tersebut mengimbau agar masyarakat tidak selalu menganggap palpitasi sebagai efek biasa dari kafein semata.
Segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung jika palpitasi terjadi makin sering, berlangsung selama beberapa menit, atau disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, pusing, hingga pingsan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT