Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Kepala BNBP Minta Penanganan Korban Gempa NTT Harus Beres Seminggu - Kompas

    3 min read

     

    SIKKA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, meminta pemerintah daerah mempercepat penanganan korban gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

    Hal itu disampaikan Suharyanto kepada wartawan di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Daerah di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Selasa (18/8/2028) malam.

    Jenderal bintang tiga ini mengaskan bahwa penanganan korban terdampak harus menjadi prioritas.

    “Seminggu ini target pelayanan kepada masyarakat pengungsi harus sudah beres. Dapur umum dan lainnya harus sudah ada," kata Suharyanto.

    Warga NTT Masih Syok Usai Gempa Magnitudo 7,7, BNPB: Teringat Tsunami 1992

    "Tendanya harus bagus, harus ada alasnya, ada tempat tidur yang layak, ada selimut, ada penerangan, harus ada tenaga Kesehatan, MCK sesuai teori dasar BPBD,” ujarnya lagi.

    Baca juga: 18.217 Warga Korban Gempa di Nagekeo Mengungsi, Pemkab Baru Tangani 6.221 Orang

    Suharyanto juga mendorong agar satgas penanggulangan bencana Kabupaten Sikka mengutamakan penanganan penyintas yang mengungsi mandiri maupun terpusat.

    Dia juga meminta personel satgas harus dipertebal, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, maupun relawan.

    “Tadi saya lihat personel, masih enggak puas. Nanti dikasih uang makan, uang saku. Jadi yang kerja satu hari sampai malam pun semangat," ujarnya.

    "Targetnya, saya minta sampai hari Sabtu nanti, urusan masyarakat pengungsi, makan minum, tenda dan segala macam harus pulih,” katanya lagi.

    Baca juga: BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT Pasca-gempa M 7,7

    Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di NTT pada 15 Agustus 2026 pagi.

    Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.

    Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan bahwa sumber gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berada di bagian utara Pulau Flores.

    Menurut Arief, aktivitas sesar serupa juga pernah berkaitan dengan gempa yang terjadi pada 1992.

    "Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores," kata Arief

    Baca juga: Cerita Pengungsi Gempa Flores di Manggarai Timur, 4 Hari Tanpa Bantuan Makanan dan Obat

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Tangani Gempa NTT, Mendagri Tito Soroti Pemda Jangan Sampai Korban Viral soal Bantuan

    Komentar
    Additional JS