Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amran Sulaiman Berita Dahlan Iskan Featured Spesial

    Dahlan Iskan: Amran Sulaiman Sangat Cekatan, Salah Satu Menteri Terbaik - Fajar

    4 min read

     


    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai sosok yang cepat merespons persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan.

    Penilaian itu disampaikan Dahlan dalam program Dismorning di kanal YouTube DI's Way, Rabu (12/8/2026). Ia menyoroti respons Amran ketika menerima keluhan seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Mahasiswa tersebut menyampaikan persoalan mahalnya harga beras di Alor. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika distribusi melalui jalur laut terganggu akibat cuaca buruk, harga beras di daerah tersebut disebut dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

    Menurut Dahlan, respons Amran menunjukkan karakter seorang pejabat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan langkah penyelesaian.

    “Menteri Amran Sulaiman ini memang cekatan yang harus kita akui. Mungkin dia salah satu menteri yang berhasil lah itu,” ujar Dahlan, dikutip Fajar.co.id, Senin (17/8/2026).

    Dahlan mengatakan, kemampuan Amran merespons persoalan secara cepat merupakan salah satu kelebihan yang selama ini melekat pada dirinya.

    “Perasaan saya dia menteri yang cekatan dan salah satu yang baik,” katanya.

    Dinilai Memiliki Karakter Responsif

    Dahlan menilai sikap responsif Amran bukan sesuatu yang baru. Menurut dia, karakter tersebut sudah terlihat dalam cara Amran menjalankan tugasnya selama ini.

    “Jadi Pak Menteri Pertanian ini menurut saya sangat responsif tetapi selama ini dia memang dikenal seperti itu. Selama ini dikenal. Jadi bagi saya tidak tidak baru,” ujarnya.

    Ia menilai pengalaman Amran sebagai pengusaha turut membentuk pola pikir tersebut. Dalam dunia usaha, kata Dahlan, seseorang dituntut tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga segera mencari jalan keluarnya.

    “Karena latar belakang beliau kan pengusaha. Pengusaha itu biasanya langsung, solusi oriented begitu,” kata Dahlan.

    Dahlan kemudian mengaitkan pengalaman Amran ketika masih menjalankan usaha di Sulawesi Selatan. Saat itu, petani menghadapi persoalan serangan hama tikus.

    Amran, menurut Dahlan, melihat persoalan tersebut sebagai peluang untuk memberikan solusi sekaligus mengembangkan usaha.

    “Jadi memang waktu itu rakyat atau petani itu mengeluh luar biasa mengenai hama tikus dan dia langsung cari jalan keluar sebagai orang swasta dan itu menjadi bisnisnya dia,” ungkapnya.

    Menurut Dahlan, pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana Amran terbiasa menghadapi persoalan secara langsung dan mencari penyelesaian dalam waktu relatif singkat.

    Gudang Beras Dinilai Bisa Atasi Persoalan Alor

    Terkait persoalan harga beras di Alor, Dahlan menilai masalah distribusi menjadi salah satu faktor utama yang perlu diantisipasi.

    Alor merupakan wilayah kepulauan sehingga pasokan pangan sangat dipengaruhi kondisi transportasi laut. Ketika gelombang tinggi dan cuaca buruk terjadi, distribusi beras dapat terganggu dan berdampak pada ketersediaan serta harga di tingkat masyarakat.

    Karena itu, Dahlan menilai pembangunan gudang beras dapat menjadi salah satu solusi.

    Menurut dia, gudang tersebut dapat digunakan untuk menyimpan stok ketika kondisi laut masih memungkinkan kapal mengangkut beras dalam jumlah besar.

    “Nah, tentu cara yang disampaikan Pak Menteri Pertanian tadi ya solutif misalnya bangun gudang di sana,” ujar Dahlan.

    Dengan ketersediaan stok yang cukup, kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi ketika distribusi laut mengalami hambatan selama musim gelombang tinggi.

    Dahlan bahkan menilai pembangunan gudang beras dalam skala yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah seharusnya tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

    “Tapi untuk sekelas gudang yang tidak besar di Alor orang seperti Pak Amran bisa bangun. Bangun nanti kita carikan dana,” katanya.

    Pengalaman Pengusaha Dinilai Membentuk Cara Kerja

    Dahlan kembali menekankan bahwa pengalaman Amran sebagai pengusaha berpengaruh terhadap cara kerjanya ketika menjadi menteri.

    Menurut dia, seorang pengusaha terbiasa menghadapi berbagai persoalan hampir setiap hari. Karena itu, keputusan untuk mencari solusi menjadi bagian dari rutinitas.

    “Dia sebagai pengusaha sukses yang sejak kecil perusahaan sejak kecil itu tiap hari dia dihadapkan kepada masalah dan tiap hari dihadapkan kepada jalan keluarnya,” kata Dahlan.

    Kebiasaan tersebut, lanjutnya, kemudian terbawa ketika Amran memimpin Kementerian Pertanian.

    “Jadi sudah terbiasa, sudah terbiasa berada dalam persoalan dan menyelesaikan persoalan dan dalam waktu yang singkat,” ujarnya.

    Dahlan menilai pola kerja semacam itu penting bagi seorang menteri karena persoalan di lapangan membutuhkan keputusan yang cepat dan solusi yang dapat dirasakan masyarakat.

    Dalam kasus Alor, menurut dia, penyediaan stok beras melalui gudang penyimpanan dapat menjadi langkah antisipatif agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada kelancaran distribusi laut ketika cuaca buruk.

    (Muhsin/Fajar)

    Komentar
    Additional JS