Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Camat Marah ke BNPB soal Bantuan Gempa NTT, Pemkab Manggarai Timur Buka Suara - Kompas

    11 min read

     


    MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), buka suara soal Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman berdebat dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa.

    Video Agustinus yang terlihat marah kepada petugas BNPB di posko logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026), viral di media sosial.

    Ia menyampaikan keberatannya terkait distribusi bantuan. Termasuk menolak tanda tangan berita acara penyerahan bantuan logistik.

    Agustinus mengaku berada di bawah tekanan karena harus mengatur pembagian bantuan bagi warga yang tersebar di 11 desa.

    Camat di NTT Ngamuk pada Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Dibagi pada Banyak Orang

    Baca juga: Viral Camat Ngamuk ke Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Bagi ke Banyak Orang

    Bantah Ada Tekanan atau Pemaksaan Penyaluran Bantuan

    Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur menyebut tidak terdapat tekanan maupun pemaksaan dari BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara dalam proses penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi.

    “Setelah kami melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut, tidak benar bahwa ada tekanan dari BNPB kepada Camat Lamba Leda Utara. Termasuk dalam proses penandatanganan berita acara, tidak ada pemaksaan dari petugas BNPB,” ujarnya, Selasa (25/8/2026), dilansir dari TribunFlores.

    Menurut Tarsisius, kehadiran personel BNPB di Manggarai Timur merupakan bagian dari penanganan bencana, khususnya untuk memastikan bantuan logistik yang dikirimkan Pemerintah Pusat dapat diterima oleh masyarakat terdampak.

    Ia menjelaskan, bantuan dari pemerintah pusat disalurkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di 12 kecamatan terdampak.

    Baca juga: Tolak Tanda Tangan Berita Acara Logistik Gempa Flores, Camat Lamba Leda Utara: Data Tidak Sesuai

    Pemkab Manggarai Timur kemudian mengoordinasikan penerimaan dan distribusi bantuan melalui posko utama daerah yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah.

    “Logistik dari pemerintah pusat diserahkan melalui posko utama yang ada di daerah. Dari sana kemudian dilakukan koordinasi untuk memastikan bantuan bergerak ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.

    Tarsisius menambahkan, pemerintah daerah telah membentuk petugas yang bertanggung jawab terhadap pembagian dan distribusi logistik.

    Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat dipantau dan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

    Ia menegaskan, penanganan bencana membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan seluruh unsur yang terlibat.

    Baca juga: Singgung Penanganan Gempa NTT, Prabowo: Kita Sangat Cepat

    Karena itu, setiap persoalan yang muncul di lapangan perlu diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi agar tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

    “Dalam situasi bencana seperti sekarang, semua pihak tentu memiliki tekanan dan tanggung jawab yang besar. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga komunikasi dan koordinasi agar bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya.

    Camat Debat dengan BNPB

    Berdasarkan isi video yang beredar, Agustinus tampak emosional saat menyampaikan keberatannya terkait distribusi bantuan.

    Baca juga: Mendagri 5 Hari Berada di NTT, Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa

    "Saya pusing, Pak. Bapak bilang bantuan banyak turun ke sini. Saya tersinggung, Pak. Saya marah, Pak," ujar Agustinus dalam video tersebut.

    Petugas BNPB kemudian menanyakan alasan Agustinus marah dan berupaya menenangkan suasana. Agustinus menjelaskan, dirinya harus mengoordinasikan pembagian bantuan untuk sekitar 21.171 warga yang tersebar di 11 desa.

    "Saya merasa ditekan. Saya harus bagi ke 11 desa, Pak. Bukan begitu caranya. Saya sangat tidak setuju. Saya tahu semua desa protes ke saya. Semua teriak ke saya," katanya.

    Baca juga: Update Gempa NTT: 103 Orang Meninggal Dunia dan 1.666 Luka-luka

    Dalam video tersebut, petugas BNPB beberapa kali meminta agar persoalan dibicarakan dengan baik. Namun, Agustinus tetap menyampaikan keberatannya. Ia kemudian mengajak petugas BNPB melihat langsung bantuan yang tersedia di lokasi.

    "Ini Pak punya bantuan? Ini Pak? (Sebanyak) 21.171 jiwa di Lamba Leda Utara harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak. Jangan lari, Pak, ke sini lihat," katanya.

    Agustinus menegaskan bahwa dirinya tidak menolak bantuan pemerintah. Ia hanya meminta kondisi di lapangan menjadi pertimbangan dalam penyampaian informasi mengenai jumlah bantuan.

    Baca juga: Memutus Isolasi Gempa NTT Seperti di Aceh: Medan Berat Jadi Tantangan Penyaluran Logistik

    Ia juga mempersoalkan pernyataan mengenai banyaknya bantuan yang disebut telah masuk ke wilayah tersebut.

