Amran: Badan Pangan Salurkan Bantuan Rp 100 Miliar untuk Korban Gempa NTT - Republika
Amran ingin turun langsung untuk meninjau kondisi masyarakat.
Rep: M. Nursyamsyi

ANTARA FOTO/Mega Tokan Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Data Kementerian Sosial mencatat hingga pukul 15.40 WIB, terdapat sekitar dua ribu jiwa dilaporkan terdampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengaku telah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Amran berencana terbang ke lokasi terdampak bencana di NTT pada hari ini atau besok.
"Baru kami mau berangkat hari ini atau besok, tapi bantuan kami sudah kirim sampai hari ini kurang lebih Rp100 miliar," ujar Amran saat konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Amran mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan dari lapangan. Amran ingin turun langsung untuk meninjau kondisi masyarakat dan memastikan bantuan serta penanganan pascabencana berjalan dengan baik.
"(Bantuan) baru beras, kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung," ucapp Amran.
Menurut Amran, dana bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk penanganan bencana. Ia menegaskan bantuan yang dikirin bukan berasal dari donasi.
"Itu dari APBN, itu dari anggaran untuk bencana itu di Bapanas," lanjut dia.
Amran mengatakan pemerintah langsung mengambil keputusan untuk menyalurkan bantuan pangan, meski bencana terjadi pada Sabtu yang merupakan hari libur. Ia pun meminta Bulog segera menyediakan dan menyalurkan beras bagi masyarakat terdampak bencana.
"Bencana hari Sabtu hari libur kan, hari Sabtu langsung kami ambil keputusan yang butuh beras Bulog, kami telepon Dirut Bulog yang butuh beras diberi, nanti tanda tangannya menyusul," ungkap Amran.
Amran menegaskan pertimbangan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, dia menilai proses administrasi tidak boleh menghambat penyaluran makanan kepada masyarakat terdampak.
"Malam baru saya tanda tangan karena ini kemanusiaan nggak boleh ditunda, makan itu nggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul, tapi kami sudah tanda tangan semua," sambung Amran.
Selain memastikan bantuan segera sampai kepada korban, lanjut Amran, Amran juga menjamin penguatan stok beras di NTT dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
"Ini kalau dihitung ada lima kali lipat, stok kita 5,2 juta ton, insya Allah aman," kata Amran.
Halaman 2 / 2
Secara terpisah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan percepatan upaya pemulihan infrastruktur pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menteri PU Dody Hanggodo meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data sementara dan titik-titik kerusakan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
"Hal ini penting agar tim Kementerian PU dapat segera turun ke lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap lokasi terdampak," ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dody menegaskan, Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis maupun penanganan infrastruktur, sementara pemerintah daerah akan membantu menentukan lokasi yang menjadi prioritas. Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terdampak longsor maupun kerusakan badan jalan.
"Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit," ucap Dody.
Dody melaporkan sembilan ruas jalan nasional mengalami kerusakan yang teridentifikasi mencakup puluhan titik longsoran, patahan badan jalan, serta kerusakan pada sejumlah jembatan dan plat duiker. Hingga 16 Agustus 2026, ucap dia, sembilan ruas jalan terdampak telah kembali fungsional.
"Delapan ruas yang merupakan bagian dari jalur Trans Flores, mulai dari Labuan Bajo–Ende–Maumere, telah dapat dilalui. Sementara ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga telah kembali fungsional," ungkapnya.
Dalam penanganan sementara, sambung dia, tercatat 40 titik longsoran telah ditangani dan kembali fungsional. Selain itu, empat titik patahan badan jalan juga telah ditangani.
"Adapun kerusakan pada lima titik jembatan dan plat duiker saat ini masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan," lanjut Dody.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, ucap Dody, BPJN NTT telah memobilisasi tujuh unit excavator dan empat unit loader ke sejumlah lokasi terdampak. Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta memastikan akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.
"Kembalinya sembilan ruas jalan nasional terdampak menjadi fungsional menjadi langkah penting dalam pemulihan Pulau Flores pascagempa," kata Dody.
Berita Terkait
Stimulus Ekonomi Tahap II Rp26,34 Triliun, Mampu Jaga Daya Beli?
Finansial - 3 jam yang lalu
Kemenhub: Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi
Bisnis - 4 jam yang lalu
Bantu Korban Gempa NTT Wujud Islam Rahmatan Lil Alamin, MUI: Tolong Menolong tak Dibatasi Agama
Khazanah Indonesia - 4 jam yang lalu
Enam Pesawat TNI AU Terbangkan 81,3 Ton Bantuan ke NTT
Nasional News - 6 jam yang lalu
Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Diduga Terkait Penyimpangan Miliaran Rupiah
Pertanian - 8 jam yang lalu