Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kain Majun Spesial Susanah

    Sosok Susanah, Viral Dapat Upah Rp700 Ribu dari Kupas Bawang, Komdigi Sebut Penjahit Kain Majun - Tribunnews

    5 min read

     

    Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun, yakni kain perca atau potongan sisa bahan yang dimanfaatkan sebagai lap pembersih

    Tayang:


    Sosok Susanah, Viral Dapat Upah Rp700 Ribu dari Kupas Bawang, Komdigi Sebut Penjahit Kain Majun

    Dok./Komdigi

    KUPAS BAWANG-Susanah, yang diperkenalkan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Warga Bogor, Jawa Barat ini disebut bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sebesar Rp 700 ribu per kilogram. 

    TRIBUNBANTEN.COM, BOGOR-Susanah, ramai diperbincangkan dua hari ini setelah namanya disebut Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).

    Perempuan 38 tahun itu diperkenalkan sebagai penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). 

    Warga Bogor, Jawa Barat ini disebut juga bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sebesar Rp 700 ribu per kilogram.

    Setelah pidato Prabowo, potongan video dan foto Susanah viral di media sosial. Banyak orang yang kaget dari upah yang diterima Susanah.

    Kenterian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam publikasi di websitenya menyebut Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun, yakni kain perca atau potongan sisa bahan yang dimanfaatkan sebagai lap pembersih.

    Dari pekerjaan tersebut, Susanah mendapatkan upah Rp700 untuk setiap kilogram kain yang selesai dijahit. Dalam sehari, Susanah mampu mengerjakan sekitar 20 kilogram kain majun. Saat hari libur, ia mampu menghasilkan hingga 50 kilogram.

    Baca juga: Pengurus Baru Dikukuhkan, HIMNI Ingin Nuklir Lebih Dikenal Masyarakat sebagai Teknologi Damai

    Susanah adalah ibu dari tiga orang anak. 

    Karena keterbatasan ekonomi, warga Cileungsi ini hanya menamatkan pendidikan sampai sekolah dasar (SD).

    Bersama suaminya, Didim, Susanah membesarkan tiga anak. Anak sulung mereka telah lulus SMA, anak kedua duduk di bangku SMP, sedangkan si bungsu masih menempuh pendidikan di SD.

    Pekerjaan Susanah tidak berhenti pada siang hari. Sekitar pukul 13.00, ia bergegas menuju dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    Selain menjahit kain, Susanah bekerja sebagai pencuci ompreng untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

    Suami Buruh Bangunan

    Sementara itu, sang suami bekerja sebagai buruh bangunan. Penghasilannya tidak menentu karena pekerjaan tidak selalu tersedia. Bahkan, terdapat masa ketika Didim tidak mendapatkan pekerjaan selama dua hingga tiga minggu.

    Meski menjalani dua pekerjaan dalam sehari, Susanah masih menyimpan harapan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

    Ia bercita-cita memiliki usaha sendiri agar tidak terus bergantung pada pekerjaan milik orang lain. Susanah juga berharap suaminya kelak dapat mengembangkan usaha peternakan ayam secara mandiri.

    Ikuti kami di

    video pilihan

    Sejumlah Warga Rekam Tsunami Kecil Usai Gempa M 7,7! Air Laut Terlihat Melimpas ke Pesisir
    Komentar
    Opsi Lain

    Memuat 5 berita pertama...

    Additional JS