Desil 9-10 Dilarang Beli Pertalite Demi Subsidi Tepat Sasaran - Republika
Kebijakan pembatasan Pertalite akan diterapkan bertahap.
Rep: Frederikus Dominggus Bata

Republika/Thoudy Badai Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (13/5/2024). Sebelumnya, SPBU tersebut dikabarkan tidak lagi menjual BBM jenis pertalite, namun berdasarkan pantauan Republika, SPBU dengan nomor kode 34.132.09 itu masih menjual BBM pertalite. Selain itu, SPBU tersebut juga menjual produk BBM jenis terbaru yakni Pertamax Green dengan oktan RON 95 hasil pengembangan dari energi terbarukan berupa Bioetanol yang sudah teruji oleh Worldwide Fuel Charter (WWFC).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, bertujuan memastikan subsidi tersalurkan secara tepat sasaran. Secara khusus, kata dia, kebijakan ini menjawab masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyoroti penyaluran BBM bersubsidi yang masih mengalami kebocoran.
“Yang pertama diluruskan, harga nggak naik, ya. Cuma, waktu di DPR saya diperintahkan untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Purbaya menyebut kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap. Pemerintah pun akan memantau dampaknya terhadap perekonomian sebagai bentuk evaluasi kebijakan.
“Kami akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa. Kalau, misalnya, desil 10 saya setop nggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampaknya ke ekonomi. Jadi, kita akan bertahap,” ujar dia.
Pembatasan tersebut menyasar kelompok masyarakat pada desil 9 dan 10. Purbaya sebelumnya menjelaskan bahwa masyarakat pada kelompok tersebut akan diarahkan untuk membeli BBM nonsubsidi.
Halaman 2 / 2
Pengendalian subsidi BBM saat ini masih dalam pembahasan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan setelah seluruh sistem siap.
Menurut Purbaya, harga minyak dunia masih bergejolak sehingga perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut disampaikan setelah kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (11/8).
Bahlil menyampaikan bahwa selama ini subsidi produk minyak dan gas belum sepenuhnya tepat sasaran. Bahkan, masyarakat yang tergolong mampu masih menerima bahan bakar bersubsidi.
Untuk itu, Bahlil menemui Purbaya untuk mencari sistem penyaluran BBM dan produk gas yang tepat sasaran. Pasalnya, selama ini ratusan triliun rupiah dialokasikan untuk subsidi energi.
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Desil 9-10 Gak Bisa Beli Pertalite, Harus Pakai Pertamax
Nasional - 8 jam yang lalu
Siap-Siap Pembatasan Pertalite, Cara Cek Desil Pakai NIK: Begini Langkahnya
Finansial - 9 jam yang lalu
Pajak Marketplace Berpeluang Ditunda Kembali, Ini Penjelasan Purbaya
Finansial - 10 jam yang lalu
Purbaya Tegaskan tak Ada Pajak Baru untuk Rumah Kontrakan
Finansial - 10 jam yang lalu
Desil 9-10 Berpotensi tak Lagi Nikmati Subsidi Pertalite
Energi - 12 jam yang lalu