Kisah di Balik 'Ada Titik-titik di Ujung Doa' Sal Priadi yang Viral - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com — Lagu "Ada Titik-titik di Ujung Doa" milik Sal Priadi kembali ramai diperbincangkan di media sosial meski sudah dirilis sekitar dua tahun lalu.
Merespons viralnya lagu tersebut, penyanyi sekaligus penulis lagu itu akhirnya memutuskan untuk menghadirkan musik video sebagai kelanjutan dari perjalanan lagu tersebut.
"Senang banget teman-teman masih dengar sampai hari ini, masih merespons di sosial media," ujar Sal Priadi saat ditemui belum lama ini.
Lagu yang terdapat dalam album kedua Sal Priadi itu mengangkat tema yang berat namun universal.
Sejarah Rivalitas Inggris Vs Argentina, dari Perang Malvinas hingga "Tangan Tuhan" Maradona
Baca juga: Sal Priadi Garap Soundtrack Monster Pabrik Rambut, Berjudul Kepala Pundak Kerja Lagi
Ayah satu anak itu berbicara tentang memaafkan orang yang tidak pernah meminta maaf.
Pemilik nama lengkap Salman Priadi itu mengakui bahwa lagu tersebut lahir dari pengalaman dan pergulatan pribadinya sendiri.
"Tema besarnya adalah untuk maafin orang yang enggak pernah minta maaf sama kita," kata Sal.
"Perasaan yang sungguh sangat menyesakkan, tapi goa mencoba menulis itu untuk diri goa sendiri, belajar bahwa minta maaf sama orang yang justru bikin salah sama kita itu hal yang juga patut dilakukan supaya bikin hati kita damai," jelasnya.
Baca juga: Foto dengan Sitok Srengenge Tuai Kritik, Sal Priadi: Sikap Saya Jelas, Enggak Membela
Musik video "Ada Titik-titik di Ujung Doa" kini telah resmi dirilis sebagai wujud apresiasi atas antusiasme pendengar yang terus bertahan lama setelah lagu tersebut pertama kali hadir.
"Titik-titik di Ujung Doa" bukan satu-satunya karya Sal Priadi yang meninggalkan kesan mendalam bagi pendengarnya.
Suami Sarah Deshita itu dikenal lewat sejumlah lagu yang kerap menyentuh sisi emosional, di antaranya "Ibu Bapak" dan "Gala Bunga Matahari" yang juga sempat viral di berbagai platform streaming.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Momen Haru Warga Aceh Resmikan Jembatan Hasil Patungan Rp 1 Miliar