Lahir Prematur 1,3 Kg Saat Gempa Flores, Bayi Gempita Berjuang di Inkubator RSUD Aeramo - Kompas
NAGEKEO, KOMPAS.com – Sebuah kisah perjuangan kemanusiaan mewarnai peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Di tengah guncangan gempa dan kepanikan pasien, seorang bayi perempuan bernama Maria Gempita Soliwona lahir selamat melalui operasi caesar darurat di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.
Gempita lahir sekitar pukul 11.25 WITA dari pasangan Marsianus Ndoya dan Maria Florida Nogo Kelen, warga Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Nagekeo. Bayi tersebut lahir prematur dengan berat badan 1,3 kilogram, atau sekitar dua bulan lebih awal dari perkiraan persalinan.
Baca juga: Lahir di Ambulans Saat Gempa NTT, Bayi Perempuan di Sikka Diberi Nama Gempita Aurora
Evakuasi dan Kondisi Darurat Persalinan
Sebelumnya, gempa M 7,7 dangkal di kedalaman 10 kilometer berpusat di 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, mengguncang wilayah Flores sekitar pukul 06.58 WITA (05.58 WIB). Kondisi ini memaksa pihak RSUD Aeramo mengevakuasi para pasien ke halaman belakang rumah sakit, tak jauh dari kamar jenazah.
Gempa Kembali Terjadi di Manggarai NTT, Warga Berhamburan Keluar
Maria Florida, yang dirujuk dari Puskesmas Danga dan telah dirawat sejak Selasa (11/8/2026), turut dievakuasi di bawah tenda darurat. Karena memiliki riwayat impending eklampsia, HELLP syndrome, serta posisi bayi sungsang, tim dokter memutuskan persalinan anak keempat pasangan tersebut harus dilakukan melalui tindakan operasi caesar.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Maria dipindahkan ke ruang operasi darurat yang terletak di samping rumah sakit.
Diterjang Gempa Susulan dan Listrik Padam
Suami pasien, Marsianus Ndoya, mengungkapkan kepanikannya saat menyaksikan proses operasi yang berlangsung di tengah guncangan gempa susulan serta fasilitas terbatas.
"Selama operasi saya deg-degan, cemas, bisa atau tidak karena dengan alat seadanya, operasi juga di depan pintu masuk, dengan gempa yang juga berjalan terus," tutur Marsianus saat ditemui di bawah tenda darurat RSUD Aeramo, Jumat (21/8/2026) pagi.
Baca juga: Kisah Gempita, Bayi di Sikka NTT Lahir Saat Gempa, Persalinan di Atas Ambulans
Tantangan semakin berat menjelang akhir tindakan medis. Listrik di fasilitas medis tersebut mengalami gangguan hingga membuat sejumlah perlengkapan medis mati saat tim dokter sedang menjahit luka operasi.
"Operasi itu jam 10.00 - 11.25 WITA, pas mau selesai operasi itu alat juga mati, listrik terganggu akhirnya alat juga tidak berfungsi baik, itu waktu dijahit terakhir," kenang Marsianus.
Meski demikian, tim medis yang dipimpin oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Yona Sarah Rosiva Pardede, Sp.OG, berhasil merampungkan tindakan medis hingga bayi Gempita lahir selamat pada pukul 11.25 WITA.
Baca juga: Menkes Sebut RSUD Ruteng Tetap Lakukan Operasi meski Terdampak Gempa
Apresiasi untuk Pahlawan Kemanusiaan
Enam hari pascagempa, Jumat (21/8/2026), kondisi ibu dan bayi dilaporkan membaik. Gempita masih mendapatkan perawatan intensif di dalam inkubator serta menjalani pemeriksaan di ruang radiologi RSUD Aeramo.
Atas dedikasi tersebut, Marsianus menyampaikan apresiasi mendalam kepada dr. Yona dan seluruh tim tenaga medis yang dinilainya mempertaruhkan keselamatan demi menjalankan tugas kemanusiaan.
"Dia pantas disematkan sebagai pahlawan kemanusiaan, bisa menyelamatkan dua ibu yang mau melahirkan pada saat gempa pertama di hari Sabtu itu, terima kasih," kata Marsianus.
Baca juga: Lahir Saat Situasi Gempa NTT, Bayi di Sikka Diberi Nama Gempita
Ia pun berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Menteri Kesehatan, memberikan penghargaan resmi kepada tim medis RSUD Aeramo atas perjuangan melayani masyarakat di daerah terdampak bencana gempa bumi Nagekeo.
Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Gempita Lahir Prematur di Meja Operasi Darurat RSUD Aeramo: Terima Kasih Dokter Yona
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT