Akses Darat Terkendala, Pertamina Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Reo Lewat Jalur Laut - Kompas
KUPANG, KOMPAS.com – Kepedulian terhadap warga dan pekerja Fuel Terminal (FT) Pertamina Patra Niaga di Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Keluarga besar Pertamina Patra Niaga dari seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal (FT) di NTT menggalang bantuan secara swadaya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pekerja FT Reo yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut dikumpulkan di FT Maumere sebelum dikirim ke Reo melalui jalur laut.
Bantuan senilai sekitar Rp 42 juta itu diberangkatkan dari Maumere menuju Reo pada 18 Agustus 2026 menggunakan MT PIS Prabumulih, kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS).
China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan
Kapal tersebut tiba di Reo pada 19 Agustus 2026 dengan membawa berbagai kebutuhan untuk masyarakat dan pekerja selama masa pemulihan pasca-gempa.
Baca juga: Saat Penyintas Gempa Peluk Gubernur NTT, Pak Bantu Kami
Bantuan yang dikirim antara lain beras, air mineral, mi instan, kopi sachet, telur, roti, gula, minuman energi, minyak goreng, dan minyak kayu putih.
Selain kebutuhan pangan, bantuan juga mencakup perlengkapan kesehatan, sandal jepit, selimut, tikar, kompor dan regulator, kasur busa, gayung, perlengkapan kebersihan, terpal, serta gas untuk mendukung kebutuhan memasak.
Akses Darat Terkendala
Pengiriman bantuan melalui jalur laut dipilih karena akses darat menuju Reo masih menghadapi sejumlah kendala setelah gempa.
Sejumlah titik jalan mengalami longsor dan kerusakan sehingga distribusi melalui jalur darat belum dapat berjalan secara optimal.
Di sisi lain, kebutuhan logistik di Reo meningkat. Sejumlah pertokoan masih tutup setelah gempa, sementara sebagian warga harus mengungsi sehingga akses terhadap kebutuhan sehari-hari menjadi terbatas.
Baca juga: Pemprov Jatim Targetkan Bantuan Logistik 100 Ton untuk Korban Gempa NTT
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi, mengatakan bahwa kondisi tersebut mendorong seluruh AFT dan FT di NTT untuk bergerak membantu.
Menurut dia, bantuan dikumpulkan dari berbagai unit, kemudian disatukan dan dikirim melalui jalur laut agar dapat segera menjangkau Reo.
“Bantuan ini bukan hanya tentang barang yang dikirimkan, tetapi tentang kepedulian dari keluarga besar Pertamina di NTT kepada saudara-saudara kami di FT Reo,” ujar Ahad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
“Ketika satu unit mengalami kesulitan, seluruh unit lainnya ikut merasakan dan bergerak bersama. Semangat inilah yang menjadi kekuatan kami untuk saling membantu, terutama dalam situasi seperti ini,” katanya lagi.
Baca juga: BMKG Catat 862 Kali Gempa Susulan Terjadi di NTT pada 20 Agustus 2026
Ahad menambahkan, bantuan tersebut menjadi wujud semangat gotong royong keluarga besar Pertamina Patra Niaga di NTT.
Bantuan yang dikumpulkan dari berbagai AFT dan FT di NTT kemudian menjadi satu dukungan bagi masyarakat dan pekerja FT Reo yang tengah menghadapi masa sulit akibat gempa.
Pengiriman logistik ini juga menjadi bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika kebutuhan meningkat akibat kondisi darurat.
Di tengah keterbatasan akses dan situasi pascabencana, solidaritas dan gotong royong diharapkan dapat membantu masyarakat dan pekerja melewati masa pemulihan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Instruksi Prabowo: Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Pastikan Warga Dapat Bantuan