Berapa Butir Telur yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari? Ini Kata Ahli Gizi - Kompas
KOMPAS.com – Telur merupakan salah satu sumber protein yang paling mudah didapat dan kaya nutrisi.
Telur dikenal sebagai makanan padat gizi karena mengandung protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
Selain itu, telur juga mengandung vitamin A, D, B12, kolin, selenium, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata dan otak.
Baca juga: Apa Ubi Cilembu yang Manis Aman untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasan Ahli
Kandungan nutrisi tersebut membuat telur menjadi pilihan menu sarapan maupun lauk sehari-hari yang praktis dan mengenyangkan.
Protein dari Udara
Meski begitu, banyak orang masih bertanya-tanya, berapa banyak telur yang sebenarnya aman dikonsumsi setiap hari tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan?
Menurut ahli gizi Dr. Rupali Datta melansir NDTV Food, Minggu (2/8/2026), jumlah telur yang ideal bergantung pada kondisi kesehatan, pola makan, serta kebutuhan nutrisi masing-masing orang.
- Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini 31 Juli 2026, Telur Harga Hemat Mulai Rp 20.000-an
- Baca juga: Suka Makan Telur Asin? Ini Cara Agar Nutrisinya Tidak Mudah Hilang
Apakah telur meningkatkan kolesterol?
Selama bertahun-tahun telur sering dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bagi sebagian besar orang sehat, kolesterol yang berasal dari makanan, termasuk telur, tidak memberikan dampak besar terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan konsumsi lemak jenuh dan lemak trans.
Meski demikian, orang yang memiliki kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau gangguan metabolik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi mengenai jumlah telur yang sesuai dengan kondisi mereka.

Lihat Foto
Cara sehat mengonsumsi telur
Selain jumlahnya, cara memasak telur juga berpengaruh terhadap manfaat kesehatannya. Ahli menyarankan memilih metode memasak yang minim tambahan lemak, seperti:
- Telur rebus.
- Telur poached (direbus tanpa cangkang).
- Telur orak-arik dengan sedikit minyak.
- Omelet yang dipadukan dengan aneka sayuran.
Sebaliknya, sebaiknya batasi telur yang digoreng menggunakan banyak minyak atau disajikan bersama makanan tinggi lemak jenuh seperti sosis dan daging olahan.
- Baca juga: Mengupas Telur Rebus Lebih Mudah Pakai Cuka, Benarkah?
- Baca juga: Putih Telur Lebih Sehat dari Telur Utuh, Benarkah?
Kebutuhan setiap orang berbeda-beda
Jumlah telur yang ideal tidak bisa disamaratakan. Atlet, ibu hamil, lansia, maupun orang dengan kebutuhan protein lebih tinggi bisa memiliki rekomendasi konsumsi yang berbeda dibandingkan orang dewasa pada umumnya.
Karena itu, ahli menekankan pentingnya melihat pola makan secara keseluruhan, bukan hanya berfokus pada satu jenis makanan.
Mengombinasikan telur dengan sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan sumber protein lainnya akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara lebih seimbang.
- Baca juga: Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih
- Baca juga: Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Cerita Relawan Masak 100 Porsi Makan Gratis Setiap Hari di Bekasi