    "Bapak bicara di sana bahwa bantuan banyak supaya orang dengar di sana. Saya rekam, Pak. Saya rekam. Bapak sudah keterlaluan," kata Agustinus.

    Dalam rekaman itu, Agustinus kemudian membanting sebuah paket bantuan yang berada di dalam plastik putih.

    Baca juga: Usai Gempa NTT, Nakes RSUD Ruteng Kelelahan, Ada yang Tak Bertugas karena Sakit

    Ia mengatakan, dirinya merasa terbebani karena harus memastikan bantuan yang terbatas dapat dibagikan secara merata kepada masyarakat di 11 desa.

    "Bantuan sedikit untuk bagi ke banyak orang, sebelas desa. Saya stres. Bagaimana cara membaginya? Pak tolong," katanya.

    Agustinus juga menyinggung persoalan administrasi bantuan. Ia mengaku keberatan karena diminta menandatangani berita acara serah terima barang, sementara menurut dia jumlah bantuan secara fisik tidak sesuai dengan data dalam dokumen.

    Baca juga: Gempa NTT, Warga di Perantauan Bergerak Himpun Bantuan untuk Daerah Asal

    Karena itu, ia memilih tidak menandatangani berita acara tersebut dan meminta dilakukan pengecekan langsung terhadap bantuan yang tersedia.

    Ia memastikan seluruh bantuan yang diterima akan dicatat dan disalurkan kepada masyarakat di 11 desa secara transparan.

    Sejumlah warga yang berada di lokasi dalam video tersebut juga terlihat memberikan dukungan kepada Agustinus.

    Baca juga: Bangunan Rutan Rusak akibat Gempa Flores, 52 Narapidana Ruteng Dipindahkan ke Bajawa

    Salah seorang warga bahkan meminta para kepala desa turut datang untuk melihat kondisi distribusi bantuan.

    "Kasihan, Pak Camat yang atur setengah mati di sini," ujar warga tersebut.

    Agustinus diketahui menghadapi situasi sulit pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

    Baca juga: Gibran Turun Gunung ke NTT: Temui Pengungsi, Bantu Urus BPJS hingga Gendong Bayi Baru Lahir

    Di wilayah Lamba Leda Utara, ia harus mengoordinasikan kebutuhan masyarakat yang tersebar di 11 desa di tengah keterbatasan logistik dan banyaknya warga yang membutuhkan bantuan.

    "Saya sudah tidak kuat lagi, saya stres. Bapak datang hanya tekan saya. Kita urus masyarakat, jangan bawa jabatan di sini," kata Agustinus dalam video.

    Saat dikonfirmasi Kompas.com, Agustinus tidak membantah peristiwa yang terekam dalam video tersebut.

    Namun, ia memilih tidak banyak berkomentar dan mengatakan ingin fokus menangani kondisi masyarakat terdampak gempa.

    "Saya tidak ingin membuang energi untuk hal itu dan bergelut dalam situasi tersebut. Saya ingin fokus mengurus masyarakat dulu," katanya, Jumat (21/8/2026) malam, dilansir dari Kompas.com.

    Baca juga: Tim Peneliti ITB Kembangkan Geolini, Seismograf Digital yang Mampu Rekam Gempa Ribuan Kilometer

    Penjelasan BNPB

    Menanggapi hal tersebut, BNPB menjelaskan, proses distribusi bantuan ke Kecamatan Lamba Leda bagian dari mekanisme distribusi Posko Kabupaten Manggarai Timur melalui BPBD Kabupaten.

    "Administrasi dan serah terima bantuan tingkat kecamatan bagian dari mekanisme pemerintah daerah, bukan proses serah terima langsung antara BNPB dengan pihak kecamatan," jelas Berton Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (23/8/2026).

    BNPB juga menegaskan, kehadiran Kombes Pol. Deden Nurhidayatullah yang ditempatkan di Kabupaten Manggarai Timur di Kecamatan Lamba Leda dalam kapasitas pendampingan dan pemantauan.

    Baca juga: Masih Kurang Logistik di NTT, Kepala BNPB: Distribusi Terus Berjalan ke Wilayah Terisolasi

    "Bukan sebagai pihak yang melakukan serah terima atau mengelola administrasi logistik di tingkat kecamatan," imbuh dia.

    Menurut BNPB, apabila terdapat perbedaan jumlah bantuan yang tercatat dengan jumlah barang yang diterima, hal tersebut perlu disinkronkan berdasarkan manifest, dokumen serah terima, serta bantuan yang masih dalam proses pengiriman.

    "Dalam kondisi tanggap darurat, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, ketersediaan transportasi dan kondisi akses," jelas Berton.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS