Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BMKG Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Gempa Susulan M 7,7 Flores Tembus 3.002 Kejadian, BMKG: Aktivitas Mulai Menurun -, Kompas

    4 min read

     

    KUPANG, KOMPAS.com – BMKG mencatat sebanyak 3.002 gempa bumi susulan setelah gempa utama bermagnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

    Data tersebut tercatat hingga Rabu (19/8/2026) pukul 15.00 Wita. Dari ribuan gempa susulan itu, 25 kejadian memiliki magnitudo di atas M5, sedangkan 88 gempa dirasakan oleh masyarakat.

    Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan magnitudo gempa susulan yang tercatat bervariasi, mulai dari M1,1 hingga M6,2.

    Baca juga: Gempa NTT: Bantuan Logistik Terus Datang, namun Pembagian Terhambat

    "Total gempa bumi susulan 3.002, magnitudo terbesar 6,2 dan magnitudo terkecil 1,1," kata Arief kepada Kompas.com, Rabu sore.

    NTT Diguncang 1.979 Gempa Susulan, BMKG: Masih Fluktuatif

    Arief mengatakan, grafik peluruhan aktivitas gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas gempa susulan perlahan mulai mengalami peluruhan setelah gempa utama M7,7.

    "Dari grafik peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berlangsung sekitar 3-4 minggu," ujar Arief.

    Perkiraan BMKG

    Sebelumnya, BMKG juga memperkirakan aktivitas gempa susulan pascagempa Flores masih akan berlangsung selama beberapa pekan.

    Sebagai perbandingan, pada 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2.

    Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 3.002 gempa susulan berdasarkan data Stasiun Geofisika Kupang hingga pukul 15.00 Wita.

    Arief mengatakan, sebagian besar gempa susulan terjadi di wilayah laut di sebelah utara Pulau Flores.

    Baca juga: BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Berlangsung 3-4 Minggu

    Wilayah tersebut berada di sekitar sumber gempa utama M7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

    BMKG sebelumnya menjelaskan, gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas tektonik Flores Back-Arc dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

    Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

    BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan mengimbau masyarakat tetap waspada.

    Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan akibat gempa karena masih berpotensi terdampak guncangan susulan.

    BMKG mengingatkan warga untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan gempa melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

    Baca juga: Dapur Darurat Minim, Pengungsi Gempa NTT Memasak Sendiri di Tenda Masing-masing

    Adapun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

    Status tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.

    Keputusan itu ditetapkan di Kupang pada 15 Agustus 2026, menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores pada hari yang sama.

    Gempa tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Gempa 7,7 Mbay NTT Picu Kerusakan hingga Maumere dan Labuan Bajo

    Komentar
    Additional JS