Dampak Gempa M 7,7 di NTT, Kantor Kemenag Nagekeo Ambruk, 87 Rumah Ibadah Rusak - Kompas
NAGEKEO, KOMPAS.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ambruk akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa, 15 Agustus 2026.
Selain kantor, puluhan rumah ibadah dan fasilitas pendidikan yang bernaung di bawah Kemenag Nagekeo, mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.
“Banyak sekali rumah ibadah dan pendidikan rusak berat, termasuk Kantor Kementerian Agama ambruk dan menimpa mobil yang parkir,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nagekeo, Krensentia Reo, saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Krensentia mencatat, berdasarkan data sementara yang dihimpun di Posko Kemenag Nagekeo, sebanyak 87 rumah ibadah di 20 paroki, 55 kapela, 18 unit masjid dan musola, serta empat Gereja Kristen mengalami kerusakan.
Gempa NTT Hancurkan Masjid dan Gereja, Tangis Warga Pecah di Manggarai Timur
Baca juga: Stok Makanan Menipis, Korban Gempa di Nagekeo NTT Bertahan dengan Pisang dan Ubi
Selain itu, bangunan sekolah rusak berat mencakup Taman Seminari Sang Timur, SMAK Santo Jhoannes Baptista Walosambi di Mauponggo.
Kemudian, Pondok Pesantren Al- Umma Al Islamiah dan MIN, MTS rusak berat, MAN, MTS Marpokot dan MAS Marpokot rusak berat.
Krensentia juga melaporkan sebanyak 75 unit rumah karyawan Kemenag Nagekeo mengalami kerusakan.
Menurut dia, saat ini para karyawan Kemenag bersama keluarga menempati tenda pengungsian yang tersebar di Malaruma, Kalidari, Bukit SMAN 1, Mbay Dam, Kolikapa Lama dan Lapangan Berdikari.
“Ada juga yang bangun tenda di halaman rumah. Kami juga tidur di teras rumah, khawatir gempa susulan. Nagekeo jadi pusat gempa,” katanya.
Baca juga: Kapolri Akan Kunjungi Korban Gempa di NTT, Bagikan Bantuan
Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada 15 Agustus 2026 pagi.
Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan bahwa sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.
Menurut Arief, aktivitas sesar serupa juga pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada 1992.
"Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief.
Baca juga: Usai Gempa NTT, Air Bersih dan Jalan di Nagekeo Mulai Dipulihkan
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Mencekam! Paniknya Warga saat Gempa M 7,7 NTT Mengguncang Pelabuhan Maumere