Kemendikdasmen Siapkan Bantuan dan Santunan untuk Guru sampai Siswa Korban Gempa di Nagekeo - Komp6
NAGEKEO, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sejumlah bantuan hingga santunan untuk korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat melakukan kunjungan ke SDK Rowa, Kabupaten Nagekeo, Senin (24/8/2026).
Dalam kunjungannya, Abdul Mu'ti ikut berinteraksi langsung dengan para siswa melalui wawancara, permainan (games), serta bernyanyi bersama.
Dia juga menyerahkan bantuan secara simbolis bagi satuan pendidikan TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs yang terdampak bencana.
Sisihkan Uang Jajan, Siswa SD di Ponorogo Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Baca juga: Penyintas Gempa di Nagekeo Terancam Kelaparan, Stok Makanan Menipis
Abdul Mu'ti juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Nagekeo untuk memberikan semangat kepada anak-anak agar tetap ceria dan optimistis setelah mengalami musibah.
“Hari ini, saya bersama-sama dengan anak-anak semuanya memberikan semangat secara psikologis agar mereka tetap ceria, tetap gembira setelah terjadinya musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, termasuk di Nagekeo ini,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan berbagai bentuk dukungan bagi sekolah dan warga satuan pendidikan yang terdampak gempa.
Bantuan tersebut meliputi 9.000 buku cerita, 400 buku nonteks untuk seluruh jenjang pendidikan, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 baju kaos, serta 1.650 bingkisan makanan ringan.
Selain itu, pemerintah juga membangun 20 tenda ruang kelas darurat untuk mendukung keberlangsungan proses pembelajaran bagi siswa yang sekolahnya terdampak gempa.
Baca juga: Pengungsi Gempa NTT di Nagekeo Banyak Terserang ISPA, Mayoritas Anak-anak
Dukungan lainnya diberikan melalui paket bantuan bagi sekolah terdampak gempa sebesar Rp 860 juta untuk 61 sekolah.
Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia sebesar Rp 35 juta, serta santunan bagi guru dan tenaga kependidikan yang menjadi korban luka-luka dengan total keseluruhan Rp 270 juta.
Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen akan menyiapkan tim trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis warga satuan pendidikan.
Sekolah-sekolah yang terdampak gempa juga mendapatkan prioritas untuk memperoleh program revitalisasi pada tahun 2026.
Baca juga: 18.217 Warga Korban Gempa di Nagekeo Mengungsi, Pemkab Baru Tangani 6.221 Orang
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Dokter Bertaruh Nyawa Selamatkan Pasien Operasi Saat Gempa NTT: Tuhan Tolong Saya