Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Chiba Dunia Internasional Featured Festival Indonesia Jepang Spesial

    Festival Indonesia di Chiba Jadi Sorotan, Pemkot Minta Penyelenggara Lakukan Evaluasi - Tribunnews

    6 min read

     

    HO A-A+ Sampah yang dibuang berantakan oleh peserta yang hadir di Festival Indonesia 8-9 Agustus 2026 diselenggarakan oleh Mega Job (Instagram) 
    Ringkasan Berita:
    • Festival Indonesia di Chiba Chuo Koen, Jepang, pada 8–9 Agustus 2026 menarik banyak pengunjung dan mendapat perhatian Pemerintah Kota Chiba 
    • Sejumlah keluhan warga terkait ketertiban, aktivitas merokok, pengunjung di trotoar, dan gangguan lalu lintas menjadi bahan evaluasi 
    • Pemkot dan polisi menyarankan perbaikan pengelolaan acara

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO —  Festival Indonesia yang digelar di Chiba Chuo Koen, Jepang, pada 8–9 Agustus 2026, mendapat perhatian Pemerintah Kota Chiba setelah muncul sejumlah keluhan warga terkait ketertiban selama acara berlangsung.

    Festival yang menghadirkan suasana dan budaya Indonesia tersebut menarik banyak pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.

    Namun, tingginya jumlah pengunjung juga menimbulkan sejumlah persoalan di sekitar lokasi yang kemudian dilaporkan kepada pemerintah kota dan kepolisian setempat.

    Seorang pejabat Pemerintah Kota Chiba mengatakan kepada Tribunnews.com bahwa pihaknya menerima laporan mengenai beberapa gangguan, termasuk perkelahian, aktivitas merokok, pengunjung yang berbaring di trotoar, serta aktivitas yang meluas hingga badan jalan.

    “Kami sangat menyayangkan terjadinya perkelahian dan keributan yang mengganggu lingkungan setempat. Kami juga menerima pengaduan masyarakat sekitar mengenai bau asap rokok yang sangat menyengat, orang-orang yang berbaring di trotoar, bahkan sampai ke badan jalan sehingga mengganggu lalu lintas,” ungkap sumber Tribunnews.com di Pemerintah Kota Chiba.

    Menurut pejabat tersebut, berbagai keluhan itu perlu menjadi bahan evaluasi penyelenggara apabila Festival Indonesia kembali digelar pada tahun berikutnya.

    Baca juga: Protes Warga Jepang, Wajah Ginza Berubah, Persoalan Sampah dan Etika Pengunjung Asing Jadi Sorotan

    “Apabila festival kembali diselenggarakan tahun depan, panitia mungkin perlu mencari solusi dan melakukan perbaikan lebih lanjut,” katanya.

    Ia mengatakan, evaluasi tersebut antara lain berkaitan dengan pengaturan pengunjung dan dampak kegiatan terhadap lingkungan sekitar.

    Polisi Terima Pengaduan Selama Festival

    Sumber Tribunnews.com di Kepolisian Chiba juga membenarkan adanya sejumlah pengaduan dari warga selama festival berlangsung.

    Menurutnya, laporan yang diterima polisi antara lain menyangkut aktivitas merokok, pengunjung yang berbaring di pinggir jalan, pertengkaran, serta aktivitas pengunjung yang meluas hingga badan jalan.

    “Pengaduan yang kami terima antara lain berkaitan dengan banyaknya orang yang merokok sehingga asapnya menyebar ke lingkungan sekitar, pengunjung yang berbaring di pinggir jalan, keributan akibat pertengkaran, serta aktivitas yang meluas hingga ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas,” ungkapnya.

    Untuk menjaga ketertiban, kepolisian mengerahkan empat personel ke lokasi festival, terdiri atas tiga polisi laki-laki dan seorang polisi perempuan.

    Petugas juga sempat melakukan patroli di sekitar lokasi bersama dua anggota panitia.

    “Sekitar pukul 16.30 waktu setempat, polisi juga telah menyampaikan pengumuman kepada para pengunjung agar tidak merokok, tidak membuat keributan, serta menjaga ketertiban selama acara berlangsung,” katanya.

    Polisi juga menyebut adanya kemungkinan sebagian pengunjung membawa minuman beralkohol yang dibeli dari toko serba ada di sekitar lokasi. Namun, informasi tersebut disampaikan sebagai kemungkinan dan bukan kesimpulan bahwa pengunjung secara umum mengonsumsi alkohol.

    Kapasitas Lokasi Jadi Evaluasi

    Selain persoalan ketertiban, besarnya jumlah pengunjung menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika festival kembali digelar.

    Menurut sumber Tribunnews.com, lokasi Chiba Chuo Koen dinilai perlu dievaluasi dari sisi kapasitas dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

    Panitia pun disarankan mempertimbangkan lokasi yang lebih luas untuk penyelenggaraan berikutnya.

    “Carilah lokasi yang luas dan jauh dari permukiman. Itu ada di Chiba,” kata sumber kepolisian tersebut.

    Selain pemilihan lokasi, sejumlah aspek lain juga dinilai perlu diperbaiki, seperti pengaturan area merokok, pengamanan, kapasitas pengunjung, serta pengelolaan arus lalu lintas.

    Festival Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Mega Job.

    Tribunnews.com telah mengonfirmasi sejumlah persoalan yang disampaikan Pemkot Chiba dan kepolisian kepada panitia penyelenggara. Namun,  belum ada tanggapan.

    Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo sebelumnya menyatakan akan memanggil pihak panitia untuk memperoleh laporan lengkap mengenai kejadian yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Sebelumnya, melalui keterangan tertulis, pihak penyelenggara tidak menyangkal adanya beberapa kejadian keributan.

    Namun, kejadian tersebut dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kerusuhan besar maupun meluas keluar area taman.

    "Sejak awal, penyelenggara juga telah menetapkan aturan, melarang penjualan alkohol di area acara, serta bekerja sama dengan kepolisian setempat dalam pengamanan dan patroli selama acara berlangsung," kata pihak penyelenggara.

    .Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

    Komentar
    Additional JS