Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Lumpur Oro-oro Kesongo Blora Kembali Menyembur, Warga Diminta Waspada - Espos

    23 min read

     


    ESPOS.ID - Semburan lumpur terlihat meletup di kawasan Oro-oro Kesongo, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Semburan lumpur tersebut terjadi sebanyak lima kali hingga pukul 11.24 WIB dengan intensitas sedang. ANTARA/Gunawan.

    Esposin, BLORA — Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, kembali mengalami semburan lumpur pada Jumat (7/8/2026). Warga diimbau tidak mendekati lokasi karena berpotensi muncul gas beracun.

    Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

    Kapolsek Jati AKP Suyadi mengatakan berdasarkan informasi dari warga, semburan pertama terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10-15 meter.

    "Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung kurang lebih lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan," ujarnya di Blora, Jumat.

    Menurut dia, semburan lumpur yang terjadi pada pagi hari itu masih berskala kecil dan tidak sebesar kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.

    Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mendekati lokasi karena terdapat potensi munculnya gas beracun yang dapat menyertai letupan lumpur.

    "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur," ujarnya.

    Polisi juga memasang garis pembatas di sekitar lokasi untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik semburan.

    Semburan Berulang sejak 2020

    Fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan sebelumnya, letupan cukup besar terjadi pada 27 Agustus 2020. Saat itu, empat orang mengalami keracunan, sedangkan 18 ekor kerbau dilaporkan hilang.

    Espos Digital

    Pada 21 September 2021, kawasan tersebut kembali mengalami semburan lumpur tanpa menimbulkan korban jiwa.

    Peristiwa serupa kembali terjadi pada 11 April 2023. Dalam kejadian itu, satu orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.

    Kemudian, pada 3 Desember 2024, Kawah Kesongo kembali mengalami letupan. Saat itu tercatat 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur antara 8 hingga 20 meter. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.

    author

    Imam Yuda Saputra - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.

    230 Lampu Jalan Mulai Dipasang di Klaten, Pemkab Bidik Ribuan Titik

    ESPOS.ID - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengecek pemasangan lampu penerangan jalan di wilayah Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (5/8/2026). (Istimewa/Bagian Prokopim Setda Klaten)

    Esposin, KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mulai memasang 230 unit lampu penerangan jalan di berbagai wilayah secara bertahap. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.

    Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

    Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meninjau pemasangan lampu penerangan jalan di kawasan Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Koran Solopos

    "Sebanyak 230 unit lampu penerangan jalan mulai kita pasang secara bertahap. Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan di Kabupaten Klaten jumlah ini masih sedikit, karena kebutuhan lampu penerangan jalan masih mencapai ribuan titik. Namun, insyaallah akan kami selesaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah," kata Hamenang dalam keterangan tertulis Bagian Prokopim Setda Klaten.

    Beralih ke Jaringan Listrik

    Hamenang menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta kenyamanan warga saat beraktivitas pada malam hari.

    Interaktif Solopos

    Sebelumnya, Pemkab Klaten telah memasang penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya sebagai bentuk efisiensi energi dan biaya operasional. Namun, banyak lampu tidak lagi berfungsi akibat pencurian komponen baterai.

    "Karena itu, saat ini kami kembali menggunakan sistem penerangan berbasis jaringan listrik agar lebih optimal dan berkelanjutan," ujarnya.

    Ia berharap pemasangan lampu penerangan jalan dapat berjalan lancar sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    "Mudah-mudahan seluruh proses pemasangan berjalan lancar, lampunya awet, dan benar-benar dapat menerangi serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Klaten," katanya.

    author

    Imam Yuda Saputra - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.

    Ngalap Berkah, Ribuan Warga Rebutan 30.000 Apam Kukus Keong Emas Boyolali

    ESPOS.ID - Kemeriahan sebaran apam kukus keong emas di Alun-alun Pengging Boyolali, Jumat (7/8/2026). (Solopos/Ni’matul Faizah)

    Esposin, BOYOLALI — Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Alun-alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (7/8/2026) sore, untuk mengikuti tradisi Sebaran Apam Kukus Keong Emas. Sebanyak 30.000 apam yang telah didoakan diperebutkan masyarakat yang meyakini tradisi tersebut membawa berkah.

    Sebelum dibagikan, empat gunungan apam yang terdiri atas dua gunungan besar dan dua gunungan kecil diarak dari Kantor Kecamatan Banyudono menuju Alun-alun Pengging.

    Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

    Meski cuaca terik, antusiasme masyarakat tidak surut. Sejak usai Salat Zuhur, warga telah memenuhi kawasan alun-alun untuk menunggu kirab gunungan apam.

