Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Pertalite Spesial

    Desil 9-10 Dilarang Beli Pertalite Demi Subsidi Tepat Sasaran - Republika

    7 min read

     

    Kebijakan pembatasan Pertalite akan diterapkan bertahap.

    Rep: Frederikus Dominggus Bata

    Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (13/5/2024). Sebelumnya, SPBU tersebut dikabarkan tidak lagi menjual BBM jenis pertalite, namun berdasarkan pantauan Republika, SPBU dengan nomor kode 34.132.09 itu masih menjual BBM pertalite. Selain itu, SPBU tersebut juga menjual produk BBM jenis terbaru yakni Pertamax Green dengan oktan RON 95 hasil pengembangan dari energi terbarukan berupa Bioetanol yang sudah teruji oleh Worldwide Fuel Charter (WWFC).

    Republika/Thoudy Badai Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (13/5/2024). Sebelumnya, SPBU tersebut dikabarkan tidak lagi menjual BBM jenis pertalite, namun berdasarkan pantauan Republika, SPBU dengan nomor kode 34.132.09 itu masih menjual BBM pertalite. Selain itu, SPBU tersebut juga menjual produk BBM jenis terbaru yakni Pertamax Green dengan oktan RON 95 hasil pengembangan dari energi terbarukan berupa Bioetanol yang sudah teruji oleh Worldwide Fuel Charter (WWFC).

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, bertujuan memastikan subsidi tersalurkan secara tepat sasaran. Secara khusus, kata dia, kebijakan ini menjawab masukan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menyoroti penyaluran BBM bersubsidi yang masih mengalami kebocoran.

    “Yang pertama diluruskan, harga nggak naik, ya. Cuma, waktu di DPR saya diperintahkan untuk memastikan subsidinya lebih tepat sasaran,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

    Purbaya menyebut kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap. Pemerintah pun akan memantau dampaknya terhadap perekonomian sebagai bentuk evaluasi kebijakan.

    “Kami akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa. Kalau, misalnya, desil 10 saya setop nggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampaknya ke ekonomi. Jadi, kita akan bertahap,” ujar dia.

    Pembatasan tersebut menyasar kelompok masyarakat pada desil 9 dan 10. Purbaya sebelumnya menjelaskan bahwa masyarakat pada kelompok tersebut akan diarahkan untuk membeli BBM nonsubsidi.

    Berita Terkait

    Menkeu Purbaya: Desil 9-10 Gak Bisa Beli Pertalite, Harus Pakai Pertamax

    Nasional - 8 jam yang lalu

    Siap-Siap Pembatasan Pertalite, Cara Cek Desil Pakai NIK: Begini Langkahnya

    Finansial - 9 jam yang lalu

    Pajak Marketplace Berpeluang Ditunda Kembali, Ini Penjelasan Purbaya

    Finansial - 10 jam yang lalu

    Purbaya Tegaskan tak Ada Pajak Baru untuk Rumah Kontrakan

    Finansial - 10 jam yang lalu

    Desil 9-10 Berpotensi tak Lagi Nikmati Subsidi Pertalite

    Energi - 12 jam yang lalu

    Komentar
    Additional JS