Apa Ubi Cilembu yang Manis Aman untuk Penderita Diabetes? Ini Penjelasan Ahli - detik
KOMPAS.com - Ubi cilembu dikenal sebagai salah satu jenis ubi dengan cita rasa manis alami yang khas. Rasanya yang legit, terutama setelah dipanggang, membuatnya menjadi camilan favorit banyak orang. Namun, muncul pertanyaan, apakah ubi cilembu aman dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, ubi cilembu masih dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat bagi penderita diabetes karena memiliki indeks glikemik (IG) yang relatif rendah dibandingkan sejumlah sumber karbohidrat lain, seperti nasi, roti, maupun tepung terigu.
Indeks glikemik merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Semakin rendah nilai indeks glikemiknya, semakin lambat pula kenaikan gula darah yang terjadi.
Baca juga: 3 Cara Simpan Ubi Cilembu Panggang agar Awet, Jangan di Suhu Ruang
"Indeks glikemiknya tidak tinggi, sehingga penderita diabetes yang tetap membutuhkan karbohidrat dapat memilih ubi cilembu sebagai alternatif," ujar Inggrid dilansir dari Kompas.com (11/12/2024).
Prabowo Tunjuk Amran Benahi Sektor Gula Nasional: Negara Masih Butuh Kau!
Meski demikian, ia menegaskan bahwa konsumsi ubi cilembu tetap akan meningkatkan kadar gula darah. Bedanya, peningkatan tersebut berlangsung lebih perlahan dibandingkan makanan dengan indeks glikemik yang lebih tinggi.
Kandungan gizi ubi cilembu
Selain memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, ubi cilembu juga menjadi sumber energi yang baik. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, setiap 100 gram ubi cilembu mengandung:
- Energi: 186 kalori
- Karbohidrat: 44,3 gram
Tak hanya itu, ubi cilembu juga mengandung serat yang bermanfaat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan dan meningkatkan frekuensi buang air besar.
Baca juga: Resep Camilan Diet Praktis, Ubi Cilembu dan Yogurt ala Cheesecake
Keunggulan lainnya, ubi cilembu bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac, yaitu gangguan autoimun yang dipicu oleh konsumsi gluten dari gandum dan biji-bijian tertentu.
Makan ubi cilembu tetap perlu dibatasi
Walaupun tergolong lebih ramah terhadap kadar gula darah, penderita diabetes tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsi ubi cilembu secara berlebihan.
Inggrid menjelaskan bahwa porsi konsumsi yang aman bergantung pada kondisi dan tingkat keparahan diabetes yang dimiliki setiap orang.

Lihat Foto
Ia menyarankan agar ubi cilembu dijadikan camilan dengan porsi terbatas, bukan sebagai makanan yang dikonsumsi setiap hari.
"Ubi cilembu sebaiknya dijadikan camilan dengan porsi terbatas dan tidak dikonsumsi setiap hari. Sebaiknya hanya sebagai selingan dalam beberapa hari setiap minggu," katanya.
Daun ubi cilembu juga berpotensi membantu mengontrol gula darah
Tak hanya umbinya, daun ubi cilembu juga memiliki potensi manfaat bagi penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daun ubi cilembu dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
Karena itu, daun ubi cilembu dapat menjadi pilihan tambahan sebagai bagian dari pola makan sehat untuk membantu mengontrol gula darah secara alami.
Baca juga: Cara Panggang Ubi Cilembu Pakai Oven, Madu Alaminya Keluar Sempurna
Namun, penggunaannya tetap sebaiknya disertai pola makan seimbang dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi penderita diabetes yang sedang menjalani pengobatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Solusi Alami! Manfaat Daun Kelor untuk Jantung hingga Fungsi Otak