    Bupati Boyolali Agus Irawan bersama istri, Dita Agus Irawan, hadir dalam kirab menggunakan kereta kuda. Rombongan juga diikuti prajurit Keraton Solo dan SISKS Pakubuwono XIV Hangabehi.

    Koran Solopos

    Hangabehi bersama Bupati Boyolali, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, serta sejumlah pejabat kemudian melempar apam kukus keong emas kepada masyarakat yang langsung berebut menangkapnya.

    Tradisi Safaran Pengging Tetap Lestari

    Salah seorang warga Kartasura, Sukoharjo, Tumini, 56, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya menggunakan kereta kelinci demi mengikuti tradisi tersebut.

    "Iya ini apamnya kan sudah didoakan, jadi insyaallah bisa membawa berkah. Saya tadi juga bawa payung, terus saya balikkan payungnya biar nanti gampang dapat apamnya," katanya.

    Tumini berencana memakan sebagian apam dan menanam sisanya di dekat pohon agar tanaman tumbuh subur. Tahun lalu ia tidak berhasil memperoleh apam, namun mendapat pemberian dari temannya untuk tujuan yang sama.

    Interaktif Solopos

    Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Boyolali, Candra Irawan, mengatakan lokasi sebaran apam dipindahkan ke Alun-alun Pengging agar masyarakat lebih leluasa menyaksikan rangkaian acara.

    "Selain itu, akses masyarakat untuk melihat bisa lebih mudah dan lebih longgar," ujarnya.

    Candra menyebut sebanyak 30.000 apam disiapkan agar masyarakat yang hadir berkesempatan memperoleh bagian. Tradisi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus melestarikan budaya lokal.

    Sementara itu, Ketua Ritual Acara, Kanjeng Pangeran Siswanto Diningrat, menjelaskan tradisi Sebaran Apam berasal dari ajaran pujangga Keraton Surakarta, Raden Ngabehi Yasadipura. Apam berbentuk keong dibagikan setelah didoakan sebagai simbol permohonan ampun kepada Allah SWT sekaligus wujud rasa syukur.

    "Jadi apam dibentuk gunungan sebagai bentuk wujud syukur kepada Allah, apam juga artinya afuwwun atau mohon ampun," katanya.

    author

    Imam Yuda Saputra - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.

    Penembakan Sekolah Dekat Bangkok, 7 Orang Meninggal Termasuk Pelaku

    ESPOS.ID - Siswa dievakuasi dari lokasi penembakan di sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2026). ANTARA/Xinhua

    Esposin, BANGKOK — Korban meninggal dalam insiden penembakan di Sekolah Debsirin, Provinsi Nonthaburi, dekat Bangkok, Thailand, bertambah menjadi tujuh orang. Korban terdiri atas tiga guru, tiga siswa, serta pelaku yang merupakan siswa kelas 9 di sekolah tersebut.

    Mengutip Antara dari Sputnik, Jumat (7/8/2026), pihak kepolisian Thailand mengonfirmasi pelaku mengakhiri hidupnya setelah melakukan aksi penembakan di lingkungan sekolah.

    Pelatihan Ekspor BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

    Selain tujuh korban meninggal, dua orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara 15 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

    Sebelumnya, media nasional Thailand Thai PBS melaporkan jumlah korban meninggal masih dua orang dengan lebih dari 20 korban terluka. Namun, setelah proses evakuasi dan pendataan, otoritas memperbarui jumlah korban menjadi tujuh orang.

    Koran Solopos

    Pelaku Merupakan Siswa Kelas 9

    Penembakan terjadi di Sekolah Menengah Debsirin, Provinsi Nonthaburi, yang berada di kawasan metropolitan Bangkok.

    Berdasarkan informasi kepolisian, pelaku merupakan siswa kelas 9 di sekolah tersebut. Setelah melakukan penembakan, pelaku mengakhiri hidupnya.

    Sebelumnya, media Thailand juga melaporkan polisi telah mengidentifikasi pelaku sebagai seorang siswa. Di lokasi kejadian, petugas menemukan puluhan butir amunisi di dalam tas yang diduga milik pelaku.

    Saat insiden berlangsung, para guru mengevakuasi siswa dan staf sekolah ke tempat yang lebih aman. Tim penyelamat bersama ambulans dikerahkan untuk membawa para korban ke sejumlah rumah sakit terdekat.

    Interaktif Solopos

    Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif penembakan yang terjadi di sekolah tersebut.

    Sekolah Debsirin dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan di Thailand yang melayani siswa kelas 7 hingga kelas 12 dan menjadi tujuan banyak pelajar yang mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi.

    author

    Imam Yuda Saputra - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.

    Solopos Stories

    Memuat Berita lainnya ...

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    • Blora
    • 1 jam yang lalu

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Espos.id

    Berita Lainnya

    Komentar
    Additional JS