Julukan 7 Presiden RI dari Ketua DPD: Megawati Srikandi Konstitusi, Jokowi Bapak Infrastruktur - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ketua-DPD-RI-Sultan-Bachtiar-Najamudin-memaparkan-julukan-untuk-tujuh-Presiden-RI-mulai-dari-S.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memaparkan julukan untuk tujuh Presiden RI mulai dari Soekarno (Bapak Proklamator) hingga Jokowi (Bapak Infrastruktur) dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI.
- DPD RI mengapresiasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga martabat bangsa dan kemandirian ekonomi.
- Perhelatan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama 2026 ini tidak dihadiri SBY yang sedang check up kesehatan di Amerika Serikat serta Megawati Soekarnoputri yang memiliki agenda lain.
TRIBUNSUMSEL.COM - Pidato pimpinan parlemen dalam forum kenegaraan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026, pada Jumat (14/8/2026), mencuri perhatian publik.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memaparkan jejak kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia dari masa ke masa.
Ia bahkan mengungkap ada predikat serta julukan kehormatan yang melekat pada masing-masing tokoh.
Sultan menegaskan bahwa seluruh kepala negara, sejak era Ir. Soekarno hingga Joko Widodo, telah menorehkan tinta emas dan pencapaian nyata bagi perjalanan bangsa.
"Setiap presiden Republik Indonesia adalah negarawan dengan pencapaian nyata pada masanya masing-masing," kata Sultan, dalam pidatonya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Tak Boleh Ada PPPK Dirumahkan, Bantuan Rp19 Triliun Dikucurkan
Urutan Julukan Presiden RI versi Ketua DPD RI
Dalam orasinya yang disambut tepuk tangan riuh peserta sidang dan tamu undangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Sultan merinci julukan bagi tujuh Presiden RI:
- Ir. Soekarno: Bapak Proklamator
- Soeharto: Bapak Pembangunan
- B.J. Habibie: Bapak Teknologi
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Bapak Pluralisme
- Megawati Soekarnoputri: Srikandi Konstitusi
- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY): Bapak Perdamaian
- Joko Widodo (Jokowi): Bapak Infrastruktur
Menariknya, Sultan berhenti saat menyebut nama Jokowi dan belum menyematkan gelar khusus untuk Presiden Prabowo Subianto yang kini tengah memimpin kepemerintahan.
“Presiden Sukarno Bapak Proklamator,” kata Sultan dengan tegas, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan peserta sidang dan tamu undangan.
“Presiden Suharto Bapak Pembangunan. Presiden Habibie Bapak Teknologi. Presiden Abdurrahmah Wahid Bapak Pluralisme. Presiden Megawati Soekarnoputri Srikandi Konstitusi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bapak Perdamaian. Presiden Joko Widodo Bapak Infrastruktur,” ujarnya.
Baca juga: Mengenal Destry Damayanti, Ekonom Senior Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Presiden Prabowo
Menurut Sultan, terlepas dari julukan yang disandang, setiap pemimpin diikat oleh cita-cita perjuangan yang sejalan.
"Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya, satu benang merah selalu hadir: daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat," ucap Sultan.
Apresiasi untuk Prabowo-Gibran
Meski belum memberikan julukan khusus, DPD RI menyampaikan apresiasi tulus kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah berjalan hampir dua tahun.
Sultan menilai kepemimpinan Prabowo-Gibran tampil kompak dan saling melengkapi.
"Sejarah itu kini sampai pada satu babak baru: kepemimpinan Prabowo Subianto. Pada kesempatan ini DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang secara kompak dan saling melengkapi dalam menegakkan martabat bangsa," kata Sultan.
Pasangan ini dianggap berhasil mengokohkan martabat bangsa lewat langkah strategis mendorong kemandirian ekonomi nasional serta mengembalikan penguasaan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat di tengah gejolak geopolitik global.
Menurut Sultan, Prabowo telah membuat langkah strategis untuk mengembalikan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.
"Setiap pemimpin telah menasbihkan peran sejarahnya. Satu benang merah selalu hadir. Daerah yang semakin kuat, Indonesia yang semakin berdaulat," kata dia.
Ketidakhadiran SBY dan Megawati
Di sisi lain, perhelatan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun ini tidak dihadiri oleh dua mantan Presiden RI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman mengonfirmasi bahwa SBY berhalangan hadir lantaran sedang berada di luar negeri untuk urusan medis.
"Beliau lagi check up di Amerika," ujar Benny saat ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengonfirmasi bahwa Megawati Soekarnoputri absen karena berbenturan dengan agenda lain.
"Bu Mega tidak ada, Bu Mega ada kegiatan," kata Djarot saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
(*)
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com