Makam Sutrimo Dibongkar Hari Ini, Ini yang Dicari Penyidik - Liputan6
ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas untuk mengungkap penyebab kematiannya melalui tiga tahap pemeriksaan forensik.
Jadi Intinya
- Polda Metro Jaya akan membongkar makam Sutrimo di Banyumas hari ini.
- Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang tidak wajar.
- Proses ini melibatkan tim forensik dan tiga tahapan pemeriksaan jenazah.
Liputan6.com, Jakarta - Misteri kematian Sutrimo memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dijadwalkan membongkar makam Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hari ini, Rabu (12/8/2026).
Ekshumasi dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematian Sutrimo yang dinilai tidak wajar. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan ekshumasi dilakukan dengan dukungan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.
"Sesuai jadwal Rabu 12 Agustus 2026 jam 10 pagi," ujar Budi kepada wartawan, Rabu.
Dalam proses tersebut, pemeriksaan terhadap jenazah akan dipimpin Ketua Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) BJP Dr Hastry dan Prof Dr Yudi.
Budi menjelaskan ekshumasi tidak berhenti pada proses pengangkatan jenazah dari makam. Tim forensik akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari petunjuk terkait penyebab kematian Sutrimo.
Tiga Tahapan dalam Ekshumasi Sutrimo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308151/original/026811000_1785130439-64312.jpg)
Setidaknya terdapat tiga tahapan yang akan dilakukan. Tahap pertama adalah ekshumasi atau pengangkatan jenazah dari makam. Setelah itu, tim melakukan pemeriksaan luar terhadap kondisi jenazah.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dalam untuk mendapatkan temuan forensik yang dibutuhkan penyidik.
Dengan rangkaian pemeriksaan tersebut, penyidik berharap dapat memperoleh informasi yang membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
“Giat ini didukung dan kerja sama dengan Polda Jateng dan Polresta Banyumas,” ujar Budi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6