Kemenkeu Bawa Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Ada 4,6 Ton Beras hingga Selimut - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membawa bantuan dari para pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan ke posko pengungsian untuk memenuhi kebutuhan harian warga, mulai dari bahan pangan, perlengkapan tidur, kebutuhan kebersihan, hingga perlengkapan untuk anak-anak.
“Ada satu truk oleh-oleh, ada selimut 380 lembar, cukup kelihatan dengan permintaan tadi kan. Terpal 81 pcs, tadi perlu 160, ya? Nanti kita tambah lagi kalau perlu, ya,” ujar Purbaya saat berkunjung ke Wairi, Flores, NTT pada Rabu (19/8/2027).
Selain itu, bantuan yang dibawa mencakup 200 pakaian, 4.600 kilogram beras, 210 liter minyak goreng, 2.740 kilogram gula pasir, dan 225 dus susu.
Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya
Kemudian, terdapat 150 kardus mi instan, 300 papan telur, 200 dus makanan ringan, serta 540 kardus air mineral.
Baca juga: Kunjungi NTT, Purbaya Pastikan Dana Penanganan Bencana Cukup, Siap Tambah Anggaran
Untuk kebutuhan lainnya, Kemenkeu membawa 20 kardus kopi dan teh, 20 kardus sereal, 30 kardus sabun, 60 kardus popok bayi, 61 kardus pembalut, 5 dus pasta gigi, 5 kardus handbody, 13 kardus bumbu dapur, serta 7 kardus kecap dan saus.
Purbaya mengatakan bantuan tersebut merupakan bantuan awal yang dibawa langsung ke lokasi pengungsian.
“Itu untuk sementara bantuan yang kami bawa langsung,” kata Purbaya.
Dia menambahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera turun tangan untuk melengkapi berbagai kebutuhan mendesak lainnya di lokasi pengungsian.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk pemulihan infrastruktur, termasuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa.
Baca juga: Purbaya Soroti Bantuan Gempa Flores, Ada Warga Belum Makan 4 Hari
Purbaya mengatakan langkah tersebut masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya memastikan pemerintah pusat akan menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan dengan tetap melalui persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan, pendekatan penanganan bencana di NTT nantinya dapat meniru pola yang diterapkan pemerintah di Aceh. Namun, skema tersebut masih akan disesuaikan dengan tingkat keparahan bencana di NTT.
"Approach-nya akan mirip Aceh mungkin, tapi kita lihat bagaimana keparahan bencana di sini apakah kita perlu satgas khusus," katanya.
Purbaya menilai kondisi NTT saat ini berbeda dengan Aceh, terutama dari sisi infrastruktur dan fungsi pemerintahan daerah.
"Di Aceh kan semua infrastrukturnya terganggu, di sini kan enggak, jadi institusi pemda masih berjalan baik. Itu yang kita dukung," ujarnya.
Baca juga: Guru PPPK Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, Purbaya Pastikan APBN Aman
Untuk tahap awal, penanganan bencana akan menggunakan anggaran BNPB. Purbaya memastikan ketersediaan anggaran akan terus dipantau.
"Belum, BNPB itu, kalau itu BNPB kita sediakan cukup banyak. Harusnya sih kita bisa sediakan sampai Rp 5 triliun ya. Tapi kita akan tunggu permintaan dari BNPB seperti apa," kata Purbaya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
TNI AU Kerahkan Airbus A400M & Hercules, Angkut 33,7 Ton Bantuan Korban Gempa NTT