Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Duduk Perkara Video Viral Camat Lamba Leda Utara Marah ke BNPB Soal Logistik Gempa Flores - Kompas

    6 min read

     


    MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com — Sebuah video yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, berdebat sengit hingga membanting paket bantuan di depan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terekam viral di media sosial.

    Peristiwa tersebut terjadi di Posko Logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) pagi.

    Adu mulut tersebut merupakan dampak dari beban psikologis dan persoalan teknis dalam distribusi bantuan logistik bagi korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

    Baca juga: Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

    Duduk Perkara Perdebatan di Posko Logistik

    Dalam rekaman video berdurasi sekitar 6 menit 15 detik (versi lain 6 menit 23 detik), Agustinus tampak emosional saat menyampaikan keberatannya terhadap informasi dan mekanisme penyaluran bantuan dari BNPB.

    Kisah Pilu Korban Gempa NTT, Ayah Tewas Lindungi Putrinya dari Reruntuhan Rumah

    Ia merasa terbebani karena narasi yang menyebutkan bahwa bantuan sudah turun dalam jumlah banyak, padahal kenyataan di lapangan jumlah fisik barang terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan warga. Agustinus bertanggung jawab mengoordinasikan bantuan untuk 21.171 jiwa yang tersebar di 11 desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.

    "Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak," ujar Agustinus kepada petugas BNPB dalam video tersebut.

    Petugas BNPB sempat berupaya menenangkan situasi dan meminta agar persoalan didiskusikan secara baik-baik. Namun, Agustinus yang merasa di bawah tekanan akibat protes dari warga desa di wilayahnya tetap meluapkan kekecewaannya.

    "Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya," tegasnya.

    Baca juga: Posko Pengungsian Reok Kebanjiran Pasien Diare dan ISPA Usai Gempa NTT M 7,7

    Bantah Menolak Bantuan, Persoalkan Transparansi dan Dokumen

    Agustinus kemudian mengajak petugas BNPB untuk melihat langsung stok barang yang tersedia. Di momen tersebut, emosi Agustinus memuncak hingga ia membanting sebuah paket bantuan berbungkus plastik putih.

    Ia menegaskan, tindakannya bukan bentuk penolakan terhadap bantuan pemerintah, melainkan bentuk protes terhadap ketidaksesuaian data administrasi dan minimnya logistik yang ada di lapangan.

    "Ini Pak punya bantuan? Ini Pak? (Sebanyak) 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak, ke sini lihat," kata Agustinus.

    "Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan," lanjutnya.

    Selain masalah jumlah barang, Agustinus menolak menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) barang. Ia enggan menandatangani dokumen tersebut karena jumlah bantuan fisik yang diterima di lapangan tidak sesuai dengan data yang tertera dalam dokumen laporan.

    "Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong," kata Agustinus.

    Baca juga: Sosok Ahmad Zaki Ali, Founder Gerak Bareng yang Meninggal Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT

    "Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres. Bapak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini," tambahnya lagi.

    Sejumlah warga dan tokoh yang berada di lokasi posko terlihat mendukung aksi Agustinus. Salah seorang warga bahkan meminta para kepala desa untuk datang langsung menyaksikan kondisi riil ketersediaan logistik di posko.

    Kondisi Pasca-Gempa M 7,7 di Lamba Leda Utara

    Kecamatan Lamba Leda Utara merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa M 7,7 Flores. Seluruh 11 desa di kecamatan ini mengalami dampak kerusakan.

    Sebelumnya pada Kamis (20/8/2026), Agustinus sempat mengungkapkan bahwa wilayahnya masih sangat membutuhkan bantuan darurat berupa beras, air minum, obat-obatan, tenaga medis, genset/listrik, hingga jaringan internet.

    Sebanyak sembilan desa di wilayah tersebut dilaporkan belum tersentuh pelayanan medis akibat terkendala evakuasi dan kepanikan warga setelah gempa susulan beruntun.

    Pemerintah pusat sebelumnya telah meninjau lokasi penanganan bencana. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sempat mengunjungi Desa Satar Kampas di Lamba Leda Utara pada Senin (17/8/2026) untuk menyerahkan bantuan genset dan velbed, serta menginstruksikan percepatan pendataan kerusakan rumah warga.

    Baca juga: Kapolda NTT Kunjungi Pengungsi Gempa Nagekeo, Ajak Anak-anak Bermain

    Konfirmasi Camat Lamba Leda Utara

    Saat dikonfirmasi oleh Kompas.com pada Jumat (21/8/2026) malam, Agustinus tidak membantah kebenaran video viral tersebut. Kendati demikian, ia memilih untuk tidak memperpanjang polemik tersebut dan ingin mencurahkan energinya untuk masyarakat.

    "Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu," ujar Agustinus kepada Kompas.com.

    Agustinus menegaskan, fokus utamanya saat ini adalah memastikan penanganan pasien korban gempa dan mengawal distribusi logistik agar tetap sampai secara transparan dan merata kepada seluruh warga terdampak di 11 desa.

    Hingga berita ini ditayangkan, pihak BNPB belum memberikan keterangan resmi terkait perdebatan yang terjadi di Posko Logistik Damer tersebut.

    Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS