Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Mata, Ini 6 Gejala yang Perlu Diwaspadai - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Paparan abu vulkanik Anak Krakatau dapat menimbulkan gangguan mata.
- Dokter Dicky Budiman menyebut enam gejala yang perlu diwaspadai: mata merah, perih, berair, sensitif cahaya, terasa mengganjal, dan penglihatan kabur.
- Masyarakat diminta tidak mengucek mata, segera bilas dengan air, serta gunakan kacamata pelindung
TRIBUNNEWS.COM- Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mencapai sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Banten, Jabodetabek, dan sebagian Jawa Barat.
Paparan abu vulkanik tidak hanya berdampak pada jarak pandang dan kondisi lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Masyarakat di wilayah terdampak perlu memperhatikan sejumlah gejala yang dapat muncul setelah terpapar abu.
Dokter sekaligus peneliti epidemiologi Dicky Budiman mengatakan abu vulkanik memiliki karakter berbeda dengan debu biasa. Partikelnya dapat mengandung silika dan bersifat abrasif sehingga berpotensi mengiritasi atau menggores permukaan mata.
“Jadi ketika ada paparan yang harus dilakukan adalah membersihkannya dengan membilas dengan air. Jangan sekali-kali menggosok ataupun bahkan mengibas-ngibas pakaian,"ungkap Dicky pada Tribunnews, Minggu (6/9/2026).
Karena itu, mata yang terkena abu sebaiknya tidak langsung digosok. Mengucek mata saat masih terdapat partikel abu dapat meningkatkan gesekan pada permukaan kornea.
Baca juga: Ketika Warga Pesisir Lampung Selatan Tetap Beraktivitas di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Enam Gejala yang Perlu Diperhatikan
Beberapa keluhan dapat muncul setelah mata terpapar abu vulkanik. Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan:
Mata merah
Kemerahan dapat menjadi tanda iritasi pada mata setelah terpapar abu vulkanik. Keluhan ini dapat disertai gejala lain, seperti rasa perih atau mata berair.
Mata terasa perih atau terbakar
Paparan partikel abu dapat menyebabkan mata terasa perih atau seperti terbakar. Keluhan tersebut merupakan salah satu tanda iritasi dan sebaiknya tidak diatasi dengan mengucek mata.
Mata berair
Mata dapat mengeluarkan air mata lebih banyak setelah terkena partikel abu. Jika keluhan muncul setelah berada di lingkungan yang terpapar abu, mata perlu segera dibilas.
Sensitif terhadap cahaya
Paparan abu juga dapat membuat mata lebih sensitif terhadap cahaya atau silau.
“Jadi mata merah, perih, berair, sensitif cahaya,"imbuhnya.
Dengan demikian, gangguan akibat paparan abu tidak hanya ditandai dengan mata merah. Perubahan kenyamanan mata saat terkena cahaya juga perlu diperhatikan.
Mata terasa mengganjal
Partikel abu yang masuk ke mata dapat menimbulkan sensasi seperti terdapat benda asing. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena abu vulkanik memiliki sifat abrasif dan dapat menyebabkan goresan pada kornea.
Dicky menyebut kondisi tersebut dapat berupa abrasi kornea.
“Juga abrasi atau goresan kornea yang akibat sifat abu yang tajam, abu vulkanik ini, dan seperti pasir kaca.”
Penglihatan menjadi kabur
Penglihatan kabur setelah mata terpapar abu merupakan gejala yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai rasa mengganjal, nyeri hebat, atau kemerahan yang tidak membaik setelah mata dibilas.
Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui adanya gangguan pada mata.
Jangan Mengucek Mata
Ketika abu masuk ke mata, tindakan pertama yang perlu dihindari adalah menguceknya. Partikel yang bersifat abrasif dapat meningkatkan gesekan pada permukaan kornea ketika mata digosok.
Dicky menyarankan mata dibilas menggunakan air bersih atau larutan salin yang mengalir. Kelopak mata dapat dibuka selama beberapa menit saat proses pembilasan.
Bagi pengguna lensa kontak, lensa sebaiknya segera dilepas sebelum atau saat mata dibilas.
Gunakan Kacamata Pelindung
Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan kacamata pelindung ketika harus beraktivitas di area yang terpapar abu vulkanik.
Perlindungan mata terutama perlu diperhatikan oleh masyarakat yang tetap harus bekerja di luar ruangan, seperti nelayan, petani, petugas lalu lintas, dan pekerja bangunan.
Dicky juga menyebut penggunaan kacamata pelindung atau kacamata Google sebagai salah satu langkah pencegahan ketika berada di area yang terpapar abu.
Apabila setelah dibilas mata masih terasa mengganjal, mengalami nyeri hebat, penglihatan kabur, atau kemerahan tidak membaik dalam beberapa jam, masyarakat disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan atau dokter mata.
Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan abrasi kornea yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam kondisi paparan abu vulkanik, menghindari kebiasaan mengucek mata menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko iritasi atau cedera pada p